Jamsostek Gelar Award untuk Pemprov, Pemda dan Pemkot - Dorong Pertumbuhan Peserta di Daerah

NERACA

Surabaya - PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Persero) akan menggelar award bagi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota yang berhasil mendorong pertumbuhan peserta program jaminan sosial tenaga kerja di daerahnya. Menurut Direktur Utama PT Jamsostek Elvyn G Massasya, Jamsostek akan memberikan award bagi Pemerintah Daerah Kabupaten maupun kota yang memiliki pertumbuhan jumlah peserta program jaminan sosial tenaga kerja terbaik.

\"Saat ini kami sedang melakukan penilaian untuk Pemerintah Daerah Kabupaten maupun Kota. Targetnya tahun ini award-nya sudah bisa diberikan,\" kata Elvyn usai peresmian kantor baru Jamsostek Wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara di Surabaya, Rabu (19/6). Elvyn menegaskan, pihaknya ingin pemerintah daerah/kota memiliki visi yang sama dengan Jamsostek dalam soal program jaminan sosial tenaga kerja.

Misalnya, imbuh Elvyn, Pemkab/Pemkot melahirkan regulasi-regulasi yang mengharuskan perusahaan-perusahaan menjadikan karyawannya sebagai peserta program Jamsostek.\"Regulasi itu seperti perijinan perusahaan. Perusahaan yang patuh maka akan dapat penghargaan. Sementara perusahaan yang belum menjadikan pekerjanya sebagai peserta akan dapat sanksi,\" tandas Elvyn.

Saat ini, imbuh Elvyn, pekerja formal ada sekitar 41 juta orang. Namun yang menjadi peserta Jamsostek baru 11,7 juta orang. Sementara untuk pekerja informal, dari 61 juta orang, baru segelintir saja yang menjadi peserta Jamsostek. Direktur Kepesertaan PT Jamsostek, Junaedi menambahkan, award bagi pemda yang pertumbuhan jumlah peserta Jamsosteknya tinggi sudah diselenggarakan di Jawa Barat pada tahun lalu.

\"Tahun ini, selain Jatim, pemberian award juga akan diselenggarakan di Jawa Tengah, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, dan Sulawesi Selatan. Sebelumnya Jakarta dan Banten sudah duluan,\" terang Junaedi. Dia mengungkap, kriteria Pemerintah Daerah yang memperoleh award antara lain adalah adanya regulasi-regulasi dan inovasi yang dilakukan untuk mendorong pertumbuhan peserta Jamsostek.

Di tempat yang sama, Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf menyatakan, pihaknya siap membantu dalam mendorong pertumbuhan jumlah peserta Jamsostek. \"Pekerja menjadi peserta Jamsostek itu menguntungkan semuanya, terutama perusahaan dan pekerjanya,\" ucap Syaifullah. Wagub Jatim juga mengaku mendukung Jamsostek dalam program jamsos, terutama untuk pekerja informal, seperti pembantu rumah tangga. \"Saya menghimbau agar para majikan mengikutkan pekerja di rumahnya menjadi peserta Jamsostek,\" tandasnya. Menurut dia, pertumbuhan jumlah pekerja yang ikut menjadi peserta Jamsostek sangat kecil. Dari 6,7 juta pekerja formal, baru 1,4 juta yang ikut dalam program Jamsostek. \"Baru 22% pekerja yang ikut dalam program Jamsostek. Ini kecil sekali,\" keluh Syaifullah.

Kantor Kanwil

Sementara itu, Kepala Kantor PT Jamsostek Wilayah Jatim, Bali dan Nusa Tenggara, I Ngurah Suartika mengungkap, kantor baru kanwil Jamsostek menelan biaya pembangunan sekitar Rp7,5 miliar. Saat ini, sambung Ngurah, Kanwil Jatimbanusra memiliki 20 kantor cabang dan 11 cabang pembantu. \"Perusahaan yang mengikutkan pekerjanya dalam program Jamsostek ada 28.322 perusahaan,\" jelasnya. [kam]

Related posts