Sektor Tambang dan CPO Mulai Rebound - Berkah Penurunan Pajak Ekspor

NERACA

Jakarta – Masih terkoreksinya indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) seiring masih derasnya aksi jual investor asing, rupanya belum memberikan ruang bagi emiten untuk bergerak menguat. Hanya saja, saham-saham sektor minyak sawit dan pertambangan diyakini cenderung bergerak positif seiring sentimen positif dari kebijakan pemerintah.

Kata analis pasar modal dari PT AM Capital Securities, Viviet S Putri, saham-saham sektor minyak sawit mentah (CPO) dan pertambangan cenderung bergerak positif seiring dengan kebijakan pemerintah untuk menurunkan pajak kepada industri yang berorientasi ekspor, “Saham sektor CPO melanjutkan penguatan karena sentimen positif dari penurunan pajak ekspor dari 15% menjadi 10%,”ujarnya di Jakarta, Senin (26/8).

Disebutkan, dalam data perdagangan saham di BEI, Senin (26/8), indeks saham perkebunan ditutup naik 7,77% menjadi 1.733,94 poin. Sementara indeks saham pertambangan meningkat 0,34% menjadi 1.401,54 poin. Sedangkan IHSG BEI ditutup turun 49,16 poin atau 1,18% ke posisi 4.120,67 Viviet mengatakan penguatan kedua indeks itu juga disertai dengan volume transaksi saham yang meningkat.

Viviet menambahkan, secara teknikal tren dengan pola penurunan atau bearish pada sektor konstruksi dan properti muncul, bersamaan dengan itu terjadi penguatan dari sektor tambang dan CPO, “hal itu menjadi tanda awal rotasi sektor,\"ungkapnya.

Meski demikian, Viviet menyarankan kepada pelaku pasar untuk tetap waspada, sektor pertambangan dan CPO masih memiliki volatilitas yang tinggi.\"Naiknya cepat, biasanya diikuti dengan koreksi yang cepat pula. transaksi dengam jangka pendek saja. Tetap waspada terhadap tren kuat di tengah pasar \'bearish,\" ucapnya.

Beberapa saham sektor perkebunan yang bergerak menguat pada awal pekan ini (26/8) diantaranya, PP London Sumatra Indonesia (LSIP) naik Rp160 ke posisi Rp1.360, BW Plantation (BWPT) naik Rp150 ke Rp770, dan Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp2.300 ke Rp18.300 per lembar saham.

Sementara saham-saham sektor pertambangan yang mengalami kenaikan diantaranya, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp200 ke Rp12.450, Adaro Energy naik Rp20 ke Rp870, Aneka tambang (ANTM) naik Rp10 ke Rp1.390 per lembar saham. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

Manusia Zaman Now : Belajar Pajak di Situs Pajak

Oleh: Devitasari Ratna Septi Aningtiyas, Staf Direktorat Jenderal Pajak *) Situs pajak.go.id bagi masyarakat yang kenal dengan Direktorat Jenderal Pajak…

Pemerintah Janji Adil Terapkan Pajak E-Commerce

    NERACA   Jakarta - Pemerintah berjanji akan adil menerapkan pajak terhadap transaksi elektronik (e-commerce) sehingga tidak ada kesenjangan…

Jelang Natal dan Tahun Baru, PLN Area Sukabumi Gelar Apel Siaga

Jelang Natal dan Tahun Baru, PLN Area Sukabumi Gelar Apel Siaga NERACA Sukabumi - Jelang Natal dan Tahun Baru, PLN…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pasok Permintaan PLN - DWGL Kejar Produksi 8 Juta Ton Batu Bara

NERACA Jakarta – Resmi mencatatkan saham perdananya di pasar modal pada perdagangan Rabu (13/12), PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL)…

Samindo Anggarkan Capex US$ 13,8 Juta

NERACA Jakrta - Tahun depan, PT Samindo Resources Tbk (MYOH) perusahaan penyedia jasa pertambangan batu mengalokasikan capex sebesar US$ 13,8…

Permintaan Ban TBR Meningkat - GJTL Genjot Produksi Jadi 3.500 Ban Perhari

NERACA Jakarta - Mengandalkan pasar ekspor dalam menggenjot pertumbuhan penjualan, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) terus meningkatkan kapasitas produksi dan…