Equity Life Targetkan Premi Rp700 Miliar

Jalarta - PT Equity Life Indonesia mentargetkan total premi netto sampai akhir tahun mencapai Rp700 miliar. Hingga semester I-2011 ini perseroan telah mencatatkan total premi sebesar Rp332,8 miliar. Direktur Equity Life David Soetadi menjelaskan, pencapaian target premi ini akan disokong oleh penambahan penambahan kantor cabang, di mana pada semester II-2011, perseroan akan membuka kantor cabang di Kalimantan. "Kita belum punya kantor cabang di sana, potensinya bagus di sana. Mereka punya tabungan banyak, tapi mereka bingung mau ke mana," jelas David kepada wartawan di Jakarta, Senin.

Di Kalimantan sendiri, David menargetkan total premi netto Rp5 miliar sampai akhir tahun, di mana perluasan jaringan ke Kalimantan ini akan dimulai pada September nanti. "Jadi kami saat ini mempunyai 50 kantor agensi dan 25 kantor cabang, yang tersebar di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan baru September," tambahnya.

Untuk di Kalimantan sendiri, David mengatakan sudah sangat siap melebarkan sayap karena melihat masyarakat yang berduit dari pekerja tambang dan sebagainya. "Kita sudah prepare market, atau kriteria, ada target premi yang dicapai harus dalam enam bulan disana," pungkasnya.

Selain itu, Equity Life Indonesia mengaku mengalami kenaikan laba hampir 300 persen pada semester I-2011 ini. Laba ini tercatat sebesar Rp1,420 miliar mengalami kenaikan dari sebelumnya rugi sebesar Rp4,27 miliar.

Direktur Equity Life Cyprianus Pranoto menjelaskan, kenaikan laba yang signifikan ini karena perseroan melakukan bisnis efisiensi cost dari segi operasional. "Juga penambahan omzet yang lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Agen bertambah juga kualitas produk banyak diminati, dan pengembangan produk baru," katanya.

Dari pencapaian tersebut sampai saat ini, perseroan juga menargetkan laba sampai akhir 2011 sebesar Rp16 miliar. Perseroan optimistis akan mencapai target tersebut karena mengikuti siklus asuransi korporasi yang naik di akhir tahun. "Siklus asuransi kan dari korporate enggak setiap bulan ada, biasanya diakhir tahun tinggi," ujarnya.

Lebih jauh, dia menambahkan sampai Juni 2011 ini juga perseroan mencatatkan hasil dana investasi sebesar Rp37,59 miliar. Dana investasi meningkat 30 persen dari pencapaian periode yang sama tahun sebelumnya. "Atau ini meningkat 15 persen dari akhir 2010," tukasnya.

Dana Kelolaan

Equity Life juga mencatatkan dana kelolaan sebesar Rp1,278 triliun hingga akhir semester I-2011. Angka ini meningkat sebesar 19,50 persen dari pencapaian periode yang sama tahun sebelumnya.

David Soetadi menjelaskan, peningkatan dana kelola investasi ini dikarenakan disokong oleh pertumbuhan produk produk unit linked Equity Life. "Peningkatan karena dari Unit linked yang banyak pilihan investasi. Ada tiga fund yang mulai dari moderate, konservatif, sampai high risk," jelas David.

Di samping itu, premi netto Equity Life juga mengalami peningkatan pada semester I ini. Hingga akhir Juni 2011 mencapai Rp332,8 miliar atau meningkat 4,14 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan premi ini dijelaskan David karena terus membaiknya perekonomian Indonesia. "Kondisi ekonomi makro, adanya kepastian, kurs yang stabil, inflasi yang tidak tinggi, politik yang stabil," jelas David.

Lebih jauh David menambahkan total asset Equity pada semester I mencapai Rp1,381 triliun atau meningkat sebesar 18,96 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.

BERITA TERKAIT

CSAP Bidik Dana Segar Rp 324,24 Miliar - Gelar Private Placement

NERACA Jakarta – Perkuat modal dalam mendanai ekspansi bisnis, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) berencana melakukan penambahan modal tanpa…

Ayers Asia AM Bidik Dana Kelola Rp 500 Miliar - Luncurkan Dua Produk Dinfra

NERACA Jakarta –  Targetkan dana kelolaan atau asset under management (AUM) hingga akhir tahun sebesar Rp 350 miliar hingga Rp…

Pertengahan Tahun, PBB dan BPHTB Sukabumi Sudah Mencapai Rp13 Miliar lebih - Usulan Kerjasama Pembayaran Pajak Via Minimarket

Pertengahan Tahun, PBB dan BPHTB Sukabumi Sudah Mencapai Rp13 Miliar lebih Usulan Kerjasama Pembayaran Pajak Via Minimarket NERACA Sukabumi -…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Pertumbuhan Kredit Juni Double Digit

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan penyaluran kredit perbankan pada Juni 2018 masih di…

Literasi Keuangan Dinilai Masih Rendah

      NERACA   Jakarta - Asosiasi Teknologi Finansial atau Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) mengatakan literasi keuangan masyarakat di…

BI Sebut Ada Capital Inflow Rp6 Triliun - Bunga Acuan Naik

      NERACA   Jakarta - Modal asing masuk melalui Surat Berharga Negara sebesar Rp6 triliun setelah imbal hasil…