Pefindo Turunkan Rating Sejumlah Perusahaan

Kinerja Memburuk

Jumat, 14/03/2014

NERACA

Jakarta- Kondisi perekonomian yang belum membaik yang berimbas pada turunnya kinerja beberapa perusahaan menjadi pertimbangan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk merevisi sejumlah rating perusahaan. Tidak tanggung-tanggung, sejak Januari 2014, Pefindo telah menurunkan peringkat empat perusahaan untuk sektor korporasi, dan satu perusahaan dari sektor keuangan.

Analis Pefindo Niken Indriarsih mengatakan, keempat perusahaan di sektor korporasi yang diturunkan peringkatnya, yaitu PT Indofarma Tbk menjadi BBB+, PT Perkebunan Nusantara III menjadi A+, PT Indomobil Wahan Trada BBB+, dan PT Trikomsel Oke Tbk menjadi A-. “Indofarma peringkatnya diturunkan karena faktor pelemahan rupiah dan mengalami penurunan produksi,” katanya di Jakarta, Kamis (13/3).

Hal itulah yang menjadi salah satu alasan yang menyebabkan turunnya prospek Indofarma dari stabil menjadi negatif. Renovasi yang dilakukan perseroan selama Februari sampai Juli 2013 telah membuat produksi menurun. Kinerja perseroan pun diperkirakan akan semakin melemah jika tidak dapat menyesuaikan harga jual. Sementara marjin keuntungan menjadi lebih rendah sehingga berdampak pada arus kas.

Adapun Indomobil Wahana Trada, diturunkan peringkatnya lantaran utang perseroan yang disebabkan tidak tercapainya target penjualan perseroan. Sementara itu, penurunan rating Trikomsel terjadi karena struktur permodalan yang lemah akibat agresifnya dalam aktivitas pembiayaan. Struktur permodalan yang lemah ini membuat peringkat Trikomsel turun dari A dengan outlook stabil.

Peringkat tersebut menunjukkan kekuatan posisi pasar di sektor ritel dan distribusi produk telekomunikasi. Di sisi lain, Trikomsel juga menghadapi tantangan struktur permodalan yang agresif dan ketatnya persaingan di industri telekomunikasi. Lalu untuk PTPN III, diturunkan peringkatnya dikarenakan turunnya profitabilitas perusahaan. Harga komuditas yang rendah berdampak pada struktur modal dan penurunan arus kas.

Sementara itu, dari sektor keuangan, pihaknya menurunkan peringkat PT Bank Sumut dari stabil menjadi negatif. Revisi dilakukan terutama karena dipicu oleh melemahnya kualitas aset bank untuk seluruh kategori aset, yaitu konsumer, komersial, maupun korporasi. Adapun faktor yang dapat mendukung peringkat, antara lain pasar captive bank di provinsi Sumatera Utara dan rentabilitas yang kuat.

Oleh karena itu, pihaknya akan melihat perbaikan yang dilakukan manajemen untuk meningkatkan kualitas asetnya. "Peringkat akan diturunkan apabila indikator kualitas aset bank tidak membaik dalam waktu dekat," kata analis Pefindo Hotma Parulian.

Diketahui, Bank Sumut merupakan Bank Pembangunan Daerah di Sumut yang fokus pada segmen konsumer dan UMKM. Perusahaan dimiliki pemerintah Provinsi Sumatera Utara sebesar 53,21% dan 27 pemerintah kota dan Kabupaten di Sumatera Utara sebesar 46,79%. (lia)