Tantangan Berat Tidak Pengaruhi IPO - Minat Masih Tinggi

NERACA

Jakarta- Meski tidak semulus pada semester pertama tahun lalu, pelaksanaan penawaran saham umum perdana (Initial Public Offering/IPO) masih menjadi alternatif perusahaan memperoleh tambahan dana di tahun 2014. Pihak otoritas PT Bursa Efek Indonesia mengaku, ada empat perusahaan yang telah menyatakan minatnya dan siap masuk bursa. “Keempat perusahaan menggunakan buku September 2013.” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen di Jakarta, pekan ini.

Keempat perusahaan tersebut, sambung dia, telah melakukan registrasi yaitu PT Graha Layar Prima (Blitzmegaplex), PT Bali Towerindo Sentra, PT Intermedia Capital (ANTV), dan PT Eka Sari Lorena Transport. Namun dari keempatnya, kata dia, baru PT Bali Towerindo Sentra (BALITOWER) yang telah melakukan mini expose di bursa. “Sisanya, baru melakukan registrasi,” ujarnya.

Menurut dia, BALITOWER berencana melepas 15% sahamnya ke publik dan menunjuk RHB OSK Securities Indonesia sebagai penjamin emisi dalam pelaksanaan IPO. Diperkirakan, perusahaan yang bergerak di bidang jasa menara dan sharing transmisi memiliki aset sekitar Rp400 miliar-Rp500 miliar.

Sementara untuk PT Eka Sari Lorena Transport, sebenarnya berminat untuk melepas sahamnya sejak 2010. Namun rencana tersebut belum dapat terealiasikan karena belum memperoleh izin dari pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selanjutnya, perusahaan transportasi ini disebut-sebut kembali mengajukan IPO pada tahun 2014. “Lorena kembali mengajukan, dengan buku yang baru yaitu September 2013,” imbuhnya.

Rencananya, Lorena akan melepas sekitar 42,8% atau setara dengan 750 juta saham. Dana hasil IPO ini nantinya akan digunakan untuk mengembangkan usahanya, seperti pembelian bus. Adapun ANTV, sebelumnya juga dikabarkan akan melepas 10% saham ke publik dan menunjuk Ciptadana Securities sebagai penjamin emisinya.

Selain keempat perusahaan tersebut, masih ada beberapa nama perusahaan lainnya yang dikabarkan berminat melaksanakan penawaran sahamnya, antara lain PT Soechi Line, PT Blue Bird, PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo, PT Bank Ina Perdana, PT Bank Panin Syariah, dan PT Puradelta Lestari.

Dari sejumlah perusahaan tersebut, PT Bank Ina Perdana, PT Bank Panin Syariah, dan PT Puradelta Lestari telah melakukan paparan publik. PT Puradelta Lestari yang sudah menetapkan kisaran harga saham IPO sebesar Rp205-Rp255 per saham, hingga kini belum listing di bursa. Padahal, perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan kawasan industri sudah melakukan paparan publik pada Juli 2013, dengan melepas 20% sahamnya dan menargetkan dana IPO sebesar Rp2,2 triliun hingga Rp2,77 triliun.

Sementara itu, Bank Ina Perdana menawarkan harga saham IPO di kisaran Rp180-Rp250 per saham, dengan harapan meraup dana hasil IPO sebesar Rp142,20 miliar hinga Rp197,50 miliar. Rencana awal, perseroan listing di bursa pada 20 Desember 2013, akan tetapi diundur hingga 2014. Terakhir PT Bank Panin Syariah yang menargetkan listing pada 14 Januari 2013 dengan menawarkan harga perdana saham di kisaran Rp100-Rp120 per saham. Dana hasil IPO diperkirakan sebesar Rp500 miliar-Rp600 per saham. (lia)

Related posts