Tingkatkan Produksi, Charoen Pokphand Bangun Pabrik Baru

Investasikan Dana Sebesar Rp 2 Triliun

Kamis, 16/05/2013

NERACA

Jakarta – Ekspansi bisnis yang dilakoni PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) di sektor pakan ternak terus digenjot dan termasuk meningkatkan produksi. Dimana tahun ini perseroan akan membangun pabrik pakan ternak dan tempat pengolahan daging di sejumlah daerah.

Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, Ong Mei Sian mengatakan, perseroan menginvestasikan dana belanja modal sebesar Rp 2 triliun. Nantinya, salah satunya untuk mendanai rencana pembangunan pabrik baru, “Investasi untuk tahun ini kita anggarkan Rp 2 triliun. Sebesar 50% untuk belanja ekspansi ternak, 25% untuk pakan ternak dan sisanya 25% untuk food procesing (pengolahan daging),”ujarnya di Jakarta, Rabu (15/5).

Nantinya, sumber pendanaan belanja modal atau Capex berasal dari pinjaman bank yang belum terpakai, “Tahun lalu profit kita Rp2,7 triliun. Dengan kita menganggarkan capex Rp2 triliun, tentu kita perlu dana tambahan. Nah, kita mash punya fasillitas kredit yang belum terpakai 200 juta dolar. Itu bisa kita penuhi untuk biaya tahun ini," kata Direktur Chareon Pokphand Mei Sian.

Dia mengakui, saat ini likuiditas perbankan dan kondisi pasar modal sedang bagus-bagusnya. Namun, Perseroan belum memiliki rencana untuk aktivitas pencarian dana baru, baik mlalui obligasi atau pinjaman baru. "Itu belum kita ambil," jelasnya.

Kata Direktur perseroan, Ferdiansyah, rencananya perseroan akan menambah pabrik pakan ternak di Bandung, dan juga di Mojokerto dan akan direalisasikan dalam dua atau tiga bulan ke depan, “Harapannya realisasi ekspasi 2013 ini akan menambah kapasitas pabrik menjadi 33%," harap Ferdiansyah.

Dia menambahkan, perseroan juga akan membangun rumah potong ayam di Makasar pada tahun 2014. Pasalnya, perseroan sangat dimungkinkan akan masuk ke bakso sapi, setelah masuk ke sosis sapi yang sudah ada saat ini.

Kenaikan Harga

Selain itu, Direktur Perseroan, Mei Sian menuturkan, kinerja perseroan sepanjang kuartal pertama tahun ini sedikit mengalami penurunan sebagai dampak dari kenaikan harga bahan baku, “Kendati penjualan bersih tercatat meningkat di kuartal pertama sebesar 15%, namun pendapatan operasional dan laba kotor tercatat mengalamai penurunan di kisaran -10%,”ungkapnya.

Dia menjelaskan, kenaikan harga bahan pokok mencapai lebih dari 20% dan terjadi di akhir tahun 2012. Dampaknya, perseroan harus menaikan harga jual sebesar 10%, “Karena harga bahan baku kuartal pertama sudah turun, maka kenaikan 10% harga jual kita sudah cukup membantu. Jadi walau terlihat penurunan kinerja di Q1-2013 bagi kita itu masih baik, karena kenaikan harga bahan baku tidak serta merta saat itu juga kita naikan harga jual dengan persentase yang sama,"jelasnya.

Dia menegasan, kenaikan harga bahan baku hampir 80% mempengaruhi ongkos produksi. Sejauh ini, perseroan masih mengandalkan bahan baku impor sebesar 50%. Perseroan tahun ini memproyeksikan volume penjualan tumbuh 10% dan diikuti kenaikan harga jual sebesar 5%.

Sementara penjualan bersih peseroan sepajang 2012 tumbuh 19% menjadi Rp21.311 miliar, dari posisi 2011 sebesar Rp17.958 miliar. Saat ini, market share pakan ayam perseroan mencapai 35%, sedangkan makanan olahan melebihi 50%.

Kemudian hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) menyetujui untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp46 setiap saham atau keseluruhan sebesar Rp754,3 miliar dari laba tahun 2012 yang mencapai Rp2,7 triliun. Adapun laba tersebut meningkat 14% dari laba bersih tahun lalu. (bani)