Kulineran di Taman Ismail Marzuki

Bila melewati ataupun mengunjungi Taman Ismail Marzuki (TIM) rasanya memang tidak lengkap bila tidak merasakan berwisata kuliner di sana. Taman Ismail Marzuki memang sejak dulu dan telah lama menjadi tempat berkumpulnya para orang-orang atau pun muda-mudi yang ingin bersantai-santai seperti taman kota. Karena itu pula beberapa kuliner di sini telah lama menjadi primadona di sekitaran Taman Ismail Marzuki ini.

Roti Tan Ek Tjoan Yang pertama adalah pabrik roti legendaris Tan Ek Tjoan di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat (sebelum TIM). Pabrik roti ini didirikan oleh Tan Ek Tjoan pada 1921 di Bogor, kemudian dikembangkan dengan membangun pabrik baru di Cikini Raya pada 1953. Suasana tempo doeloe memang benar-benar terasa. Generasi penerus bisnis Pabrik Roti Tan Ek Tjoan sampai sekarang tetap mempertahankan keaslian bangunan tua bergaya Belanda. Biasanya, pengunjung datang untuk membeli roti, mencium langsung keharumannya, sambil menikmati suasana toko roti yang tua itu, berikut deretan gerobak roti di depannya.

Soto Betawi H. Ma’ruf. Jika Anda mengunjungi kawasan Taman Ismail Marzuki di Jalan Cikini Raya, kamu akan melihat satu rumah makan yang berdiri di sebuah bangunan tua dengan dinding bercat putih. Di sana terpampang tulisan Rumah Makan Betawi Soto H. Ma’ruf. Inilah rumah makan soto betawi legendaris Jakarta yang sudah dirintis sejak tahun 1940-an. Jangan salah, meskipun tampilannya sederhana, Soto Betawi H. Ma’ruf ini digemari sampai kalangan pejabat dan tokoh politik. Mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) hingga keluarga Cendana kabarnya sangat menggemari soto ini.

Berikutnya, Gado-gado Bonbin yang berdiri pada 1960. Awalnya di Jalan Kebon Binatang dan dari singkatan jalan itulah nama Bon Bin didapat. Rasanya enak, bumbunya sangat terasa. Pemiliknya dikenal sangat menjaga kualitas, karena itu selalu menggunakan kacang kualitas nomor satu yang khusus didatangkan dari Tuban. Selain cita rasa yang khas, Gado-gado Bon Bin yang buka mulai pukul 10.00-17.00 WIB ini kental dengan nuansa nostalgia. Dengan segala kelebihan itu, tak heran jika Gado-gado Bon Bin tidak pernah sepi pengunjung, meski warungnya terbilang sederhana. Pelanggannya pun tetap melimpah, meski harganya lebih mahal dibandingkan dengan seporsi gado-gado pada umumnya, yaitu seharga Rp21 ribu per porsi.

BERITA TERKAIT

26 Tahun Taman Nasional Ujung Kulon

Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) memasuki usia yang ke-26 pada Senin (26/2). Dalam rangka momen ulang tahun, Balai TNUK merilis…

Jumlah Pengunjung Taman Nasional Komodo Bakal Dibatasi - Menjaga Kelestarian

Pengelola Taman Nasional Komodo (TNK) berencana menerapkan pembatasan jumlah pengunjung ke habitat satwa purba komodo itu mulai tahun ini. "Pembatasan…

Perlu Taman Bermain Anak

  Taman kota yang terdekat berada lebih dari 1km dan harus melewati jalan Raya Otista 3 untuk menuju kesana. Ironis…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Dispar NTT Dorong Warga Untuk Bangun Penginapan - Tingkatkan Kunjungan Wisata

Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur (Dispar NTT) mendorong ratusan desa-desa wisata, yang tersebar di provinsi itu untuk membangun penginapan…

Pemkot Banda Aceh Targetkan 1 Juta Wisatawan

Pemerintah Kota Banda Aceh menargetkan kunjungan wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara, ke ibu kota Provinsi Aceh itu sekitar 1 juta…

Banda Aceh Gemilang dalam Bingkai Syariah

Kota Banda Aceh terkenal dengan julukan kota Serambi Mekkah. Tak heran jika syariat Islam berlaku di sana. Namun, hal itu…