Berpikir Global, Berkarakter Lokal

Muhammad Aaron Annar Sampetoding

Sabtu, 04/10/2014

Muhammad Aaron Annar Sampetoding

Berpikir Global, Berkarakter Lokal

Sebagai bangsa yang besar, para pengusaha, juga masyarakat Indonesia harus berpikir global, tapi tetap berkarakter lokal. Itulah yang ingin dicamkan oleh Muhammad Aaron Annar Sampetoding.

Pernyataan Annar tersebut terkait dengan masih ada sebagian komponen usaha yang pesimistis terhadap pencanangan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015, tahun depan. “Kita harus berpikir global bertingkah laku lokal,” kata dia. Sebab, kata dia, Indonesia dari skala ekonominya mempunyai PDB yang tinggi, bahkan terbesar di atara negara-negara di ASEAN, yaitu 43%.

Karena itu, dia mengajak para pengusaha, baik yang terhimpun di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) maupun para senior yang ada di Kamar Dagang dan Industri (Kadin), agar tak gentar menyongsong MEA. Sebab, keberadaan MEA tak mungkin dihindari tapi harus dihadapi.

Apa yang harus dipersiapkan? Menurut Annar, di antaranya adalah memperbanyak jumlah pengusaha di segala sektor agar kita tidak hanya menjadi pasar bagi produk dan jasa negara-negara tetangga. Hal itu bisa ditempuh dengan menjalin seluas-luasnya jaringan usaha, baik investasi maupun perdagangan.

Untuk meningkatkan kemampuan atau skill, direktur PT Siner Reysen Utama yang bergerak di bidang perhotelan, perdagangan, dan residensial ini berharap pemerintah dan swasta memperbanyak sekolah atau pendidikan vokasional. Menurut dia, untuk meningkatkan produktivitas, faktor pendidikan terapan harus menjadi perhatian khusus.

“Kita harus lebih banyak pendidikan vokasional yang lebih banyak praktik,” kata pria kelahiran Makassar ini, saat ini jumlah pengusaha kita baru 1,56% dari penduduk Indonesia atau sekiitar 3,7 juta orang. Jadi, dari pendidikan vokasi akan muncul banyak pengusaha baru. Targetnya adalah tercetak 2% atau sekitar 6,12 juta orang pengusaha.

Menurut komisaris Sulwood Group yang bergerak di bidang HPH atau kehutanan ini, dengan bermodalkan PDB nasional yang besar serta potesi sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA) yang besar, masyarakat Indonesia hendaknya jangan merasa minder. “Kita tak boleh minder di ASEAN, karena PDB kita besar,” ujarnya.

Selain perlu memperbanyak sekolah vokasi, Annar, yang jebolan Master of Business Majoring di Marketing Queensland University of Technology, Brisbane, Australia, juga mendukung dilakukannya penyebaran virus wira usaha (entrepreneurship) di kalangan mahasiswa. Pelatihan-pelatihan bidang usaha produktif dan kreatif, perlu banyak diadakan.

Melalui penguatan usaha muali dari tingkat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), diharapkan, mampu meningkatkan kompetisi di pasar global. Dengan produk yang berkualitas dan berdaya saing tinggi. “Kita jangan mau dijadikan pasar produk luar negeri,” ujarnya.

Annar muda memang terlahir dari keluarga pengusaha. Dia termasuk generasi keempat. Selain di PT Siner Reysen Utama dan Sulwood Group, Annar juga mengendalikan dua perusahaan lainnya, yaitu sebagai komisaris di PT Bangun Prima Agung yang bergerak di bidang konstruksi dan restoran, serta direktur di PT Siner Tunas Persada yang membidangi sektor perminyakan.

Dia mengakui, sejumlah kendala menghambat terwujudnya iklim usaha yang kondusif, di antaranya adalah masalah perizinan, di samping permodalan. Untuk mengatasi berbagai kendala tersebut, Annar yang aktif di organisasi profesi, baik Hipmi dan Kadin, serta Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), banyak menjalin kerjasama dengan berbagai instansi pemerintah di tingkat regional dan nasional.

“Dengan kami sering mengadakan pertemuan dengan pemerintah daerah (pemda) setempat, masalah perizinan usaha jadi lebih mudah. Dukungan pemerintah untuk mengembangkan usaha kecil dipertaruhkan,” kata dia. Setidaknya, negara Indonesia pada 20 tahun ke depan, PDB-nya sekitar Rp 460 trilun. Kalangan UMKM pun diupayakan agar bisa memperoleh manfaat dari kue PDB tersebut, dan sebaliknya jangan sampai lebih banyak dinikmati oleh pengusaha asing.

Yakinkah Indonesia sia menjadi tujuan pasar global? Annar pun mengemukakan, sumber daya alam Indonesia merupakan salah satu kekuatan ekonomi Indonesia. Di sektor kehutanan, misalnya, jangan sampai kayu-kayu kita diekspor dalam bentuk gelondongan, tapi harus sudah jadi produk matang, misalnya bentuk furniture. Dengan demikian, jangan sampai kita justru impor bahan finishing diimpor kembali.

Dia membenarkan, kebanyakan perizinan berubah-ubah. Penginnya, setiap ganti pejabat, jangan sampai ganti kebijaan atau regulasi. Karena itu dia berharap agar presiden terpilih mau memperhatikan keberadaan Hipmi sebagai organisasi yang diharapkan mamu mencetak banyak pengusaha baru.

Terhadap pengusaha yang tinggal dan bergerak di Jakarta, dia pun berharap mau ikut membangun daerah agar tak ketinggalan dengan pusat. (saksono)

Muhammad Aaron Annar Sampetoding

Email : aaron@siner.co.id, muhammadaaron@yahoo.com.au

PENDIDIKAN

SD Islam Athirah, Makassar, Indonesia

1995-2000 - Ipswich Grammar School Queensland, Australia

1995-2001 - Queensland Secondary School (QCS) High School Certificate

2001-2003 Bachelor of Business Extended Major in Management Queensland University of Technology, Brisbane, Australia

2004-2005 Master of Business Majoring in Marketing Queensland University of Technology, Brisbane, Australia

RIWAYAT PEKERJAAN

2005 – sekarang Direktur PT Siner Reysen Utama (hotel, komersial, residensial)

2005 – sekarang Komisaris Sulwood Group (IUPHHK Hutan Alam dan Hutan Tanaman)

2012 – sekarang Komisaris PT. Bangun Prima Agung (konstruksi dan restoran)

2013 – sekarang Direktur PT Siner Tunas Persada (mining technology and services)

PENGALAMAN ORGANISASI

2006-2011 APHI (Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia) Bidang Hutan Tanaman

2011 BPC Hipmi Jakarta Pusat, Kompartemen Properti

2012 BPC Hipmi Jakarta Pusat, Ketua Bidang IV Konstruksi Infrastruktur dan Properti.

2014 – sekarang Kadin DKI Jakarta, Wakil Ketua Komite Tetap Bidang Luar Negeri

2014 – sekaran g Bendahara Umum, Persatuan Rugby Union Indonesia (PRUI) anggota KONI

2014 – sekarang BPD Hipmi Jaya, Kompartemen Desain dalam Koordinasi Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

2014 – 2017 Ketua Umum BPC Hipmi Jakarta Pusat