Agung Podomoro Terbitkan Obligasi Rp1,3 Triliun

NERACA

Jakarta- Untuk mendukung bisnisnya di tahun depan, PT Agung Podomoro Tbk (APLN) kembali akan melakukan penawaran obligasi berkelanjutan (PUB) senilai Rp1,3 triliun. Selain melakukan pengembangan proyek properti, perseroan juga akan menggunakan dana dari hasil penerbitan obligasi tersebut untuk mengakuisisi lahan baru. “Kita akan lakukan lagi sisa dari PUB tahap pertama. Tahap pertama kita sudah lakukan sebesar Rp1,2 triliun dari total keseluruhan Rp2,5 triliun,” kata Wakil Direktur PT Agung Podomoro Land Tbk Indra Widjaja, di Jakarta kemarin.

Dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi ini, menurut dia, akan dialokasikan untuk belanja modal (capital expenditure/capex) di tahun depan sebesar Rp4,5 triliun. Dari besaran dana tersebut, antara lain akan digunakan perseroan untuk mengakuisisi lahan baru di wilayah Jakarta dan Surabaya, serta memulai pembangunan landed house di wilayah Bandung Selatan, Jawa Barat.

Rencananya, kata dia, perseroan akan membangun perumahan kelas menengah sebanyak 1.000 unit. Harga jual untuk satu unit rumah diperkirakan sekitar Rp200-Rp500 juta dengan luas 100-200 meter persegi. “Harga jual rumah sekitar Rp200-500 juta per unitnya,” ujarnya.

Untuk saat ini, sambung dia, proses akuisisi lahan telah selesai dilakukan. Diharapkan pemasarannya sudah dapat dilakukan pada kuartal ketiga tahun 2014. Targetnya, dari beberapa proyek yang telah dikembangkan perseroan, pada tahun depan pihaknya dapat mengantongi penjualan pemasaran (marketing sales) mencapai Rp6 triliun, atau hanya naik sekitar 10% dari proyeksi akhir tahun ini sebesar Rp 5 triliun.

Menurut dia, pertumbuhan tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang dapat mencapai 30%. Pasalnya, di tahun depan akan berlangsung Pemilihan Umum (Pemilu) yang dinilai akan berdampak pada penjualan perseroan. “Besok tahun Pemilu jadi tidak tinggi (penjualannya),” imbuhnya.

Tercatat hingga September 2013 perseroan mencatatkan marketing sales sebesar Rp4,04 triliun. Angka tersebut melonjak 15,43% dari sebelumnya Rp3,5 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dari total penjualan tersebut, The Podomoro City Extension sebesar 44,8% atau setara Rp1,8 triliun. Diikuti Metro Park Residence sebesar 14,2%, Vimala Hills 12,8%, The Borneo Bay Residances di Balikpapan sebesar 10,5%, Grand Taruma sebesar 6,8% dan Soho@Pancoran sebesar 5,9%.

Sejumlah akuisisi yang telah dilakukan perseroan di tahun ini antara lain akuisisi lahan seluas 5,2 hektar di pusat kota Medan, Sumatera Utara. Rencananya, perseroan akan mengembangkan superblok pertamanya di daerah tersebut termasuk unit apartemen, area perkantoran jual, pusat belanja, hotel dan kios untuk segmen kelas menengah ke atas di area tersebut. “Superblok ini diharapkan akan menghasilkan penjualan pemasaran lebih dari Rp5 triliun dalam waktu 3-4 tahun mendatang." kata Direktur Utama PT Agung Podomoro Land Tbk, Trihatma Kusuma Haliman. (lia)

Related posts