Bumi Perkasa Permai Siap Pasarkan Apartemen di Tengah Kota Jakarta

Selasa, 22/10/2013

NERACA

Jakarta - PT Bumi Perkasa Permai tidak lama lagi akan menyelesaikan keseluruhan pembangunan proyek kawasan terpadu Green Central City seluas 1,4 hektar yang terletak di Jl Gajah Mada No 188, Jakarta Barat, tidak jauh dari pusat perdagangan elektronik Glodok. Pasalnya, saat ini PT Bumi Perkasa Permai tinggal menyelesaikan finishing apartemen Cerbera Tower. Sementara Adenium Tower sudah dihuni sejak dua tahun lalu.

Adapun total unit apartemen yang ada di Green Central City berjumlah 844 unit plus penthouse. Selain dua tower apartemen, juga terdapat tower hotel yang telah dioperasikan oleh jaringan hotel international Novotel sejak awal 2013.

“Dari total 220 unit apartemen yang dipasarkan di Cerbera Tower, saat ini 75% sudah terjual. Kami akan mulai menyerahkan apartemen di Cerbera Tower pada bulan Desember 2013. Dan kami optimis akhir tahun ini seluruh unit apartemen di Cerbera Tower habis terjual semua karena apartemen yang kami pasarkan ini memiliki banyak keunggulan,” ujar Marketing Manager PT Bumi Perkasa Permai Chris Tejasukmana di Jakarta, Senin (21/10).

Managing Director Urban Development PT Modernland Realty, Andy K. Natanael memaparkan berbagai keunggulan yang dimiliki apartemen Green Central City. Antara lain, lokasinya sangat strategis. Green Central City terletak di salah satu kawasan segi tiga bisnis tersibuk di ibu kota, yakni Jl Gajah Mada, Jl Mangga Dua dan Jl Pasar Pagi. PT Modernland Realty adalah perusahaan yang bekerjasama memasarkan Green Central City.

Ketiga jalan tersebut sudah lama tersohor dengan kekhasannya masing-masing. Jl Mangga Dua terkenal sebagai pusat bisnis fashion, Pasar Pagi tersohor sebagai sentra perdagangan tekstil dan alat tulis kantor (ATK), sedangkan Jl Gajah Mada terkenal sebagai pusat perdagangan elektronik terbesar.

“Jadi selain cocok untuk usahawan yang mengembangkan usaha di kawasan segi tiga bisnis tersebut, apartemen ini juga tepat bagi pengusaha daerah yang bolak-balik setiap minggu atau setiap bulan untuk berbelanja di Pasar Pagi, Pasar Glodok, atau Mangga Dua. Banyak pedagang dari kota-kota besar di Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera membeli unit apartemen di sini,” papar Andy.

Lebih lanjut Andy mengatakan, dengan adanya moda transportasi umum busway Trans Jakarta, apartemen 24 lantai ini juga sangat ideal untuk hunian bagi mereka yang bekerja di kawasan Harmoni, Jl Merdeka Barat, Timur, Utara, dan Selatan, serta Jl Sudirman dan Thamrin. Dengan naik Trans Jakarta mereka hanya butuh waktu 10-15 menit untuk sampai kantor.

“Apartemen ini juga dapat dijadikan solusi paling ekonomis bagi mereka yang selama ini tinggal di Bodetabek, tapi bekerja di koridor Gajah Mada – Hayam Wuruk – Thamrin – Sudirman. Pada hari Senin – Jum’at mereka bisa tinggal di apartemen ini, sementara Jumat malam hingga Minggu mereka bisa kembali ke rumahnya,” kata Andy.

Selain unggul di lokasi, dan kemudahan moda transportasi umum, apartemen ini masih banyak memiliki keunggulan lainnya. Yakni, di kawasan Green Central City ini terdapat cagar budaya Chandra Naya. Bangunan ini adalah aset nasional yang memiliki nilai sejarah tinggi terutama bagi masyarakat keturunan Tionghoa.

Lalu, pembangunan mixed use ini juga mengusung kaidah ramah lingkungan . Konsep hijau itu antara lain diterapkan dengan penyediaan sky park yang menghubungkan antara Hotel Novotel dengan kedua tower apartemen. Selain sebagai ruang terbuka hijau, sky park yang dipadati dengan aneka jenis tanaman ini juga difungsikan untuk jogging track, taman bermain anak-anak, dan tempat bersantai seluruh warga.

Kemudian, kedua tower apartemen, Adenium dan Cerbera, adalah hunian vertikal yang dikembangkan di lahan terluas dibandingkan apartemen yang ada di kawasan sekitar. Fasilitas yang tersedia juga lengkap. Untuk menunjang kebutuhan tamu hotel dan penghuni apartemen, tersedia pula restoran Lei Garden yang menyajikan menu nasional dan internasional, area komersial di bridge floor, gerai ATM, mini market, kolam renang, dan area parkir berkapasitas 1.100 mobil. Jumlah parkir ini jauh melebihi jumlah unit apartemen di Green Central City.

Selain itu, kata Andy, harga apartemen di Cerbera Tower masih reasonable, bahkan tidak naik meski harga-harga material bangunan telah mengalami kenaikan. Dengan harga yang rasional, mulai dari Rp16,5 juta – Rp20 juta per m2, peluang konsumen untuk menikmati keuntungan dari kenaikan harga sangatlah tinggi. Untuk apartemen di Cerbera Tower, saat ini PT Bumi Perkasa Permai masih memasarkan tipe 1 bedroom (BR) dengan luas mulai 36 m2 seharga Rp695 juta, tipe 2 bedroom mulai 44 m2 seharga Rp915 juta, dan tipe 3 bedroom mulai 82 m2 seharga Rp1,59 miliar.

“Tower Cerbera adalah pilihan tepat untuk mendukung keinginan warga yang berniat kembali ke tengah kota. Tinggal di apartemen adalah solusi tepat menghindari kemacetan lalu lintas yang kian parah,” ujar Andy.