Suspensi Dicabut, Saham GTBO Ditutup Melemah

Jumat, 06/09/2013

NERACA

Jakarta – Cukup lama perdagangan saham PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) dihentikan perdagangan sahamnya atau disuspensi oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI), pada perdagangan saham Kamis kemarin, saham perusahaan batu bara ini kembali di perdagangkan di pasar modal. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (5/9).

Namun mengakhiri perdagangan kemarin, saham PT Garda Tujuh Buana Tbk ditutup melemah 22,72% ke level Rp1.700 per saham. Volume perdagangan saham GTBO mencapai 3.801 lot saham dengan nilai transaksi sekitar Rp3,47 miliar. Saham GTBO sempat menyentuh level tertinggi di level Rp2.300 per saham dan terendah Rp1.700 per saham.

Bagi investor, banyak aksi korporasi PT Garda Tujuh Buana Tbk yang belum terbuka. Alhasil, pergerakan harga saham perseroan selalu masuk dalam pengawasan BEI. Sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen pernah bilang, pihak BEI sudah memanggil Direksi GTBO terkait kontak dengan perusahaan perdagangan asal Timur Tengah, yakni Agrocom Ltd dengan nilai US$250 juta, “Kita lagi rumuskan dan analisa laporan keuangannya, nanti ada tindakan sanksi atau denda dari bursa setelah kita melihat ada pelanggaran atau tidaknya, “ujarnya.

Menurut Hoesen, tindakan BEI terhadap GTBO saat ini dengan melakukan penghentian perdagangan saham GTBO atau suspen. Hal ini dilakukan sebagai bentuk perlindungan bagi para investor. "Bentuk perlindungan dari bursa kita suspen, jangan sampai orang tidak mengerti," ucap dia.

Sebagai informasi, BEI sedang melakukan analisa laporan keuangan perseroan. Disebutkan, pada 14 Juni 2012, pihak GTBO mengadakan perjanjian dengan Agrocom. GTBO memberikan hak pemasaran eksklusif kepada Agrocom sebesar 10 juta metrik ton batu bara. Nilai kontrak tersebut sebesar US$250 juta dan memiliki tiga tahap.

Tahap pertama, senilai US$75 juta. Lalu, tahap kedua dan ketiga masing-masing senilai US$87,5 juta. Akan tetapi, dalam perkembangannya pihak GTBO tidak pernah diminta untuk mengirim batu bara oleh Agrocom. Padahal GTBO telah siap mengirimkan batu bara kepada pihak yang telah ditunjuk Agrocom.

Namun kepada BEI pada 31 Mei 2013, perseroan menjelaskan kontrak tersebut batal, termasuk pengakuan penjualan hak pemasaran senilai Rp711,5 miliar. Perseroan pun terjerat utang senilai pengakuan tersebut. Tercatat, saham GTBO saat ini berada di 2.200 per lembar.

Per Maret 2013, penjualan PT Garda Tujuh Buana Tbk anjlok 78,75% menjadi Rp26,37 miliar dibandingkan penjualan periode sama tahun sebelumnya yang Rp124,10 miliar. Beban pokok turun menjadi Rp40,02 miliar dari beban pokok penjualan sebelumnya Rp61,85 miliar dan rugi kotor diderita sebesar Rp13,64 miliar dari laba kotor tahun sebelumnya Rp62,25 miliar.

Pendapatan dari selisih kurs diraih sebesar Rp2,73 miliar, YoY dari Rp816,24 juta, namun beban umum dan administrasi meningkat menjadi Rp7,75 miliar, YoY dari Rp4,93 miliar.

Rugi sebelum pajak diderita Rp18,67 miliar per Maret 2013 dari laba sebelum pajak Rp58,10 miliar tahun sebelumnya. Sedangkan rugi per saham sebesar Rp7,47 dari laba bersih per saham sebelumnya Rp23,24. (nurul)