Ekspansi Bisnis, Waskita Garap Jalan Tol

NERACA

Jakarta – Bisnis konstruksi PT Waskita Karya Tbk (WSKT) terus berkembang biak seiring dengan tumbuh pesat pembangunan infrastruktur. Bahkan untuk menjawab tantangan kedepan, perseroan terus menyiapkan bisnis baru dengan menangkap peluang pasar yang menjanjikan. Teranyar, perseroan mulai menggeluti bisnis jalan tol dengan mendirikan perusahaan baru bersama Koperasi Waskita dengan nama PT Waskita Toll Road. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, pendirian perusahaan baru tersebut dilakukan pada 19 Juni di hadapan notaris Fathiah Helmi SH. Kata Sekretaris Waskita Karya, Haris Gunawan, adapun tujuan dari pendirian WTR ini adalah sebagai perusahaan untuk mengembangkan proyek investasi jalan tol. Pendirian perusahaan baru ini sedang dalam proses pengesahaan dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Namun Haris tidak menyebutkan jumlah saham dan juga komposisi dari pemegang saham serta modal disetor perusahaan baru tersebut. Asal tahu saja, belum lama ini perseroan juga agresif garap bisnis properti dengan membangun proyek apartemen di wilayah Surabaya sehubungan dengan kontrak kerja perseroan dengan PT Darmo Permai Group. “Ini merupakan momen final. Rencana kontrak kerja Waskita dan mewujudkan impian dalam membangun satu proyek," kata Kepala Divisi Realty Waskita, Didit Oemar Prihadi.

Adapun komposisi penyertaan modal dalam pembangunan proyek tersebut, menurut dia, Waskita memiliki 51% dan Darmo Permai sebesar 49%. Rencananya, proyek pengembangan di atas lahan seluas 34 hektar di wilayah Surabaya ini akan dilakukan setelah pemilihan presiden tahun ini. Diketahui, selain pengembangan di sektor properti, emiten pelat merah ini berencana melepas salah satu divisi usahanya untuk sektor properti dan bidang produksi beton pra cetak (pre-cast).“Dalam proses kajian. Perseroan mengharapkan tahun depan akan melepas salah satu dari dua divisi menjadi anak usaha baru. “ kata Sekretaris Perusahaan WSKT Haris Gunawan.

Sebelum melakukan spin off anak usahanya tersebut, manajemen perseroan sebelumnya menegaskan akan meningkatkan valuasi dan kinerja dua divisi usaha tersebut terlebih dahulu. Peningkatan kinerja itu dinilai sangat diperlukan sebagai modal awal untuk menggenjot kinerja anak usaha yang nantinya akan dibentuk supaya lebih maju lagi.

Informasinya, divisi usaha yang akan dilakukan spin off terlebih dahulu kemungkinan besar adalah ‎beton. Divisi usaha itu‎ memiliki pendapatan sekitar Rp447 miliar pada tahun lalu. Adapun tahun ini akan digenjot dua kali lipat menjadi Rp800 miliar.

Sementara itu, pada tahun ini perseroan menargetkan kenaikan laba bersih Rp442 miliar, atau naik 21,7% dari target rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) tahun lalu Rp363 miliar. pihaknya optimis, meski dibayangi sejumlah hambatan, seperti kenaikan tingkat suku bunga bank, sektor konstruksi diprediksi tetap akan menggeliat tahun ini.

“Kenaikan BI rate menyebabkan mayoritas bank menaikkan bunga juga. Itu akan berdampak terhadap sektor konstruksi karena permintaan berkurang. Meski demikian, sektor konstruksi optimistis masih dapat tumbuh tahun ini,” jelasnya.

Untuk mendukung kinerjanya di tahun ini, emiten pelat merah ini menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp869 miliar untuk mendukung ekspansi BUMN. Rinciannya, Rp115 miliar untuk peralatan proyek dan Rp749 miliar untuk pengembangan usaha. Diproyeksikan, pendapatan usaha pada tahun ini sebesar Rp11,8 triliun, naik tipis 5,7% dari target RKAP 2013 sebesar Rp11,16 triliun. Perseroan mengincar kontrak baru sebesar Rp18,7 triliun tahun ini atau naik 16,8% dari target kontrak sesuai RKAP 2013 senilai Rp16 triliun. (bani)

Related posts