Penjualan Sepeda Motor Melaju Semakin Kencang

Selasa, 08/10/2013

NERACA

Jakarta - Program pemerintah untuk mobil murah ramah lingkungan atau low cost and green car (LCGC), memang banyak menuai kritik pedas dari berbagai kalangan di negeri ini. Namun, untuk saat ini, apakah kehadiran mobil murah tersebut menjadi bencana untuk industri sepeda motor dalam negeri?

Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia, Gunadi Sindhuwinata mengungkapkan penjualan motor di pasar domestik pada September justru naik sekitar 38,16%, menjadi 678.139 unit dibandingkan bulan sebelumnya 490.824 unit.

Dengan peningkatan penjualan bulan lalu, total penjualan sepeda motor sepanjang Januari—September telah menembus 5,8 juta unit.Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menyebutkan, bulan lalu, motor Honda terserap pasar sebanyak 417.760 unit, kemudian Yamaha 216.919 unit, Kawasaki 10.791 unit dan TVS 1.797 unit.

Jika keempat merek itu mencatatkan penjualan memuaskan, hal sebaliknya justru dialami Suzuki. Penjualan produsen berlambang "S" itu pada September lalu, hanya 30.872 unit. Turun jika dibandingkan bulan sebelumnya yakni 32.017 unit.

Diketahui target penjualan sepeda motor di pasar domestik hingga akhir 2013 sekitar 7—7,5 juta unit.Target itu bisa tercapai jika produksi masing-masing ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek) sepeda motor pada sisa bulan 2013 di atas 600 unit.

Tapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni kehadiran mobil murah di mana targetnya adalah pemilik motor. Faktor lainya adalah mengantisipasi suku bunga acuan yang dikeluarkan oleh Pemerintah pada beberapa bulan ke depan, yang berdampak pada perusahaan pembiayaan sepeda motor.

Sementara itu, Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala mengatakan industri kendaraan roda dua Indonesia menduduki posisi ketiga terbesar di dunia. Posisi pertama ditempati China, kemudian disusul oleh India."Indonesia negara ketiga penghasil sepeda motor. (Produsen terbesar) pertama adalah China dengan total produksi sekitar 23.600.000 unit. India berada di posisi kedua dengan 14.570.000 unit," ujar Sigit.

Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia masih merajai produksi sepeda motor di antara negara-negara anggota Federasi Otomotif ASEAN (AAF). Indonesia berada di peringkat pertama dengan jumlah produksi 7.141.586 unit pada tahun 2012. Sementara itu, Thailand berada di posisi kedua dengan jumlah produksi 2.130.067 unit.

Sigit juga mengungkapkan sampai bulan Juli 2013 terdapat peningkatan pasar domestik sebesar 8,2% year to date. Adapun daerah penyumbang pertumbuhan pasar antara lain Pulau Jawa, Jakarta, Bangka Belitung, Yogyakarta, dan Papua.

"Sampai Juli total pasar 4,6 juta unit. Pertumbuhan 8,2%. Kami memprediksi tahun ini lebih baik dibandingkan tahun lalu. Pertumbuhan hanya terjadi di area Jawa, Bali, dan Papua. Di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi ada koreksi berkaitan dengan komoditas," ungkap Sigit.

Dilihat dari sisi kategori, Sigit menjelaskan, pasar terbesar sepeda motor adalah dari jenis skuter, diikuti dengan cub atau bebek dan sport."Pasar terbesar pada jenis skuter, 63 % year to date 2013. Lalu jenis cub atau bebek dengan 23,5 %. Sisanya sport," kata Sigit.

Dalam kesempatan yang sama,Sigit juga mengatakan bahwa industri roda dua ini saja bernilai hingga Rp. 120 triliun.Derasnya penjualan motor di tengah fungsinya sebagai alternatif kendaraan mengingat angkutan massal yang belum sepenuhnya menunjang, menunjukkan nilai ekonomi yang cukup besar.

"Industri sepeda motor merangkul berbagai pihak bukan hanya pabrikan motor. Ada industri komponen, hingga ribuan bengkel. Perputaran uangnya mencapai Rp. 120 triliun," ungkap Sigit.

Namun, Sigit memaparkan kalau penjualan motor di Indonesia akan mengalami penurunan cukup signifikan karena kebijakan kenaikan uang muka sejak Juli lalu. Sebagai perbandingan, penjualan motor di Indonesia tahun lalu."Tapi ya penjualan tahun ini 7,1 juta unit atau turun karena masalah DP. Pengaruhnya sangat besar. Ekspansi pun terpaksa ditunda karena penurunan pasar," ungkapnya seraya memprediksi bahwa jika tidak ada kendala itu, maka investasinya bisa membuat angka penjualan mencapai 11 juta unit.