ESDM Klaim Distribusikan 2.000 Konverter Kit

Sepanjang 2013

Selasa, 25/03/2014

NERACA

Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengklaim telah mengdistribusikan 2.000 konverter kit sepanjang 2013. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM Edy Hermantoro mengatakan bahwa konverter-konverter tersebut telah didistribusikan kepada instansi-instansi pemerintah. “Kita sudah anggarkan, artinya mendistribusikan 2.000 bukan 1.500, total anggaran yang dialokasikan Kementerian ESDM sudah didistribusikan ke semua seluruh kendaraan-kendaraan TNI, Polri, Pemerintah, ada juga ke pemerintah daerah,” ujarnya di Jakarta, Senin (24/3).

Edy mengaku telah siap untuk menerima berapapun anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk program konverter kit. “Ya kita dikasih sedikit cuma 500 ya kita mau,” jelasnya. Dirinya mengungkapkan, untuk proses tender konverter kit untuk tahun ini sudah akan dimulai. Sebab, Edi mengaku masih banyak kendaraan-kendaraan untuk pemerintah daerah yang masih belum terpasang alat konverter.

Sementara untuk kendaraan pribadi, Edi mengungkapkan akan terus dilakukan. Pasalnya, Direktorat Jenderal Migas telah berhasil melakukan pendistribusian konverter kit Bahan Bakar Minyak (BBM) ke gas kepada instansi-instansi pemerintah. “Ya namanya orang itukan tidak bisa langsung, tapi kalau orang pemerintahannya sudah pakai, kan ini sebagai percontohan,” tukasnya.

Sementara itu, Kementerian Perindustrian siap memasang 4.600 konverter kit pada kendaraan umum pada 2014. Adapun anggaran yang digelontorkan sekitar Rp200 miiliar. Direktur Industri Kimia Dasar Kementerian Perindustrian Tony Tanduk mengatakan tahun ini Kemenperin kembali memasukkan anggaran untuk pengadaan konverter kit untuk kendaraan umum dalam program kerja Kemenperin. Tahun lalu, anggaran yang disediakan sekitar Rp89 miliar tidak bisa terpakai lantaran gagalnya program ini.

Tidak berjalannya program ini pada 2013 lantaran ketersediaan stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) yang kurang mencukupi. Namun, tahun ini, pihaknya yakin proyek ini akan berjalan lantaran ada beberapa tambahan SPBG di wilayah Jabodetabek. Ada sekitar 8 SPBG yang sudah tersedia saat ini dan diharapkan dalam waktu dekat pemerintah bisa merealisasikan 4 SPBG lagi yang dijalankan oleh PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.

“Sisa SPBG secepatnya akan direalisasikan, kami tahun ini kemungkinan akan melakukan pengadaan sekitar 4.000-4.600 unit konverter kit dengan anggaran di Ditjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi senilai Rp200 miliar,” kata Tony.

Dirjen IUBTT Kemenperin Budi Darmadi mengatakan bila program konverter kit yang dilakukan pemerintah untuk kendaraan umum berhasil, kemungkinan besar industri akan berlomba-lomba untuk masuk ke bisnis tersebut untuk kendaraan pribadi. Adapun saat ini sudah ada investasi dari Jepang yang memproduksi konverter kit di dalam negeri.

Namun sayang, konverter kit tersebut belum bisa terserap di dalam negeri lantaran tidak ada permintaan. “Jadi itu diekspor ke Thailand, di sini membuat konverter kit, tetapi belum ada tabung silindernya sehingga masih harus impor. Produksinya dimulai 2 bulan lalu, yang pasti ini sudah kemajuan, industri sudah potong kompas mendahului yang proyek pemerintah untuk kendaraan umum,” ucapnya.

Dilanjutkan Budi, pihaknya tengah menyiapkan industri lokal untuk mempercepat konversi BBM ke BBG salah satunya adalah mempercepat pengadaan tabung konverter kit. “Ini adalah inisiatif teman-teman dari industri lokal yang menjadi pionir untuk pembuatan tabung converter kit tipe 4 atau dari komposit penuh. Ini yang bikin dari komposit penuh ada di Bandung,” ujar Budi.

Menurut Budi, sebelumnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan para eksekutif dari PT Diga Indo mempresentasikan produk tabung converter kit. “Kita sedang menuju ke arah pemakaian compressed natural gas (CNG) untuk otomotif. Tabung converter kit yang dipresentasikan bisa dipakai buat apa saja. Tangki gas untuk alat itu harus tahan untuk kekuatan 200 bar,” imbuhnya.