Pedagang Akan Naikkan Harga Bertahap

NERACA

Jakarta – Sekretaris Jenderal Asosiasi Pedagang Pasar Seluruha Indonesia (APPSI) Ngadiran menyatakan bahwa kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan akan dilakukan secara bertahap dan berada dikisaran yang masih wajar dan dapat ditoleransi. Pihaknya pun mengakui ada beberaa pedagang yang telah menaikkan harga kebutuhan pokok dikisaran 2-5%. hal itu disebabkan karena meningkatnya beban logistik barang dan belanja perusahaan untuk memenuhi tunjangan pegawai jelang lebaran.

“Kenaikan harga pada kali ini kan masih sedikit, dan bisa ditoleransi. Kenaikkannya juga akan bertahap sesuai toleransi yang diberikan,” ujarnya di Jakarta, Kamis (12/6). Ngadiran mengatakan pihaknya memang sudah diberikan toleransi oleh Kementerian Perdagangan untuk menaikkan harga barang menjelang Ramadhan, namun harus secara bertahap. Menurut dia, sejak awal Juni 2014 ini, harga bahan makanan pokok seperti daging ayam, telur, cabai, dan berbagai bahan pokok lainnya naik dua hingga lima persen secara merata di berbagai daerah.

Berdasarkan catatan APPSI, harga daging ayam kecil dengan berat sekitar satu kilogram (kg), kata dia, naik Rp2000, menjadi Rp29 ribu dari Rp27 ribu. Sedangkan daging ayam seberat 1,5-2 kg menjadi sekitar Rp38 ribu dari Rp34 ribu. Kemudian, harga telur ayam mengalami kenaikan Rp1500 per kilogram menjadi Rp15.500 per kilogram dari Rp14.000 per kilogram.Selanjutnya, ujar Ngadiran, harga cabai rata-rata naik sekitar Rp5000 per kilogram, menjadi Rp16.000 dari Rp11.000. “Kemudian harga bawang merah dari sekitar Rp12.000 hingga Rp14.000, sekarang menjadi RP18.000-Rp20.000. Harga bawang putih Rp9.000 sekarang ada yang Rp11000-12.000,” ujar Ngadiran.

Maksimal 10%

Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan bahwa pemerintah akan menjaga kenaikan harga berbagai bahan kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1435 Hijriah maksimal 5%10%. “Sudah kami laporkan dan tidak akan terjadi kenaikan di luar kebiasaan, yaitu 5%-10% sebelum puasa dan 30 hari sebelum Idul Fitri,” kata Lutfi.

Ia menyebutkan stok semua kebutuhan pokok memadai dan pemerintah berupaya agar tidak terjadi gejolak harga. Meskipun demikian, ia mengakui selama sebulan sebelum puasa telah terjadi kenaikan harga karena meningkatnya permintaan. "Ada barang-barang yang punya tingkat kenaikan yang cukup tinggi, yaitu daging ayam, telur ayam, bawang merah, dan bawang putih," jelasnya.

Lutfi menyebutkan kenaikan tertinggi terjadi pada telur ayam, yakni lebih dari 10% dan bawang merah yang lebih dari 15%. Khusus untuk daging ayam dan telur ayam, kenaikan harga merupakan hasil rancangan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian demi menghindari kebangkrutan peternak.

Adapun untuk harga bawang merah, Lutfi menyatakan meski tinggi, masih di bawah harga referensi, yaitu Rp25.700/kg. Harga komoditas tersebut di pasaran saat ini Rp21.000/kg Rp24.000/kg. “Tetapi stok cukup dan terjadi panen, kami yakin harganya kembali normal menjelang puasa ini,” cetus Lutfi. Dengan optimisme harga akan kembali turun, pemerintah tidak membuka keran impor bawang merah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung menegaskan pemerintah akan memastikan tidak terjadi lonjakan kenaikan harga yang terlalu tinggi. “Kita tidak bisa hindari kenaikan harga di Ramadan dan Lebaran. Yang kita hindari kenaikan yang tidak proporsional, kenaikan yang terlalu berlebihan," ujarnya.

Terkait pengendalian harga beras dan gula, Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso mengatakan akan melakukan operasi pasar. Beras yang dijual Bulog 5%-10% lebih murah daripada harga pasar. Sementara itu, untuk gula, Bulog mengacu pada batas harga ang ditetapkan Kemendag, yakni Rp11.300/kg. Hasil survei penjualan eceren yang dipublikasikan Bank Indonesia, kemarin, memperkirakan tekanan harga barang dan jasa naik hingga Juli mendatang.

Related posts