Waspadai Pergerakan Indeks Saham Sesaat

NERACA

Jakarta – Melejitnya pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada akhir pekan lalu di level 4.000 mendapatkan respon positif dari pelaku pasar untuk terus mengkoleksi saham-saham yang memiliki kinerja bagus, namun menjadi khawatiran bagi Menkeu Agus Martowardojo. Pasalnya, melesatnya indeks dalam waktu singkat patut dicermati apakah pengaruh fundamental yang baik atau hanya derasnya capital inflow yang masuk belakangan ini.

Menurut pengamat pasar modal dari Henan Putihrai, Felix Sindhunata, apa yang disampaikan Menteri Keuangan perlu mendapatkan perhatian serius tentang dipengaruhi fundamental yang baik atau tidak. Kendati demikian, IHSG yang tembus level 4.000 harus ditanggapi secara positif.

Menurut dia, pergerakan indeks di rekor baru tidak bisa lepas dari fundamental ekonomi yang positif, nilai kurs rupiah yang menguat hingga laporan kinerja emiten yang positif. Maka tidak heran, indeks di akhir tahun akan melewati level 4.400 dengan syarat dari eksternal baik “Pelaku pasar masih khawatir tentang bailout Yunani dan kondisi perekonomian AS yang cenderung melambat. Risiko tetap di pasar,” jelas dia kepada Neraca, Minggu (10/7).

Dia juga menegaskan, IHSG Senin (11/7) awal pekan ini akan terkoreksi diantara level 3,970-4,020. Kondisi ini tidak bisa lepas dari pengaruh pasar domestik terhadap IHSG, sekalipun kecil. Sebut saja pengaruh domestik dalam tiga bulan ke depan, inflasi musiman anak masuk sekolah dan bulan puasa. “Pada ajaran baru dan bulan puasa, pasti akan terjadi inflasi dan ini efek musiman dan bukan pemicu utama. Jadi bukan alasan BI menaikkan suku bunga,” tandas dia.

Felix menyoroti bahwa puncak inflasi tinggi jika pemerintah mencabut subsidi BBM yang rencananya akan dilaksanakan pascalebaran tahun ini. “Pelaku pasar melihat strategi pemerintah mengenai kebijakan BBM subsidi. Ini juga kan belum pasti, jadi masih wait and see,” katanya.

Sementara menurut analis Batavia Prosperindo Sekuritas Billy Budiman, pencapaian IHSG ke posisi 4.003 poin salah satunya dipicu oleh ekspektasi positifnya laba bersih emiten pada semester pertama 2011 yang akan naik signifikan. "Perkiraan laba bersih yang dicatatkan emiten pada semester awal 2011 positif, sehingga memicu pelaku pasar membeli saham-saham emiten,"ujarnya.

Hal senada juga disampaikan analis PT First Asia Capital, Ifan Kurniawan, pergerakan indeks yang sempat menembus batas psikologis dan nyaris mencapai level 4.000 akan terus terbuka lebar. Bahkan posisi tersebut tidak perlu menunggu akhir tahun seperti yang diprediksikan para analis pasar modal. “Indeks BEI akan dapat berada dalam kisaran antara 4.300 sampai 4.400 poin di pertengahan tahun ini,”ungkapnya.

Saham-saham berbasis finansial, terutama saham bank-bank menunjukan penampilan sangat maksimal dan akan ramai dikoleksi para investor. Menurutnya, derasnya investasi asing yang masuk ke pasar domestik mendongkrak indek BEI. Bahkan dia menegaskan, investasi asing yang masuk bukan hanya di pasar uang, instrumen Bank Indonesia maupun obligasi, namun investasi itu sudah masuk ke sektor infrastruktur.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) realisasi penanaman modal asing pada semester pertama 2011 meningkat 12%, karena pelaku asing lebih optimis melakukan investasi di Indonesia ketimbang di Vietnam yang laju inflasinya mencapai 11%.

Perlu diketahui sebelumnya, Menkeu Agus Martowardojo mengatakan, pertumbuhan IHSG yang sangat cepat seperti sekarang ini memang bagus, namun pertumbuhan tersebut harus didukung dengan struktur yang kuat. "Kita kan harus tumbuh dengan struktur yang baik. Selalu mungkin pertumbuhan itu adalah pertumbuhan yang tidak didukung dengan struktur yang kuat. Jadi untuk saya apabila ada kondisi yang baik saya selalu ambil sikap hati-hati," ujarnya. ardi/bani

BERITA TERKAIT

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Penjatahan Saham Efektif Berlaku Awal 2018

NERACA Jakarta –Wacana penjatahan saham IPO bagi investor ritel dan istitusi tengah di kodok PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Skema Lelang Gula Rafinasi Dinilai Tidak Efektif

  NERACA Jakarta – Lembaga Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menyatakan distribusi gula rafinasi melalui mekanisme lelang dinilai tidak…

DAMPAK KENAIKAN SUKU BUNGA THE FED - BI Pertahankan Bunga Acuan 4,25%

Jakarta-Meski Bank Sentral AS (The Fed) menaikkan suku bunga acuannya 0,25%, Bank Indonesia tetap mempertahankan suku bunga acuan "7-Day Reverse…

PENGELOLAAN SEKTOR ENERGI - BUMN Migas Vs BUK Migas, Mana Lebih Efisien?

NERACA Jakarta – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Satya Widya Yudha berharap pemerintah tidak buru-buru merealisasikan pembentukan induk usaha…