Bea Cukai Biang Keladi Maraknya Impor Ilegal?

NERACA

Jakarta – Kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sejauh ini masih buruk. Seiring mencuatnya kasus suap yang menimpa salah satu pegawainya, Bea Cukai juga dikritik keras lantaran berkinerja buruk dalam mengawasi barang impor ilegal yang begitu mudah masuk ke pasar domestik. Hal ini tercermin jelas dari data Kementerian Perdagangan yang menyebut peredaran barang impor ilegal mencapai 70% dari keseluruhan barang beredar yang tidak sesuai aturan.

Pengamat ekonomi FE UI Telisa Aulia Falianty mengatakan ada beberapa penyebab buruknya kinerja pegawai Bea Cukai. Yakni, kurangnya aparat yang mengawasi lapangan sehingga pengawasan masuknya barang kurang detail. Selain itu, tambah Telisa, jam kerja pegawai juga menjadi salah satu keluhan.

“Jam kerja di Bea Cukai kurang memadai, mereka kan kerjanya jam kantor, sedangkan barang datang itu bisa kapan saja, mungkin di situ celah lolosnya barang barang ilegal,” ujarnya kepada Neraca, kemarin.

Menurut Telisa, pengawasan yang dilakukan oleh Bea Cukai memang lemah dan perlu ditingkatkan. “Misalnya sistem pengawasan manual yang seperti saat ini sangat rawan untuk dicurangi, beda dengan sistem online yang lebih sulit untuk diacak-acak, bahkan online itu bisa untuk meminimalisir penyuapan,” ujar dia.

Secara terpisah, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Anton Supit menilai maraknya barang-barang ilegal yang melewati pelabuhan lantaran barang yang masuk jumlahnya banyak dan pengawasan dari aparat yang berwenang juga lemah. Hasilnya adalah barang-barang ilegal masuk dengan bebasnya.

Bahkan Anton mengatakan masuknya barang-barang impor ilegal lantaran ada perintah dari atasan aparat tersebut sehingga ketika ada barang impor masuk tanpa dokumen ataupun keterangan yang resmi akan mudah masuk ke Indonesia. “Mungkin saja ada permainan dari atasannya sehingga yang memeriksa juga akan membebaskan barang-barang tersebut,” kata Anton saat dihubungi Neraca.

Sementara itu, Menurut Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi, tugas Bea Cukai (BC) dalam melakukan pemeriksaan terhadap barang-barang impor ilegal tidak bisa sedetail mungkin. Pasalnya BC hanya menggunakan pemeriksaan individual.

“Dia (BC) hanya menggunakan pemeriksaan dokumen dan pemeriksaan sample saja. Karena banyak sekali barang yang tidak diperiksa satu persatu,” kata Bayu saat konferensi pers tentang pengawasan barang-barang ilegal di Kemendag, kemarin.

Pihaknya juga telah menemukan 307 barang ilegal yang tidak mematuhi aturan undang-undang. Untuk memperketat pengawasannya, Bayu mengatakan bahwa hasil dari temuan tersebut akan disampaikan ke Direktorat Jenderal Bea Cukai sehingga kedepannya pengawasan untuk barang-barang tersebut lebih diperketat.

“Hal ini selalu kita sampaikan ke BC. Karena dengan demikian BC bisa memahami bahwa jenis-jenis barang ini resikonya telah naik. Karena BC itu bekerja berdasarkan resiko, ketika resiko barang-barang tersebut tinggi maka pengawasan diperketat. Akan tetapi kalau resikonya rendah maka pengawasannya juga rendah,” ungkapnya.

Related posts