Hindari Ancaman Default, Bakrie Lepas Aset di Jonggol - Jual Tanah Seluas 600 Hektar

NERACA

Jakarta – Kejayaan bisnis usaha Bakrie mulai suram karena diliputi utang sana-sini. Bahkan untuk mensiasati pelusanan utang yang jatuh tempo, satu persatu kepemilikan saham Bakrie di berbagai anak usahanya di lepas dan termasuk asetnya terus di lucuti. Ini merupakan konsekuensi, jika bisnis usaha yang dilandasi karena utang. Kondisi inilah yang dialami PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) yang harus segera melunasi utang jatuh tempo sebesar US$ 155 juta atau setara Rp 1,5 triliun.

Tidak cukup dengan melepas saham 15% saham PT Bukit Jonggol Asri kepada PT Sentul City Tbk (BKSL), perseroan kembali menawarkan asetnya berupa tanah di kawasan Sentul Nirwana, Bogor seluas 600 hektar untuk pembayaran utang obligasinya yang akan jatuh tempo pada 2015 mendatang.

Direktur Utama ELTY Ambono Janurianto mengatakan, opsi itu dipilih lantaran saat ini perseroan hanya punya kas bebas sebesar Rp 300 miliar. Besaran uang itu tidak mampu untuk menutupi utang kepada para kreditur yang sebesar Rp 1,5 triliun, “Total aset per Juni 2013 sekitar Rp 16 trilun tapi kan yang dilihat adalah free cash. Kewajiban kita kan bukan hanya ke sana. Nanti kalau bayar ini semuanya, tidak bisa membayar kewajiban lain, bisa default lagi, maka kita tawarkan tanah, mari kita kelola sama-sama,”ujarnya di Jakarta, Senin (16/9).

Dia menjelaskan, lahan di Sentul Nirwana, Bogor merupakan aset yang punya prospek bisnis menguntungkan sehingga jika pembayaran utang obligasi melalui tanah ini juga akan memberikan nilai lebih kepada para kreditur. Menurutnya, aset ini sangat prospektif dan akan di jaminkan aset tanah. Bahkan dirinya menyakini, kedepan jika di kelola nilainya akan lebih dari nilai utang saat ini.

Saat ini, pihak Bakrieland masih punya sekitar 2.000 lahan kosong (land bank) yang tersebar di beberapa wilayah seperti Bogor, Sentul, Surabaya, Lampung, dan Gatot Subroto Jakarta.

Kata Ambono Janurianto, pihaknya mengaku tidak sanggup membayar utang obligasi anak usahanya, BLD Investment Pte Ltd, senilai Rp 1,5 triliun. \\\"Nanti kalau kita bayar semuanya, bagaiman nasib karyawan, operasional perusahaan dan lain-lain, nggak mungkinlah,\\\"tandasnya.

Tidak Sanggup Bayar

Oleh karena itu, dirinya menilai keberlangsungan operasional perusahaan jauh lebih penting. Sehingga dana yang tersedia sebagian dipakai bayar utang dan sebagian untuk operasional perusahaan. Lanjutnya, Ambono, pihaknya sudah tentu akan melakukan pembayaran atas utang-utangnya tersebut dengan meminta kelonggaran berupa perpanjangan pembayaran utang tersebut hingga tahun 2016 untuk utang keseluruhan. \\\"Yang kita minta perpanjangan waktu karena keadaan perusahaan kita nyatakan tidak berkemampuan untuk membayar US$ 155 juta dolar, kalau kita bayar semua, operasional kita akan terhenti dan terganggu,\\\"tegasnya.

Dirinya menuturkan, perseroan meminta pembayaran utang bertahap. Dimana untuk tahap awal perseroan bersedia membayar sebagian utang senilai US$ 31 juta dalam 60 hari, “Kita hanya minta waktu 60 hari untuk pembayaran sebagian utang US$ 31 juta, jadi sisanya nanti dibayar bertahap. Itu saja permintaan kita nggak neko-neko, tapi mereka nggak mau,\\\" kata Ambono.

Sebagai informasi, anak usaha Grup Bakrie itu saat ini tengah menghadapi gugatan Permohonan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) oleh Bank of New York Mellon melalui cabangnya di London, Inggris.

Hal ini terjadi karena Bank of New York Mellon selaku kreditur atas utang obligasi BLD Investment meminta percepatan pembayaran atas utang obligasi yang semestinya jatuh tempo pada 2015. Dimana Bank of New York meminta percepatan pembayaran dan menagih seluruh utang Equity Linked Bonds yang diteribitkan terbitkan BLD Investment Pte Ltd di 2010.

Asal tahu saja, ELTY menguasai 51% saham Bukit Jonggol dan sisanya 49% dimiliki Sentul City. Bukit Jonggol memiliki cadangan lahan (landbank) seluas 11.000 hektare (ha) di Jonggol. Selain itu, Bakrieland juga mengantongi sebanyak 20% saham BKSL. Kini kepemilikan saham Bakrieland pada Bukit Jonggol bakal berkurang menjadi 31%. Artinya, Bakrieland tidak lagi menjadi pengendali di perusahaan tersebut. Sebaliknya, Sentul City kembali menjadi pemegang saham pengendali Bukit Jonggol dengan kepemilikan saham mencapai 69%.

Selain itu, PT Bakrieland Development Tbk juga telah menjual saham (divestasi) anak usahanya, yakni PT Bakrie Toll Road (BTR). Tidak hanya itu, perusahaan properti milik Grup Bakrie ini juga melepas proyek Lido Lake Resort. Diperkirakan, hasil divestasi BTR mencapai lebih dari Rp 2 triliun. Hal ini bagian aksi korporasi perseroan untuk mengurangi beban utang. (bani)

Related posts