Sinarmas MISG Kolaborasikan Produk - Targetkan Premi Rp100 Miliar

NERACA

Jakarta - Untuk melayani keinginan nasabah yang membutuhkan risiko besar atau kecil, Sinarmas MSIG life bersama Bank Sinarmas meluncurkan produk asuransi terbaru bernama Simas Power Link (SIMPOL), Presiden Direktur Sinarmas MSIG Life, Johnson Chai mengatakan produk ini dikombinasikan dengan produk tabungan, perlindungan kesehatan dan juga investasi.

Selain itu, Johnson mengatakan, layanan proteksi yang disediakan disini mencakup kecelakaan diri, asuransi jiwa berjangka, santunan harian rawat inap, cacat tetap total, bebas premi akibat meninggal dan pembayar bebas premi akibat penyakit kritis.

Dari produk ini, perseroan menargetkan premi sebesar Rp100 miliar hingga akhir tahun 2013 ini. “Selain itu, SIMPOL akan dipasarkan oleh Bank Sinarmas dengan dukungan agen financial consultant yang telah terlatih di Jepang secara khusus yang saat ini sudah mencapai 70 orang, agen tersebut ditargetkan mendapatkan empat polis dalam sebulan,” ujar Johnson di Jakarta, Kamis (5/9)

Johnson juga mengatakan, produktivitas mereka (agen) sangat tinggi, selain itu Freenyan juga mengharapkan jumlah agen bisa mencapai angka 130. “Saat ini unitlink kita masih 5 hingga 10% dan akan terus kita tingkatkan,” tutur dia.

Selain itu, Johnson mengungkapkan nasabah akan mendapat keuntungan untuk berinvestasi dan menentukan sendiri jenis investasinya dengan berbagai pilihan. Namun, Sinarmas membatasi porsi investasi hanya 50%, sehingga akan melindungi nasabah. Dia mengatakan, risiko nasabah juga akan semakin kecil dengan membayar premi tiap bulannya.

“Mulai dari secure fund hingga aggressive fund yang minimal Rp500 ribu perbulan, nasabah akan mendapatkan fleksibilitas dengan melakukan switching fund dan melakukan penarikan sebagian dana investasi setelah tiga bulan,” imbuh dia.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Sinarmas, Freenyan Liwang, mengungkapkan perolehan dana yang dihimpun ditargetkan sebesar Rp1 triliun dalam dua tahun mendatang. “Ini karena perseroan menargetkan nasabah umum, namun fokusnya di nasabah sendiri, maka dengan nilai premi sebesar Rp500 ribu maka segmentasi kami itu ke kalangan menengah keatas,” tutur Freenyan.

Freenyan juga menjelaskan, produk ini mampu memberi nilai tambah bagi konsumen untuk menabung, proteksi dan investasi. “Semuanya tergantung selera risiko nasabah sendiri, namun 70% nasabah kita suka ke produk yang lebih stable,” ujar dia.

Bank Sinarmas, menurut Freenyan saat ini juga sedang fokus dengan penyaluran dana ke usaha mikro. Dia mengatakan target perseroan untuk masuk ke segmen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tahun ini hanya sekitar 6% hingga 8%. “Namun kami juga mengharapkan hal itu akan menuju ke angka 20 persen dalam beberapa tahun kedepan,” kata dia.

Sedangkan untuk komposisi consumer di Bank Sinarmas, saat ini telah mencapai 40% sedangkan untuk korporasi mencapai sekitar 15%. Selain itu, untuk perolehan target kredit tahun 2013 ini diharapkan perseroan bisa mencapai Rp11 triliun dengan menyasar segmen kelas menengah. [sylke]

BERITA TERKAIT

BPOM Temukan Produk Impor Ilegal Rp 146,8 Miliar

NERACA Jakarta - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI bekerja sama dengan aparat keamanan berhasil menemukan produk impor ilegal…

DMAS Targetkan Penjualan Rp 1,25 Triliun

Emiten pengembang kawasan industri, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mematok target marketing sales tahun ini sebesar Rp 1,25 triliun. Direktur…

Pembangunan GOR Kota Sukabumi Butuh Suntikan Anggaran Rp5 Miliar Lagi

Pembangunan GOR Kota Sukabumi Butuh Suntikan Anggaran Rp5 Miliar Lagi NERACA Sukabumi - Pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Kota Sukabumi ternyata…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Taspen Raih Laba Bersih Rp721 miliar

      NERACA   Jakarta - PT Taspen (Persero) sepanjang tahun 2017 mencatat laba bersih sebesar Rp721,73 miliar, tumbuh…

Naik 15,5%, BTN Cetak Laba Rp3,02 triliun

      NERACA   Jakarta - Kinerja PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menunjukan hasil positif sepanjang 2017 dengan…

Penghambat Inklusi Keuangan di Indonesia Menurut Presiden

      NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo menyebutkan ada dua penghambat perluasan inklusi keuangan di Indonesia, yakni…