Teliti Memilih Hewah Kurban - Waspadai Penyakit Hewan yang Bisa Menular ke Manusia

Menjelang Hari Raya Kurban, masyarakat dihimbau untuk lebih teliti dalam memilih hewan kurban. Masyarakat juga harus waspada dengan penyakit hewan yang bisa menular ke manusia.

NERACA

"Yang perlu diwaspadai penyakit kulit pada hewan. Karena penyakit tersebut bisa menular ke manusia, Ia menjelaskan, dalam memilih hewan kurban, masyarakat harus lebih teliti. Hewan kurban harus sehat," kata Kepala Dinas Pertanian DKI Jakarta, Darjamuni.

Ciri-ciri hewan kurban yang sehat, tidak boleh mengeluarkan lendir di telinga, tidak ada bekas kotoran di lubang anus, bulu mengkilat, kulit bersih, dan matanya tidak sakit.

"Kami akan menolak jika ditemukan hewan kurban yang sakit, tidak dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), untuk mencegah masuknya berbagai penyakit hewan berbahaya," kata Darjamuni.

Ia menjelaskan pembentukan tim kesehatan hewan kurban ini, seiring meningkatnya pasokan sapi, kerbau, kambing, domba dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan daerah sentra peternakan lainnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jakarta.

"Sampai saat ini, petugas belum menemukan hewan kurban yang sakit, tanpa dokumen dari daerah asal, namun jika ditemukan akan dilakukan penolakan hingga pemmusnahan, jika pemilik hewan tidak mampu mengembalikan hewan kurban bermasalah itu ke daerah asalnya," ujarnya.

Menurut dia, pengawasan ini dalam upaya dini mengantisipasi penularan penyakit hewan kepada manusia, misalnya penyakit kulit, antrax, cacing dan lainnya.

Selain melakukan pengawasan, kata dia, pihaknya juga menyosialisasikan tata cara pemotongan hewan kurban untuk meningkatkan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat agar hewan kurban yang disembelih Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

Belum Tersedia Pos Pemeriksaan Hewan Kurban

Hingga kini DKI Jakarta belum memiliki tempat pemeriksaan hewan kurban. Padahal pemeriksaan hewan kurban diperlukan untuk menjaga kesehatan daging kurban menjelang Idul Adha 1435 Hijriah.

"Idealnya pos pemeriksaan hewan kurban ada di setiap kota besar, terutama DKI Jakarta," ujar Kepala Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan DKI Jakarta, Djarmuni.

Kesehatan daging hewan kurban, kata dia, penting untuk diperhatikan. Pasalnya hal itu dapat mencegah penularan penyakit dari hewan ke manusia.

Djarmuni menjelaskan, karena belum ada pos pemeriksaan, penyediaan pakan harus sehat, baik, serta aman. Tujuannya supaya kualitas daging tetap terjaga dari sumbernya hingga sampai kepada masyarakat.

Beberapa tahun lalu, lanjut dia, pihaknya sempat menyediakan pos pemeriksaan hewan kurban di daerah Ujung Menteng dan Ciputat. Namun, lantaran sulitnya pengawasan, banyak hewan yang lolos dari pemeriksaan petugas.

Menurut Djarmuni, hal tersebut terjadi karena terlalu banyaknya pintu masuk hewan kurban ke Jakarta. Sehingga pengawasannya pun menjadi lebih sulit untuk dilakukan.

Djarmuni menjelaskan, pihaknya hanya akan melakukan pengawasan pada tempat penampungan hewan yang ada di lima wilayah kota se-DKI Jakarta. Artinya, petugas hanya datang ke lokasi penampungan hewan dan memeriksa kesehatannya.

Sejauh ini, Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan DKI Jakarta belum menemukan penyakit berbahaya seperti anthrax dan sejenisnya. Namun Djarmuni mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap penyakit yang diderita hewan kurban.

Related posts