Pertamina Klaim Pasokan Elpiji Aman

NERACA

Jakarta – PT Pertamina (Persero) mengaku tidak ada kelangkaan pasokan gas elpiji 3 kg maupun 12 kg. Saat ini, stok elpiji 3 kg berada di kisaran 330 ribu tabung per hari atau di atas kebutuhan rata-rata DKI Jakarta sekitar 250.000 tabung per hari.

\"Sehubungan dengan pemberitaan mengenai pasokan elpiji 12 kg dan 3 kg khususnya di DKI Jakarta, dapat disampaikan klarifikasi bahwa stok elpiji 3 kg dan 12 kg Pertamina dalam kondisi aman,\" ungkap Vice President Coorporate Communication Pertamina Ali Mundakir dalam laporan tertulisnya, Jakarta, akhir pekan kemarin.

Adapun, stok tabung elpiji 12 kg saat ini stok berada di level 40 ribuan tabung yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut. Pertamina mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing melakukan panic buying. Pertamina juga akan memberikan tindakan tegas terhadap agen-agen jika terbukti melakukan tindakan yang menyalahi ketentuan yang berlaku.

Untuk melayani kebutuhan masyarakat di daerah DKI Jakarta dan Tangerang Selatan, Pertamina telah menetapkan beberapa agen siaga. Agen siaga tersebut akan beroperasi 08.00-22.00 WIB setiap harinya mulai Rabu (5/6) dan melayani penjualan Elpiji 12 kg seharga Rp72.500 per tabung dan Elpiji 3kg seharga 13.500 per tabung.

Namun begitu, Ketua Himpunan Pengusaha Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kota Depok Muhammad Athar Susanto mengatakan telah terjadi kelangkaan elpiji 12 kilogram. Namun, hal itu bukan disebabkan tersendatnya pengiriman tabung dari pihak Pertamina.

Ia mengatakan, distribusi gas 12 kg tersebut dari agen ke pengecer tetap normal sesuai dengan permintaan yang sudah ditetapkan. Namun, karena adanya pembelian mendadak atau panic buying di sejumlah tempat di Depok membuat terkesan gas 12 kg susah dicari.

\"Ini isu lama. Kuota pengecer itu sudah ditetapkan bersama. Jadi ketika pengecer kehabisan gas 12 kg dalam sehari, harus menunggu kiriman lagi. Agen juga kan dikirim dari Pertamina sesuai kuota yang sudah ditetapkan. Jadi harus menunggu. Kalau terlambat beberapa jam wajar mungkin macet di jalan. Tapi jika lapor ke kami pasti akan dipasok,\" ujarnya.

Athar menambahkan, Hiswana Migas sudah melakukan operasi pasar untuk gas 12 kg. Sementara untuk pasokan gas 3 kg, kata Athar, kondisinya aman bahkan hingga tiga hari ke depan. Tak hanya itu, munculnya produk gas baru dari Pertamina berupa bright gas (12 kg) dan ease gas (9-14 kg) berdampak terhadap sulitnya konsumen menengah ke atas membeli tabung gas biru 12 kg.

Namun, Athar membantah jika sulitnya memperoleh tabung gas biru 12 kg karena strategi Pertamina. \"Tidak, Pertamina tidak salah. Sulitnya konsumen memperoleh gas 12 kg itu akibat panik buying dari masyarakat. Hal itu berdampak pengecer kehabisan gas 12 kg dalam waktu yang cepat,\" tegasnya.

Athar menyarankan kepada konsumen gas menengah ke atas untuk beralih ke gas bright dan ease gas jika kesulitan memperoleh gas 12 kg tabung biru. Untuk bright gas harganya Rp 90.000 dan ease gas (9-14) Rp 115.000. Di Depok gas tersebut sudah disebarkan dibawah 20.000 tabung. \"Mudah kok, bawa saja gas 12 kg tabung biru, kemudian ditukarkan ke bright dan ease ke pengecer. Harganya sudah ditetapkan,\" tuturnya.

Ali menambahkan untuk mencegah terjadinya upaya menaikan harga akibat kelangkaan ini, pihaknya akan memberikan sanksi tegas kepada agen nakal. \"Kita sudah peringat kan para agen, Bahkan sudah ada yang kita kasih surat peringatan dan sanksi pemotongan kuota untuk agen tersebut,\" tambah Ali.

Menurut Ali, pihaknya sama sekali tidak menaikkan harga gas elpiji. Dia menambahkan, apabila ada harga yang tinggi di pasaran, merupakan ulah agen yang nakal. \"Kita enggak menaikkan harga gas elpiji 12kg,\" tegas Ali. Saat ini, tambah dia, harga gas elpiji 12 kg dibanderol sebesar Rp72.500 per tabung dan elpiji 3 kg seharga Rp13.500 per tabung.

Related posts