Allianz Incar Sektor Mikro Melalui Unit Syariah

Rabu, 08/05/2013

NERACA

Jakarta - Wakil Direktur Utama Allianz Life Indonesia, Handojo Kusuma, mengatakan bahwa asuransi mikro merupakan sektor yang potensial. “Untuk menyasar sektor ini, kami kerja sama dengan perusahaan pembiayaan mikro seperti bank perkreditan rakyat dan koperasi,” kata Handojo di Jakarta, Selasa (7/5). Handojo menuturkan, pihaknya akan terus menggenjot unit Allianz Life Syariah untuk bermain di sektor mikro sebagai salah satu bentuk investasi jangka panjang untuk meningkatkan pendapatan premi perusahaan. “Mikro ini bukan untuk pencarian profit, namun untuk membantu memasyarakatkan asuransi,” terangnya. Premi unit usaha syariah Allianz di sektor mikro tahun 2012 mencapai Rp3,2 miliar, dibanding 2011 sebesar Rp690 juta. Total pendapatan premi bruto (gross written premium/GWP)hingga akhir 2012 tumbuh 38% menjadi Rp569,2 miliar dari tahun 2011 yang hanya Rp411,8 miliar.

Hal ini disebabkan oleh kontribusi pertumbuhan jalur pemasaran bancassurance yang yang meningkat hingga 224% dari Rp14,5 milliar di 2011 menjadi Rp47 miliar pada 2012. Jalur pemasaran keagenan merupakan kontributor terbesar terhadap total GWP, jalur ini tumbuh sekbesar 26% dari Rp396 milliar di akhir 2011 menjadi Rp506,1 milliar di akhir 2012. Sementara itu, total aset asuransi Allianz Life Syariah sebesar Rp216,2 miliar pada 2012, ini meningkat 44% dari 2011 yang hanya Rp149,9 miliar.

Chief Sharia and Corporate Communication Allianz Indonesia, Kiswati Soeryoko, mengatakan asuransi jiwa syariah di Allianz terus tumbuh dari tahun ke tahun, hal ini merupakan salah satu bukti bahwa asuransi jiwa syariah bisa diterima dengan baik oleh segala lapisan masyarakat Indonesia. “Namun, potensi masa depan dari industrii asuransi masih sangat besar sehingga dibutuhkan edukasi dan sosialisasi yang intensif,” Ujar Kiswati. Dia pun menjelaskan, Allianz Life Syariah telah membayar klaim sebesar Rp47,5 miliar pada 2012, ini meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp35 milliar.

“Klaim meningkat karena terjadi pertumbuhan premi. Nasabah asuransi syariah tidak hanya mendapat proteksi dan perencanaan keuangan berkualitas bagi diri sendiri dan keluarga, namun juga sekaligus berbagi dan tolong menolong antara peserta asuransi lain,” jelas Kiswati. Sedangkan untuk jumlah nasabah, Allianz Life Syariah mencatat lebih dari 21 ribu jiwa pada akhir 2012. Head of Sharia Department Allianz Indonesia, Abdul Chalik, menambahkan jumlah nasabah syariah selalu meningkat walaupun angkanya belum signifikan. "Peningkatannya sekitar tiga persen tiap tahunnya dari bisnis unit ini," ungkap Abdul. Dia juga mengungkapkan, dengan tambahan jumlah nasabah ini, maka sudah meningkat di atas 50 ribu nasabah sejak 2006. "Dengan sampai saat ini total nasabah tertanggung aktif Allianz Life Syariah mencapai 87 ribu nasabah," tukas dia. Allianz terus memperkuat distribusi pemasaran produk dengan melakukan penambahan mitra bisnis perbankan dan menambah jumlah agen yang telah memiliki sertifikasi syariah dan juga distribusi melalui telemarketing. Saat ini telah bekerjasama dengan tiga mitra bank yaitu BNI, BCA dan Bank Muamalat. [sylke]