Pangsa Pasar Astra International Masih Stabil

NERACA

Jakarta- Sebagai emiten otomotif, PT Astra International Tbk (ASII) pada awal tahun ini mencatatkan penjualan yang cukup stabil. Tercatat, perseroan menjual 54.823 unit kendaraan roda empat sepanjang bulan Januari 2014, atau mengalami peningkatan sebesar 6,56% secara year-on-year (yoy).

Dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), ASII menempati pangsa pasar mobil sebesar 53%. Namun, penjualan mobil perseroan masih di bawah pertumbuhan penjualan mobil nasional yang tercatat mencapai 103.494 unit, naik 7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 96.718 unit.

Penjualan mobil Toyota yang menjadi kontributor terbesarnya (65,4%), turun tipis sebesar 0,1% dengan penjualan sebanyak 35.888 unit mobil. Sebaliknya, untuk merek Daihatsu terjual sebanyak 16.084 unit, atau mengalami kenaikan sebesar 26,3% secara year on year.

Diketahui, laba bersih bisnis otomotif Grup Astra hingga September 2013 turun 5% menjadi Rp 6,9 triliun dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Dari total nilai tersebut, anak usaha perseroan menyumbang sebesar Rp 3,2 triliun, sedangkan perusahaan gabungan menyumbang Rp 3,7 triliun.

Dalam pernyataan resminya, diakui kalau permintaan terhadap kendaraan bermotor tetap tinggi dari konsumen. Tapi, persaingan yang ketat membuat kapasitas produksi domestik makin menumpuk. Belum lagi tingginya biaya tenaga kerja membuat laba bersih semakin menurun.

Total penjualan mobil secara nasional pada periode ini mengalami kenaikan 11% menjadi 908.000 unit. Penjualan mobil Grup Astra (Toyota, Daihatsu, Isuzu, UD Trucks, dan Peugeot) juga naik 7% menjadi 479.000 unit. Adapun secara penguasaan pangsa pasar, Grup Astra berkurang dominasinya menjadi 53% dari sebelumnya 55%.

Secara umum, ASII mencatatkan pendapatan bersih per September 2013 mencapai Rp 141,8 triliun, turun 1% secara year on year. Laba bersih turun 8% secara year on yeaar menjadi Rp 13,5 triliun dari Rp 14,7 triliun. Sementara laba bersih per saham menjadi Rp 333 per saham. Tercatat, laba bersih divisi otomotif turun sebesar 5% menjadi Rp 6,9 triliun, divisi jasa keuangan mengalami kenaikan 17% menjadi Rp 3,3 triliun, divisi alat berat dan pertambangan turun 23% menjadi Rp 2,1 triliun. Adapun laba bersih divisi agribisnis dan logistik masing masing turun sebesar 45% dan 28 %.

BERITA TERKAIT

Aksi Profit Taking Masih Hambat Laju IHSG

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (21/2) ditutup melemah 19,47 poin seiring dengan…

Investasi Pasar Modal di Kalbar Meningkat - Catatkan 9.566 Jumlah Investor

NERACA Pontianak - Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) cabang Pontianak, Taufan Febiola mengatakan, per 31 Januari 2018 sudah…

Pasar Modal Indonesia Sudah Teruji dan Kebal - Dihantui Sentimen Tahun Politik

NERACA Jakarta – Tahun 2018 masih memberikan harapan positif bagi kinerja Bursa Efek Indonesia dengan tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

TBIG Berikan Layanan Kesehatan di Jateng

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), PT Tower Bersama InfrastructureTbk (TBIG) memberikan bantuan pangan dan…

BEI Perpanjang Suspensi GREN dan TRUB

Lantaran belum melakukan pembayaran denda, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperpanjang penghentian sementara perdagangan efek PT Evergreen Invesco Tbk (GREN)…

Bukalapak dan JNE Hadirkan Layanan JTR

Sebagai bentuk komitmen Bukalapak untuk terus berusaha memberikan layanan terbaik dan mengoptimalkan jasa layanan pengiriman barang besar yang dapat mempermudah dan…