Pasar Modal Bergejolak, Peluang Investasi Makin Besar

Apa yang sedang terjadi di pasar modal Indonesia adalah tren di pasar modal emerging market. Tren yang bergerak melemah ini dikarenakan adanya pemulihan ekonomi di AS, Jepang, dan Eropa. Namun, ditengah kondisi pasar yang bergejolak ini, justru membuka peluang untuk berinvestasi. Termasuk bagi investor baru. Pasalnya, investor bisa menjaring saham-saham unggulan yang sudah murah.

Pakar Perencana Keuangan Aidil Akbar Majid mengatakan bahwa saat ini, adalah waktu yang tepat membeli saham. \"Sekarang ini, tergantung profile risikonya. Kalau kayak saya, saya masukin saham, ini sudah masukin pelan-pelan,\" ujar dia

Lebih lanjut, Aidil Calon investor harus terlebih dahulu memiliki dana darurat sebelum memulai investasi. Tujuannya agar investasinya langgeng.

\"Misalnya saya punya dana darurat Rp 50 juta. Bursa lagi turun, terus tiba-tiba saya di PHK. Kalau saya tidak punya emergency fund, saya musti tarik duit keluar dari bursa, rugi. Dengan saya punya dana darurat, sambil saya cari kerjaan, saya masih bisa hidup dari dana itu,” jelas dia.

Sebelum mulai berinvestasi, sambung Aidil, calon investor harus melakukan analisa keuangan atau financial check up. Selanjutnya, tahap yang harus diperhatikan sebelum berinvestasi adalah utang. Menurut dia, calon investor harus terlebih dahulu menyelesaikan utang, terutama utang yang sifatnya konsumtif. Lalu, perhatikan cash flow atau aliran dana masuk dan keluar sehari-hari. Untuk arus uang harus menunjukkan indikator positif.

Bagi calon investor baru, Aidil menyarankan agar membagi jangka waktu investasi menjadi investasi jangka pendek, menengah dan panjang. Untuk investasi jangka pendek, produk yang pas yakni tabungan, deposito dan Obligasi Ritail Indonesia (ORI), dan logam mulia. Sementara untuk investasi jangka menengah, produk ORI, logam mulia, reksadana pendapatan tetap dan berbagai macam obligasi, bisa menjadi pilihan para investor. .

BERITA TERKAIT

Pemegang Saham Serap Rights Issue MDKA - Bidik Dana di Pasar Rp 1,33 Triliun

NERACA Jakarta - Aksi korporasi yang dilakukan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berupa penerbitan saham baru (rights issue) dengan…

Revolusi Industri 4.0 Untuk Bidik 10 Besar Dunia

NERACA Jakarta – Pemerintah telah menetapkan target Indonesia masuk dalam jajaran 10 negara dengan perekonomian terbesar di dunia tahun 2030.…

Kapitalisasi Pasar di Bursa Tumbuh 0,24%

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan menjelang libur panjang Idul…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…