Perluas Pasar, AJB Bumiputera Luncurkan 3 Produk

NERACA

Jakarta - Demi meningkatkan penetrasi pasar, Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 meluncurkan tiga produk pada segmen yang berbeda. Direktur Utama AJB Bumiputera, Madjdi Ali mengungkapkan AJB Bumiputera sedang memperbaiki posisi untuk memperebutkan pangsa pasar yang lebih luas yakni dengan memasarkan tiga produk asuransi, yakni Mitra Asuransi Rakyat Indonesia (Mitra Asri), Mitra Tani Idaman serta Mitra Amanah.

"Kami yakin, dengan tiga produk tersebut, AJB bisa masuk dalam koridor baru yang tertuang dalam RKAP 2014 dan masuk dalam tahun pertama dalam perencanaan bisnis periode 2014-2018," katanya, pekan lalu.

Selain itu, Direktur Teknik dan Aktuaria AJB Bumiputera, Mohammad Irsyad menjelaskan, Mitra Asri adalah produk asuransi mikro yang dimiliki Bumiputera dengan menyasar perlindungan keluarga dengan premi sangat terjangkau. “Mitra Asri ini ditujukan perlindungan keluarga dengan premi Rp50 ribu hingg Rp250 ribu pertahunnya,” ucap dia.

Dia juga menjelaskan, produk ini memberikan solusi ketika ada anggota keluarga yang meninggal dunia dan perlu biaya pemakaman atau biaya lain yang terkait dengan orang yang meninggal. “Memang semua orang berharap panjang umur, tapi manusia tidak bisa memprediksi usia seseorang kan karena itu antisipasi itu penting,” imbuh dia.

Sedangkan untuk produk Mitra Tani Idaman, ditujukan sebagai proteksi petani perkebunan guna melangsungkan usahanya dengan merencanakan peremajaan tanaman. Untuk asuransi Mitra Amanah didesain memberikan perlindungan jiwa sekaligus memiliki fasilitas investasi sesuai prinsip syariah.

Menurutnya, AJB Bumiputera menargetkan perolehan premi untuk ketiga produk tersebut sebesar Rp100 miliar tahun ini. Ketiga produk itu akan berkontribusi bagi proyeksi pendapatan premi AJB Bumiputera menjadi Rp8,1 triliun di 2014 atau naik 42,1% dibandingkan tahun sebelumnya Rp5,7 triliun.

Bumiputera memiliki visi untuk menjadi perusahaan asuransi jiwa terpercaya dan terkemuka di Indonesia. Untuk itu, Bumiputera meluncurkan 3 produk di tiga lini bisnis yang dimiliki. "Selain pemasaran ketiga produk asuransi, AJB Bumiputera juga menjalin kemitraan dengan perbankan untuk saluran (channel) distribusi (bancassurance). Serta, keberadaan cabang prioritas. Kedua channel akan memperkuat jaringan pemasaran AJB Bumiputera yang memiliki 400 kantor pelayanan dan 26 ribu agen," ujar Irsyad.

Irsyad menambahkan, sedangkan dua saluran distribusi yang diluncurkan, ialah saluran distribusi melalui perbankan dan juga keberadaan cabang prioritas. Keberadaan distribusi ini diharapkan mengangkat kembali keberadaan AJB Bumiputera 1912. “Kedua saluran ini akan memperkuat armada pemasaran yang dimiliki Bumiputera saat ini, yaitu lebih dari 400 kantor pelayanan dan lebih dari 26 ribu agen”, jelas Irsyad.

Irsyad menjelaskan, Bancassurance yang telah berjalan selama ini dengan bekerjasama Bank Pembangunan Daerah (BPD), yaitu melindungi nasabah perkreditan BPD. Ke depannya, menurut Irsyad kerjasama ini akan terus ditingkatkan dari sisi produk maupun jumlah bank yang akan diajak bekerjasama. [sylke]

BERITA TERKAIT

Multi Indocitra Siapkan Capex Rp 10 Miliar - Kembangkan Empat Produk Baru

NERACA Jakarta – Danai ekspansi bisnis dengan rencana merilis empat produk baru, PT Multi Indocitra Tbk (MICE) anggarkan belanja modal…

Tugas Sulit Pemerintah-BI Redam Gejolak Pasar

Oleh: Satyagraha Suasana pasar keuangan global dalam beberapa minggu terakhir yang mengakibatkan ketidakpastian telah memberikan kekhawatiran kepada pelaku pasar, pemangku…

WIKA Realty Pilih Tunda Rencana IPO - Pasar Dinilai Tidak Kondusif

NERACA Jakarta – Lagi, untuk kesekian kalinya rencana PT Wijaya Karya Realty Tbk untuk go public atau mencatatkan saham perdananya…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Kebutuhan Uang Tunai Lebaran Rp 188,2 Triliun

      NERACA   Jakarta - Deputi Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi memperkirakan kebutuhan uang tunai selama periode Ramadhan…

OJK : Tidak Ada Penarikan Simpanan Besar-Besaran

    NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak mendeteksi adanya potensi penarikan dana simpanan nasabah secara besar-besaran,…

Akuisisi Muamalat oleh BRI Tanpa Intervensi

    NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan bahwa pihaknya dan pemerintah selama ini tidak pernah mengintervensi…