Raup Laba Rp117,8 Miliar, Elnusa Yakin Lampaui Target

NERACA

Jakarta- Manajemen PT Elnusa Tbk (ELSA) mengaku telah mengantongi 85% dari target laba bersih yang dipatok perseroan tahun ini sebesar Rp138 miliar. Tercatat, laba bersih perseroan pada kuartal ketiga 2013 sebesar Rp117,8 miliar, naik 48% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 79,5 miliar. “Dengan laba bersih saat ini yang telah tercapai 85% dari target, kami sangat optimis target pada tahun ini dapat kami lampaui,” kata Vice President of Corporate Finance ELSA, Nurkholis di Jakarta, Selasa (29/10).

Menurut dia, pada periode ini, perseroan juga telah melunasi seluruh kredit modal kerja sehingga saldo utang bank perseroan (interest bearing debt) turun dari US$ 124 juta pada bulan Juni 2011 menjadi US$ 68 juta. Maka dengan pencapaian ini, kata dia, akan berdampak pada penurunan financing cost yang dapat mendukung pertumbuhan bisnis perseroan.

Total kas dan setara kas yang dicatatkan perseroan, sambung dia, juga tumbuh 70% menjadi Rp 1,33 triliun dari Rp 785 miliar, dengan kas bersih yang dihasilkan dari aktivitas operasi meningkat sebesar 69% menjadi Rp 650 miliar. Begitu juga dengan profit margin dari 11% menjadi 14% dengan pertumbuhan net profit margin dari sebelumnya berada di kisaran 2% menjadi 4%. “Penerapan selective customer dan selective project yang dikerjakan dengan fokus pada bisnis yang memiliki marjin tinggi dan ditunjang dengan implementasi operation excellence dan financial management telah mendorong tumbuhnya kinerja Perseroan tahun ini,” tuturnya.

Memang, dari data laporan keuangan kuartal ketiga 2013, perseroan menekan beban pokok pendapatan dengan penurunan sebesar 19% dari sebelumnya Rp 3,1 triliun menjadi Rp 2,5 triliun. Alhasil, meski pendapatan perseroan turun 16%, atau menjadi Rp 2,92 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 3,48 triliun, laba bersih perseroan cukup positif.

Salah satunya, pada jasa sub kontrak yang turun 30% menjadi Rp 683,56 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 983,6 miliar. Dengan penghematan tersebut, laba kotor yang dicatatkan perseroan naik 9% menjadi Rp 416,07 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 379,93 miliar.

Kontrak Baru

Informasinya, hingga Juni 2013 perseroan telah mengantongi kontrak senilai US$105 juta atau sekitar Rp1,17 triliun dari segmen jasa seismik atau eksplorasi. Sekitar 70% dari kontrak ini atau sekitar Rp819 miliar akan dibukukan untuk tahun 2014 mendatang, sedang 30% atau sekitar Rp351 miliar rupiah akan dibukukan sebagai pendapatan pada tahun ini.“Sampai dengan bulan Juni kita sudah mengumpulkan kontrak sekitar US$ 105 juta, itu termasuk carry over tahun lalu,” kata Direktur Utama Elnusa, Elia Massa.

Menurut dia, total kontrak yang telah didapatkan tersebut sudah termasuk carry over kontrak dari tahun 2012. Kontrak tersebut terdiri dari seismik zona transisi dan laut unit bisnis seismik darat. Proyek zona transisi yang cukup signifikan terletak di Kalimantan dan Papua. Sementara itu, proyek seismik darat yang besar tersebar di Sumatra Selatan dan Jawa Barat.

Dari perolehan kontrak jasa seismik ini, perseroan dinilai dapat mengamankan pendapatan tahun 2014 sebesar Rp819 miliar rupiah. Targetnya, perseroan dapat memperoleh kontrak baru hingga akhir tahun ini mencapai US$327 juta. Diperkirakan, pada tahun 2014 perseroan dapat mengumpulkan kontrak seismik sebesar US$160 juta hingga US$180 juta atau sekitar Rp1,78 triliun-Rp2,01 triliun, termasuk carry over pada tahun ini. (lia)

Related posts