Pengembangan PRUacces Berdasarkan Kebutuhan

NERACA

Jakarta - Direktur Operasi Prudential Indonesia, Eveline Kusumowidagdo, mengatakan PRUacces dikembangkan berdasarkan keinginan dan kebutuhan nasabah yang diketahui melalui berbagai survei dan kelompok diskusi. \"Nasabah menginginkan ada alat yang bisa memonitor proses klaim yang diajukan. Apalagi asuransi jiwa seringkali ditakuti oleh masyarakat awam,\" kata dia di Jakarta, Senin (17/6).

Eveline mengatakan Prudential Indonesia menerima lebih dari 26 ribu klaim selama setahun. Sebanyak 90% dari klaim yang masuk berupa perawatan rumah sakit. Dalam pengajuan klaim, nasabah harus melalui agen atau datang ke kantor Prudential. Sebelum ada PRUacces, Eveline mengatakan nasabah tidak tahu proses klaim yang diajukan, termasuk apabila ada dokumen yang belum dilengkapi.

Nasabah baru tahu bahwa klaim yang diajukan masih kurang dokumennya setelah dihubungi agen atau kantor Prudential. \"Sebelumnya perlu waktu lama bagi nasabah mengetahui bahwa klaimnya masih ada kekurangan. Namun, melalui PRUacces, nasabah bisa langsung memantau dan mengetahui apabila klaimnya masih ada kekurangan,\" tuturnya.

Selain masalah proses klaim, Eveline mengatakan nasabah juga menginginkan informasi yang mudah mengenai investasi dan kemudahan administrasi dan proses yang cepat. \"Nasabah juga menginginkan untuk bisa melakukan transaksi secara mandiri untuk hal-hal yang sudah dipahami tanpa melalui agen secara aman, menggunakan sistem operasi yang umum digunakan, yaitu iOS, android dan Blackberry,\" terang Eveline.

Dia juga mengatakan keinginan nasabah itu tak lepas dari perkembangan teknologi informasi. Menurut dia, pengguna internet di Indonesia saat ini mencapai 63 juta orang dan perangkat ponsel yang digunakan mencapai 260 juta unit. \"Tahun 2011, 58% pengguna internet menggunakan telepon seluler. Dengan begitu, internet saat ini sudah berada di dalam genggaman tangan,\" ujarnya.

PT Prudential Life Assurance mengembangkan PRUacces sebagai aplikasi bergerak di industri asuransi jiwa yang memungkinkan nasabah melakukan pemantauan klaim melalui komputer pribadi dan perangkat berbasis Blackberry, android dan iOS.

\"Sebagai bagian penting dalam mendengarkan dan memahami nasabah, kami berupaya mengedepankan inovasi terbaik untuk membuat layanan kepada nasabah menjadi lebih fleksibel, sederhana dan efisien,\" papar dia.

Selain itu, PRUacces juga dikembangkan untuk mempermudah transaksi elektronik yang dilakukan nasabah. Terdapat tiga transaksi elektronik yang bisa dilakukan nasabah yaitu \"top up\" premi, pengalihan dan penempatan dana serta berhenti cuti premi.

Dengan adanya fitur \"top up\" premi memungkinkan nasabah meningkatkan porsi investasi di portofolio asuransi melalui internet dan perangkat bergerak secara aman. Eveline mengatakan fitur tersebut merupakan yang pertama dan satu-satunya di Indonesia.

\"Dengan PRUacces, nasabah juga dapat melakukan pengalihan dan penempatan dana investasi secara mudah dan cepat. Hal ini membuat kontrol investasi jangka panjang nasabah semakin mudah,\" tandasnya. [ardi]

Related posts