Sambut Tahun Baru, Kebutuhan Uang Kartal Makin Meningkat - Uang Tunai Masih Jadi Favorit Masyarakat Dalam Bertransaksi

Sepanjang Desember uang tunai masih menjadi pilihan favorit masyarakat dalam bertransaksi, khususnya untuk kebutuhan menjelang Natal dan Tahun Baru. Tak ayal, dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, kebutuhan uang kartal terus melesat naik.

NERACA

Penggunaan duit tunai yang seminimal dalam transaksi jual-beli dianggap sangat bermanfaat bagi perekonomian. Banyak cara untuk melakukannya, mulai dari penggunaan kartu kredit sampai telepon seluler, sebagai pengganti duit tunai. Meski manfaatnya besar, penggunaan duit elektronik (e-money) di Indonesia masih belum terlalu besar.

Pasalnya, walaupun tren penggunaan uang elektronik dalam "cash less society" (masyarakat tanpa yang tunai) semakin gencar, kebutuhan uang kartal terus meningkat. Kebutuhan uang kertas dan logam masih tetap besar lantaran pengguna e-money masih pada level menengah ke atas yang umumnya tinggal di kota-kota besar.

Tak hanya itu, melonjaknya kebutuhan uang tunai ini juga dipicu oleh makin tingginya jumlah populasi masyarakat yang menggunakan uang tunai untuk bertransaksi. Ya, hampir sebagian besar masyarakat Indonesia memiliki perilaku konsumtif dan menyukai barang-barang baru. Mereka rela menghabiskan sebagian pendapatan mereka untuk membeli produk baru yang sedang tren. Apalagi promo-promo menggiurkan menjelang tahun baru yang bermunculan sangat memanjakan masyarakat.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi dan Hubungan Masyarakat, Difi A. Johansyah menuturkan, Bank Indonesia (BI) memproyeksikan, kebutuhan uang tunai untuk Natal dan Tahun Baru mencapai Rp76,01 triliun di Desember 2013. Kebutuhan uang tunai itu naik 14,4% jika dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya senilai Rp 66,44 triliun. Untuk mengantisipasi itu, BI telah mempersiapkan uang tunai terebut.

"BI sudah menyiapkan uang tunai/kartal dalam jumlah mencukupi untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru," kata dia

Adapun, jumlah uang tunai didominasi oleh uang pecahan besar (UPB) yang berkisar antara 97%-98% dari total keseluruhan outflow periode Desember 2013.

Bank Mandiri misalnya, melakukan antisipasi kebutuhan dana tunai selama libur panjang Natal (2013) dan Tahun Baru (2014) dengan menyiapkan dana sebesar Rp 16,25 triliun. Jumlah itu naik 10% jika dibandingkan tahun lalu.

Corporate Secretary Bank Mandiri Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, pendistribusian dana difokuskan pada 23 Desember 2013 sampai 1 Januari 2014. Pasalnya, pada rentang waktu itu, transaksi masyarakat diperkirakan meningkat untuk pemenuhan kebutuhan perayaan Natal dan tahun baru 2014.

“Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan dana nasabah, kami menyiapkan pasokan dana sebesar Rp 1,3 triliun per hari untuk mengisi mesin ATM pada dua hari sebelum Natal sampai dengan hari pertama Tahun Baru 2014,” kata Nixon dalam siaran pers yang diterima Neraca beberapa waktu lalu.

Bank Mandiri, sambung Nixon, juga menerapkan sistem Cash Managementdan sistem monitoring operasional seluruh ATM, baik untuk menjaga ketersediaan uang dalam ATM.

”Kami berupaya memastikan Mandiri ATM selalu siap digunakan dengan dukungan pengelola ATM dan teknisi handal untuk memonitoring kinerja ATM selama 24 jam,” ujar Nixon.

Saat ini, nasabah Bank Mandiri dapat melakukan transaksi melalui 11.454 ATM Mandiri yang tersambung dalam jaringan ATM Link dengan jumlah total 38.342 ATM. Selain itu, Bank Mandiri juga menyediakan layanan 24 jam lainnya seperti Mandiri SMS, Mandiri Mobile, Mandiri Internet dan Mandiri Call atau Phone Banking.

Mandiri Call 14000 melayani nasabah 7x24 jam sepanjang tahun termasuk pada periode libur Natal dan Tahun Baru 2014, baik layanan melalui phone banking secara otomatis maupun layanan melalui Staff, melalui Mandiri SMS dan Mandiri Internet nasabah dapat pula menikmati layanan perbankan kapanpun dan dimanapun.

Seluruh layanan perbankan 24 jam ini menyediakan sarana yang memungkinkan nasabah bertransaksi dengan nyaman dan aman berupa informasi rekening, transaksi transfer, transaksi pembayaran listrik, air, telepon/handphone, kartu kredit, tiket pesawat dan kereta api, pajak, pendidikan, asuransi, televisi berlangganan, internet, atau pembelian isi ulang pulsa.

“Seluruh kantor cabang Bank Mandiri yang berjumlah 1.983 kantor, akan tetap beroperasi seperti biasa hingga akhir tahun 2013, kecuali pada libur natal dan tahun baru. Sedangkan pada cuti bersama tanggal 26 Desember 2013, Bank Mandiri mengoperasikan masing-masing 145 cabang di seluruh Indonesia untuk melayani pembayaran setoran BBM/non-BBM nasabah Pertamina serta transaksi kas terbatas untuk pembayaran pajak,” tambah Nixon

Related posts