Tim Kabinet Baru Bakal Jadi Katalis IHSG

Selasa, 22/07/2014

NERACA

Jakarta – Menyambut pemerintahan baru dengan ditandai pengumuman presiden terpilih hasil real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada hari ini (22/7), laju indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan bergerak menguat. Hal ini merupakan reaksi pasar atas euphoria kemenangan presiden terpilih sesuai harapan rakyat dan pelaku pasar.

Oleh karena itu, menurut pengamat pasar modal UI Budi Frensidy, kondisi IHSG saat pengumuman pemilihan presiden (pilpres) tren nya akan menguat. Hal itu tidak terlepas dari hasil beberapa survei yang memenangkan capres nomer urut dua. Pasalnya presiden nomer urut dua lebih disukai oleh para investor. “Saya rasa tren nya akan menguat. Akan tetapi itu akan sementara saja karena kondisi ekonomi makro Indonesia masih tergolong rentan sehingga IHSG akan rawan terkoreksi,” ujarnya kepada Neraca di Jakarta, Senin (21/7).

Menurut dia, agak sulit untuk capres nomer urut satu untuk mengejar ketertinggalan suara yang mencapai 9 juta suara. “Agak sulit untuk membalikkan suara. Namun kalau salah satu capres mengajukan keberatan dengan hasil dari KPU maka itu juga akan membuat pengaruh terhadap pergerakan indeks. Sekalipun menguat, akan tetapi penguatannya tidak terlalu tinggi,” jelasnya.

Dia menegaskan, susunan kabinet yang akan di pilih pemerintahan baru juga akan mempengaruhi pergerakan indeks. “Sentimen selalu ada. Akan tetapi jika presiden terpilih nanti mampu menempatkan orang-orang yang dipercaya oleh investor maka itu membuat dampak positif bagi indeks. Jika salah menempatkan orang-orang di kursi susunan kabinet maka itu bisa menjadi efek negatif,”tandasnya.

Secara umum, lanjutnya, investor lebih sentimen terhadap figur Jokowi. Namun terkait susunan kabinet nantinya, investor berharap tidak akan terjadi sistem transaksional. “Misal yang menang justru Prabowo, kemungkinan akan terjadi capital outflow, investor yang sekarang melakukan net buy, maka 56% mereka net sell, tapi itu jangka pendek. Mereka akan balik lagi karena saya kira kita adalah tiga besar emerging market yang menarik, sektor infrastruktur, perbankan dan perkebunan,” jelasnya.

Soal saham yang layak untuk dikoleksi pada hari ini (22/7), Budi menyarankan agar para investor bisa mengoleksi saham-saham sektor konstruksi dan infrastruktur. Karena, program yang dibawa oleh salah satu calon terkuat pemenang pilpres adalah soal konektivitas. Selain sektor konstruksi dan infrastruktur, Budi juga menyarankan untuk mengkoleksi saham komoditas seperti CPO. “Akan tetapi perlu dilihat juga harga di pasar global,” pungkasnya

Hal senada juga disampaikan Direktur CIMB Principal Asset Managenement, Cholis Baidowi, menyambut pemerintahan baru nanti laju indeks BEI akan mengalami tren positif dan bahkan hingga akhir tahun berada di level 5.350, “Pemerintahan baru nanti yang reformis dan mampu menangani masalah domestik akan membawa sentiment positif terhadap indeks BEI. Bahkan indeks tahun depan bisa tembus 6000,”ujarnya.

Hanya saja, presiden pilihan rakyat nanti juga akan mendapatkan perhatian serius dari pelaku pasar soal pengumuman kabinet nanti. Pasalnya, pengumuman susunan kabinet yang tanpa syarat balas budi dan di isi para teknokrat akan menjadikan katalis bagi indeks BEI untuk bergerak lebih rally lagi. Namun sebaliknya, jika susunan kabinet di isi para politisi sebagai bales budi akan menjadi hambatan bagi indeks BEI.

Sementara Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen pernah bilang, apapun hasil pilpres nanti, pelaku pasar sudah merespon positif pemilu kemarin dan ini menjadi keyakinan Indonesia masih stabil, “Karena itu, penguatan indeks harga saham gabungan pasca pilpres akan terus menguat,”ujarnya.

Mengakhiri perdagangan saham Senin awal pekan kemarin, IHSG ditutup menguat 40,109 poin (0,79%) ke level 5.127,123. Sementara Indeks LQ45 menanjak 7,200 poin (0,82%) ke level 881,316. Keyakinan pelaku pasar, pengumuman pemenang presiden terpilih versi real count KPU berjalan aman dan damai menjadi alasan, pasar kembali menguat,”Investor secara agresif melakukan aksi beli terhadap saham-saham di dalam negeri sehingga mendorong IHSG melanjutkan penguatan," kata analis HD Capital Yuganur Wijanarko. bari/bani