Dilepas Indosat, Tower Bersama Siap Melesat - Pede Jadi Perusahaan Blue Chips

NERACA

Jakarta- Menyusul PT Indosat Tbk yang akan melepas 5% sahamnya pada PT Tower Bersama Infrastruktur (TBIG), PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) berniat memperbesar kepemilikan sahamnya dengan menyerap sejumlah saham yang akan dilepas tersebut.

Presiden Komisaris TBIG yang juga merupakan Presiden Komisaris SRTG, Edwin Soerjadjaja mengatakan, perseroan siap menyerap 5% saham atau 239,82 juta lembar saham yang dimiliki PT Indosat Tbk (persero) di Tower Bersama Infrastruktur (TBIG) melalui PT Saratoga Infrastruktur. Bahkan, pihaknya telah menyiapkan dana untuk mengambil alih saham tersebut, “Kami membeli karena dua alasan, pertama, karena kami ada kelebihan kas, dan kedua karena menurut kami harganya sangat murah. Dana tersebut berasal dari pendapatan perusahaan,” jelasnya di Jakarta kemarin.

Sementara Direktur Utama PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, Herman Setyabudi mengatakan, pelepasan saham tersebut merupakan hak Indosat. Sejauh ini pihaknya akan tetap fokus pada pertumbuhan kinerja perseroan. “Buat kami di manajemen Tower Bersama Infrastructure adalah bagaimana kami secara fundamental tumbuh dan berkembang. Bila itu terjadi perusahaan ini menjadi perusahaan blue chips,” jelasnya.

Dalam pengembangan usaha tahun ini, manajemen perseroan mengaku tengah memperhitungkan beberapa opsi untuk mengakuisisi menara milik PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel). “Mitratel kita sangat tertarik sekali. Wujudnya seperti apa, itu rahasia. Semua opsi kita perhitungkan,” ucapnya.

Yang jelas, sambung dia, perseroan telah memasukkan penawaran yang pantas untuk melakukan akuisisi tersebut dan telah menunjuk UBS Securities sebagai konsultan. Namun, perseroan menyerahkan sepenuhnya kepada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) sebagai pihak yang berwenang melakukan penilaian atas hal tersebut.

Selain aksi korporasi tersebut, dalam waktu dekat perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 24 Juli 2013. Agenda RUPSLB tersebut yaitu terkait aksi pembelian saham kembali (buyback). Namun saat ini Herman belum dapat menjelaskan lebih detil mengenai jumlah saham yang akan di buyback. “RUPSLB 24 Juli mendatang dengan agenda untuk melakukan buyback. Kita harus melihat aturan yang ada. Buyback itu itu harus di market,” ujarnya.

Terkait kinerja perseroan, kata Herman, saat ini didukung pertumbuhan organic dengan pembangunan menara, di mana sekitar 65% menara perseroan berada di Jawa. Sementara hingga kuartal pertama 2013, pihaknya mencatat telah memiliki 14.319 penyewaan dan 8.810 site telekomunikasi. Adapun jumlah total penyewaan pada menara telekomunikasi TBIG yaitu sebanyak 12.935. (lia)

Related posts