Pemilik Surat Berharga dan Asuransi, Wajibkah Berzakat?

NERACA

Sebelum lebaran, masyarakat muslim diwajibkan untuk mengeluarkan Zakat. Pelaksanaannya berlaku hingga shalat Id terlaksana. Terkait hal tersebut, haruskah para pemilik surat-surat berharga, maupun para investor yang menginvestasikan dananya di asuransi syariah mengeluarkan zakat? Ya, zakat adalah kewajiban. Lantas bagaimana cara menghitungnya?

Zakat Saham

Zakat yang dikeluarkan atas nilai saham (dengan syarat prinsip syariah) yang dimiliki harus telah genap setahun dan cukup nishabnya yang setara dengan 85 gram emas murni. Dikeluarkan setiap tahun apabila mencapai nisabnya dengan kadar 2,5%. Cara penghitunganzakatnya adalah nilai kumulatif riil saham (book value + dividen) dikali 2,5 %.

Zakat Shukuk (obligasi syariah)

Shukuk adalah suratberharga jangka panjang berdasarkanprinsip syariah yangdi keluarkan emiten kepada pemegang obligasi syariah yangmewajibkan emiten membayar pendapatan kepadapemegang obligasi syariah berupa bagi hasil margin atau fee, serta membayar kembali dana obligasi saat jatuh tempo.

Zakat yang dikenakan atas shukuk dan keuntungannya yang telah genap setahun dan cukup nishabnya (85% gr emas murni) dengan kadar serupa dengan saham (modalyangdisetorkan+hasil margin ladikali 2,5 %)

Zakat asuransi syariah

Zakat hanya dikenakan ketika pemilik asuransi tersebut mendapatkan hasil klaim. Nisabnya setara dengan 85 gram emas murni, dan tidak memiliki haul karena dikeluarkan ketika mendapatkan hasil klaim. Zakatnya adalah 2,5% dari nilai klaim asuransi.

Apabila pemilik asuransi ikut serta dalam program investasi (unit link), maka harta simpanannya, seperti deposito, dikenakan zakat. Dengan demikian, modal yang disetorkan serta keuntungan/laba diperhitungkan sebagai sumber zakat dan dikeluarkan setiap tahun apabila mencapai nisabnya dengan kadar 2,5%.

BERITA TERKAIT

PII Galang Dana Lewat Surat Utang - Bidik Dana Kelola Rp 21 Triliun

NERACA Jakarta – Merambah bisnis industri keuangan, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Indonesia Port Corporation (IPC) membentuk anak usaha…

Asuransi Simas Sambangi Siswa Bukittinggi - Edukasi Literasi Keuangan

NERACA Jakarta - Asuransi Sinar Mas (Simas) melanjutkan literasi keuangan untuk mendukung kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam rangka meningkatkan…

Pengawasan Perbankan dan Harga Minyak

  Oleh: Achmad Deni Daruri President Director Center for Banking Crisis   Bagi negara net importir minyak seperti Indonesia, naiknya…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

Mengajari Anak Menabung, Berbelanja, dan Berbagi

Oleh: Yulius Ardi Head, Managed Investment Product Standard Chartered Bank   Akhir musim sekolah telah diambang pintu dan anak-anak akan…

Sukuk Bisa Sebagai Alternatif Pembiayaan Daerah

Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto mengatakan penerbitan obligasi berbasis syariah atau sukuk bisa…

Keuangan Syariah: - Akan Stagnan Atau Butuh Terobosan

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad meminta inovasi dan terobosan pelaku industri untuk mengembangkan keuangan syariah, karena tanpa…