Optimis Penurunan Lot Saham Terealisasi - Targetkan Semester Dua

NERACA

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap optimis bila kebijakan penurunan lot saham bakal terealisasi tahun ini. Bahkan BEI menargetkan semester dua tahun ini bisa diterapkan, “Targetnya pada semester dua, sistem ini diharapkan sudah dapat berjalan. Secepatnya ini harus sudah diterapkan,”kata Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Ito Warsito di Jakarta, Selasa (21/5).

Menurutnya, secara prinsip pelaksanaan penurunan lot saham tidak ada masalah dan justru pihaknya harus menerapkan sistem kepada anggota perusahaan yang sebelumnya 500 perlot, menjadi 100 sehingga banyak sistem yang harus diperbaharui.

Dirinya mengungkapkan, kendala yang dihadapi dalam penerapan sistem ini adalah masalah waktu, karena ada 100 lebih anggota bursa dan tentunya memerlukan waktu.

Berbeda dengan BEI yang ingin segera menerapkan penurunan lot saham, Ototritas Jasa Keuangan (OJK) justru masih mengevaluasi sistem penurunan lot saham ini, “Penurunan lot saham dari 500 menjadi 100 masih kita evaluasi plus minusnya seperti apa,”kata Ketua Komisioner OJK, Muliaman D Hadad.

Sebagai informasi, BEI sendiri menargetkan aturan soal penurunan lot saham selesai di semester pertama 2013, sehingga diharapkan dapat efektif akhir tahun. Nantinya, BEI akan mendahulukan penerbitan aturan ini sebelum aturan lain seperti peraturan perdagangan derivatif.

Sampai saat ini, BEI sudah merampungkan 80% dan menunggu persetujuan final dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pasalnya, aturan ini harus melewati proses administrasi dan tata caranya. BEI kini tengah melakukan persiapan pembaharuan sistem.

Jika aturan lot saham sudah diberlakukan, pihak terkait seperti anggota bursa, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan vendor, juga harus menyiapkan pembaharuan sistem. BEI sendiri akan sosialisasikan dan edukasi investor dan masyarakat luas soal perubahan lot saham. Sebab, tujuan penurunan besaran lot saham adalah untuk lebih meningkatkan jumlah investor ritel di BEI.

Tujuan lain dari penurunan lot saham adalah keterjangkaunya masyarakat ritel atau individu dapat memiliki jumlah saham lebih banyak dan juga dapat melakukan diversifikasi kepemilikan saham. Kendatipun demikian, sejauh ini tidak ada rumusan linear yang dapat membuktikan likuiditas saham akan meningkat jika besaran lot saham turun.

Hanya saja secara matematis, apabila satu lot berubah dari 500 saham menjadi 100 saham, maka likuiditas bertambah lima kali lipat. Frekuensi perdagangan saham pun bisa meningkat. Kemudian secara umum investor institusi dan juga anggota bursa dapat menerima rencana peraturan baru mengenai besaran lot saham ini. Sejauh ini tanggapan investor ritel bervariasi. Namun hal ini terjadi karena ketidakpahaman investor.(nurul)

BERITA TERKAIT

Jaga Kualitas Produksi Tambang - BRMS Kirim Dore Bullion dari Poboya Ke Jakarta

NERACA Jakarta – Menjaga pertumbuhan bisnis di sektor pertambangan, PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) terus mengoptimalkan nilai tambah dalam…

Pasca Marubeli Miliki Saham - SILO Kembangkan Potensi Bisnis Kesehatan

NERACA Jakarta – Mengoptimalkan bisnis layanan kesehatan yang dinilai memiliki prospek positif, PT Siloam Internasional Tbk (SILO) terus perluas kerjasama…

Sentimen Virus Corona Bikin IHSG Merana

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (25/2) sore ditutup melemah dipicu meluasnya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Rampungkan Rights Issue - Glencore Akuisisi Saham CITA Rp 1,19 Triliun

NERACA Jakarta – Di tengah melorotnya indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) seiring dengan sentien virus…

Bentuk Manajemen Baru - Saham AISA Dipastikan Tidak Didelisting

NERACA Jakarta – Resmi terbentuknya manajemen baru pasca tersandung masalah hukum hingga berujung suspensi saham yang berkepanjangan, kini manajemen PT…

Rights Issue, ASSA Lepas 1,25 Miliar Saham Baru

Galang pendanaan di pasar modal, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) bakal melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih…