Merck, Beri Aksi Sosial Via Online

Sabtu, 11/05/2013

Aksi sosial via media sosial terbukti efektif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat baik secara online ataupun offline. Data Nielsen 2012 menyebutkan bahwa pengguna internet di Indonesia mencapai 63 juta orang. Pengguna ini menyumbang 24% dari total 260 juta populasi penduduk Indonesia. Mayoritas pengakses internet ini menggunakan media sosial untuk mengembangkan jejaring sosial (75%).

Untuk itu, PT Merck Tbk perusahaan farmasi, kimia dan life science dari Jerman, kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong aksi sosial kemasyarakatan via media sosial melalui ‘Klik Hati Merck’. ‘Klik Hati Merck’ adalah salah satu pionir CSR yang dilakukan via media sosial.

Markus Bamberger, President Director PT Merck Tbk mengatakan, keputusan membuat kegiatan tanggung jawab sosial melalui sosial media didasari oleh fakta bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan pengguna media sosial terbesar. Itulah sebabnya Merck meneruskan komitmen melakukan CSR via ’Klik Hati Merck 2013' terutama ketika terlihat partisipasi yang begitu hebat dan pertumbuhan aksi sosial sejak pertama kali ‘Klik Hati Merck’ diluncurkan.

“Juga penting adalah fakta bahwa sejak kami meluncurkan ‘Klik Hati Merck’, teman-teman para pemenenang dan finalis, tidak hanya telah bertumbuh lebih besar. Menariknya mereka masih sangat eksis. Pertanyaannya, bagaimana cara membuat suatu aksi sosial berkelanjutan?,” kata dia.

Bagaimana membuat kegiatan sosial yang berkelanjutan juga turut diungkapkan oleh Alissa Wahid, salah seorang juri ‘Klik Hati Merck’ 2013 yang juga aktivis aksi sosial kemasyarakatan dan penggiat di media sosial. Menurut dia, pesatnya pertumbuhan gerakan sosial di Indonesia, harus dibarengi upaya untuk membuat gerakan sosial tersebut berkelanjutan.

“Ini adalah bagaimana menginisiasi, membuatnya berkelanjutan, dan memberikan dampak jangka panjang kepada masyarakat. Selain itu, dengan adanya kegiatan sosial yang berkelanjutan, maka akan makin banyak orang-orang yang terinspirasi untuk melakukan aksi sosial via media on line,” imbuh dia.

Untuk itu, dengan format barunya ’Klik Hati Merck’ 2013 hadir lagi dengan menambahkan satu perbedaan penting yaitu unsur edukasi berupa pemberian public workshop dan coachingyang akan diberikan pada 25 finalis.

Kali ini pemenang dari kegiatan sebelumnya berbagi dengan partisipan tentang bagaimana membuat suatu aksi sosial berkelanjutan melalui public workshop di Jakarta, Bandung dan Yogyakarta, dan masih ditambah lagi dengan coching secara online bagi finalis.

Sementara itu, Shafiq Pontoh, yang juga juri di tahun 2013 menyatakan, tantangannya bukan hanya pada bagaimana memulainya, tapi bagaimana cara memenej sehingga sebuah gerakan terorganisir dengan rapi, jelas dan terstruktur.

‘Klik Hati Merck’ dibagi dalam lima kategori yaitu kesehatan, lingkungan, sosial, pendidikan dan budaya. Pada awal kompetisi akan dipilih 25 finalis untuk mengikuti proses coaching. Di akhir program, yaitu pada bulan Agustus mendatang, akan dipilih 5 pemenang dari setiap kategori. Pemilihan pemenang akan didasarkan pada kriteria penilaian antara lain konsep program aksi sosial, sosialisasi program dan eksekusi. Informasi lengkap tentang ‘Klik Hati Merck’ bisa dilihat di www.klikhati.com, akun twitter: @klikhati dan facebook: klikhati