Laba LPEI Tumbuh 40,3%

Kinerja 2013

Kamis, 06/03/2014

NERACA

Jakarta - Indonesia Eximbank atau Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) membukukan laba Rp821,6 miliar selama 2013 atau naik 40,3% dibanding laba 2012 sebesar Rp585,6 miliar. "Ada tiga pendorong pertumbuhan laba pada 2013 yaitu pendapatan bunga yang meningkat akibat pelemahan nilai rupiah terhadap dolar AS," kata Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank, I Made Gde Erata, di Jakarta, Rabu (5/3).

Dia menyebutkan porsi pembiayaan lembaga itu sebagian besar dalam bentuk dolar AS sehingga pihaknya mendapatkan bunga pembiayaan berbentuk dolar AS juga. Erata melanjutkan pertumbuhan laba Indonesia Eximbank juga didorong penurunan rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) ratio. Gross NPL pada 2013 sebesar 3,26% turun dari 4,38% pada 2012.

Faktor ketiga, lanjut Erata, yaitu penurunan rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) 67,59% pada 2013 dari BOPO 2012 sebesar 68,76%. "Total aset kami pada 2013 tumbuh 39,42% menjadi Rp46,47 triliun dari aset 2012 sebesar Rp33,33 triliun," katanya.

Erata mengatakan pembiayaan Indonesia Eximbank pada 2013 mencapai Rp40,49 triliun dengan komposisi pembiayaan dalam valuta asing mencapai 56,68% dan pembiayaan dalam rupiah sebesar 43,32%. Porsi pembiayaan Indonesia Eximbank pada segmen non-usaha kecil dan menengah sebesar 91,04% dan segmen UKM sebesar 8,96%.

Sementara penjaminan Indonesia Eximbank pada 2013 meningkat 90,68% menjadi Rp2,094 triliun dari pinjaman 2012 sebesar Rp1,10 triliun. Di sisi asuransi, Indonesia Eximbank telah menggelontorkan dana Rp261,5 miliar sepanjang 2013.

Target tahun ini

Selain itu, lanjut Erata, LPEI menargetkan pertumbuhan 20% pada 2014 dari total aset pada 2013 yang mencapai Rp46,473 triliun. "Kami mengharapkan pertumbuhan yang lebih tinggi dari target yang ditetapkan pemerintah sebesar 17%-18%," terangnya.

Optimisme Indonesia Eximbank itu, menurut Erata, dilatarbelakangi harga-harga komoditas cenderung bergerak naik sejak awal 2014. "Pembangunan konstruksi untuk infrastruktur ekspor kita makin bagus selain pembangunan konstruksi kita di luar negeri yang juga makin bagus," tambah dia.

Indonesia Eximbank lebih mengandalkan pembiayaan konstruksi karena pertumbuhan industri konstruksi akan mendorong penggunaan tenaga kerja Indonesia selain produk-produk lain turunan konstruksi. Dari sisi aset, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia akan mendapatkan suntikan modal dari pemerintah sebesar Rp1 triliun pada akhir 2014 yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2014.

Indonesia Eximbank juga akan menerbitkan obligasi melalui penawaran umum berkelanjutan (PUB) sebesar Rp8 triliun sepanjang 2014 yang dibagi menjadi Rp4 triliun pada semester I 2014 dan Rp4 triliun pada semester II 2014.

"Kami menunjuk sejumlah lembaga penjamin emisi yaitu Standard Chartered Security, Indopremier Securities, CIMB Niaga Securites, dan HCBC Security," katanya. Bank penjamin eskpor itu juga berencana menerbitkan obligasi ritel hingga Rp1 triliun dari target penerbitan obligasi Rp4 triliun pada semester kedua.

Sementara di sisi bunga, Erata mengatakan Indonesia Eximbank belum berencana mengubah suku bunga sebesar 9,25% untuk rupiah dan 5,6% untuk valuta asing. "Kami akan melihat perkembangannya nanti untuk penetapan suku bunga dan juga perkembangan penambahan aset yang akan kami dapatkan tahun ini," tandasnya. [ardi]