Asei Re akan Perbesar Bisnis Reasuransi

Pasca Ubah Nama

Kamis, 20/03/2014

NERACA

Jakarta - PT Asei Reasuransi Indonesia Persero (Asei Re) akan memperbesar kapasitas perusahaan dalam bisnis reasuransi setelah resmi berubah nama dari sebelumnya PT Asuransi Ekspor Indonesia (ASEI). "Perubahan nama menjadi Asei Re sudah mendapat persetujuan dari Kementerian BUMN selaku kuasa pemegang saham. Persetujuan juga lewat RUPS pada 10 Maret 2014 lalu," kata Direktur Utama Asei Re, Eko Wari Santoso di Jakarta, Rabu (19/3).

Menurut dia, selama ini dua bidang usaha perseroan, yaitu asuransi kerugian dan jasa pertanggungan ulang asuransi atau disebut reasuransi terhadap risiko yang dihadapi perusahaan asuransi kerugian, untuk menunjang peningkatan ekspor nonminyak dan gas serta kegiatan nonekspor.

Eko menjelaskan dengan mandat tersebut maka Asei Re ingin memperkuat dan memperluas bidang bisnis reasuransi dengan target menjadi pemain di tingkat regional dalam lima tahun mendatang. Pada 2008, kontribusi bisnis reasuransi masih relatif kecil atau berkisar 3,99% terhadap total premi, namun pada 2013 sudah mencapai sekitar 16,7% atau Rp188 miliar.

"Ini potensi yang sangat bagus untuk terus dikembangkan, sejalan dengan kebutuhan reasuransi yang sangat besar tidak saja di Tanah Air tetapi juga bisa dikembangkan keluar negeri," ujarnya Pada kesempatan itu, Eko menambahkan pada tahun 2013 perusahaan itu mencatat pendapatan premi bruto sebesar Rp1,08 triliun, tumbuh sekitar 27% dibanding tahun 2012 sebesar Rp847,4 miliar.

Saat yang bersamaan margin dari jasa "underwriting" mencapai Rp180,15 miliar, melonjak 39,3% dari Rp129,3 miliar tahun sebelumnya. Sementara aset tumbuh 46,8% menembus angka Rp1,9 triliun, dari sebelumnya Rp1,3 triliun pada 2012. [ardi]