free hit counter

BI Rate Naik, Kredit Macet Perbankan Siap Melesat

Jumat, 30/08/2013

NERACA

Jakarta - Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate sebesar 50 basis poin (bps)dari 6,5% ke 7%, sejatinya bukan langkah jitu untuk menyelamatkan nilai rupiah. Tetapi pertanda bakal melesatnya rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) dan membengkaknya beban cost of fund (COF) perbankan. Artinya, perbankan nasional memasuki ranah risiko tinggi pada tahun ini.

Menanggapi hal ini, ekonom Universitas Indonesia Eugenia Mardanugraha mengatakan, kebijakan bank sentral akan menyulitkan masyarakat untuk mendapatkan suku bunga pinjaman rendah kepada perbankan. Dengan begitu bisa menimbulkan banyak kredit macet (NPL).

“Setelah BI Rate naik maka semuanya tergantung dari kebijakan perbankan di Tanah Air. Apakah mau menaikkan suku bunga pinjaman atau tidak. Jika mereka (perbankan) mau mengambil risiko kredit macet maka akan dinaikkan suku bunga pinjamannya dan jika tidak, maka akan dipertahankan suku bunga pinjaman sekarang. Toh, naik atau tidak (BI Rate) bank tetap untung besar,” ujarnya kepada Neraca, Kamis (29/8).

Meski kenaikan BI Rate ini hanya bersifat temporari hingga akhir tahun 2013, namun tetap berpengaruh terhadap penurunan inflasi diakhir tahun, yang diperkirakan bisa mencapai 3%-4%. Jika hal itu terjadi, maka BI Rate harus turun. Tapi, kata Eugenia, masih ada permasalahan. Yaitu, turunnya BI Rate tidak akan diiringi oleh penurunan suku bunga pinjaman perbankan.Next