Pelaku Pasar Diminta Tidak Lagi Panik

Pacu Kenaikan Indeks Sepekan

Senin, 21/10/2013

NERACA

Jakarta- Sentimen melunaknya Pemerintah-Senat AS dalam kesepakatan debt ceiling bisa dibilang telah mendorong bursa saham bergerak positif. Tidak terkecuali bagi bursa saham Indonesia. Tercatat, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan (18/10) berhasil menguat sebanyak 27,6 poin atau sebesar 0,6% di level 4.546,57.

Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, jika pelaku pasar tidak panik dan tidak melakukan aksi ambil untung secara masif, IHSG pada pekan ini akan dapat dengan mudah mempertahankan kenaikan jangka pendeknya. Diperkirakan, pada pekan ini IHSG akan berada pada rentang Support 4420-4543 dan Resisten 4566-4576.“IHSG membentuk pola menyerupai hammer dekati middle bollinger bands. MACD cenderung mendatar dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih bergerak upreversal menuju area overbought.” katanya di Jakarta, Minggu (20/10).

Meski belum menyentuh target resisten (4564-4587), kata dia, IHSG mampu bertahan di atas target support (4325-4450). Pergerakan teknikal mingguan menunjukkan masih berada dalam tren variatif cenderung sideways meskipun masih memiliki peluang untuk melanjutkan kenaikan. “Cermati sektor pertambangan, industri dasar, manufaktur, perdagangan, dan infrastruktur.” ujarnya.

Dari beberapa sektor yang perlu dicermati tersebut, dia menilai ada 15 saham yang dapat diperhatikan pekan ini, antara lain ARNA, ADRO, ERAA, INDF, SMGR, TLKM, MNCN, ITMG, SMCB, PTBA, CPIN, AKRA, HRUM, BHIT, dan TAXI.

Lebih lanjut dia mengatakan, meski transaksi asing masih mencatatkan nett sell yang lebih tinggi dari pekan sebelumnya, sentimen dari kesepakatan last minutes anggaran AS sedikit banyak berpengaruh pada IHSG. Pelaku pasar pun menilai bahwa kesepakatan tersebut nantinya akan tercapai sehingga akan menghindarkan ekonomi AS dari resesi. Apalagi dengan pernyataan Menteri Perekonomian bahwa shutdown AS belum berdampak pada ekonomi Indonesia.

Tercatat, sepanjang pekan kemarin, asing masih jualan sebesar Rp747,662 miliar atau lebih besar dari pekan sebelumnya senilai Rp299,074 miliar. Kegiatan transaksi yang terjadi sepekan tersebut mendorong IHSG mengalami kenaikan sebanyak 26,66 poin (0,59%).

Penguatan tertinggi dialami ISSI yang naik 1,05% diikuti indeks JII dan LQ45 yang masing-masing naik 1,05% dan 0,58%. Di sisi lain, laju indeks sektoral justru bergerak variatif dimana indeks perkebunan, konsumer,keuangan mengalami pelemahan masing-masing -0,43%, -0,27%, dan -0,16%. Sementara kenaikan dipimpin indeks industri dasar yang menguat 3,04%.

Menurut dia, mendukung pergerakan Indeks pekan ini, beberapa data ekonomi yang akan menjadi perhatian sentimen aCB leading index & inflation rate Australia; House price, HSBC manufacturing index, & CB leading economic index China; Balance of trade, ex-im, & leading economic index Jepang; Services PMI & manufacturing PMI Jerman; Balance of trade & unemployment rate Spanyol; Public sector net borrowing & BBA mortgage approvals Inggris; Business confidence, service PMI, & manufacturing PMI Perancis; Consumer confidence & manufacturing-services PMI Zona Euro; Existing home sales, unemployment rate, richmond fed manufacturing index, Ex-Im price index, house price index, markit manufacturing PMI, initial jobless claims, & non farm payrolls AS; dan lainnya. (lia)