Kelemahan Investasi Properti

Walaupun banyak sekali ulasan yang menyebutkan alternatif investasi dan perkiraan jenis investasi yang baik dilakukan di 2013, kebanyakan pembahasan adalah berinvestasi pada surat berharga ataupun emas. Akan tetapi, salah satu alternatif layak dipertimbangkan dan dapat menjadi ajang diversifikasi bagi portofolio kita adalah berinvestasi pada properti.

Properti mempunyai keunggulan karena harganya tidak fluktuatif dan dapat memberikan double income, yaitu selain kenaikan harga juga dapat memberikan penghasilan lain, seperti disewakan. Namun, investasi diproperti juga memiliki beberapa kelemahan, yaitu:

Membutuhkan dana besar

Setidak-tidaknya kalau mau menyiapkan untuk down payment kita juga membutuhkan dana puluhan, bahkan ratusan juta.

Tidak likuid

Memang, membutuhkan waktu cukup lama untuk bisa menjualnya.

Bukan investasi jangka pendek

Dengan adanya pajak pembelian ataupun penjualan serta biaya transaksi lainnya, seperti agen properti, notaris, atau balik nama sertifikat, maka memerlukan waktu cukup panjang untuk bisa mendapatkan keuntungan melebihi biaya-biaya tersebut.

Tidak bisa dijual sebagian

Berbeda dengan surat berharga yang bisa kita jual sesuai kebutuhan dana kita, properti harus dijual secara keseluruhan.

Proses penjualan yang relatif rumit

Menjual properti juga tidak semudah menjual surat berharga, karena perlu ada proses pembuatan akta jual beli serta kelengkapan berkas tanah atau rumah.

Ada biaya pemeliharaan

Biaya-biaya itu seperti keamanan, listrik, air, telepon, kebersihan, PBB tahunan, penjaga.

BERITA TERKAIT

Untuk Kepentingan Rakyat atau Menghitung Investasi?

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati mengatakan, mahalnya mahar politik menjadi anggota legislatif…

BTN Luncurkan House Price Index - Acuan Investasi Properti

      NERACA   Jakarta - Pertumbuhan permintaan hunian dan pengembangan kawasan hunian yang semakin pesat mendorong PT Bank…

Kemendag Ajak Investor Tiongkok Investasi - Pacu Pertumbuhan Industri Elektronik

NERACA Jakarta –Masih kondusifnya perekonomian Indonesia dan stabilnya situasi politik, menjadi daya tari perusahaan asing berinvestasi di Indonesia. Oleh karena…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…