Premi Bruto Gabungan Allianz Tumbuh 18% - Kinerja 2012

NERACA

Jakarta - Allianz Indonesia berhasil mencatatkan pendapatan premi bruto gabungan sebesar Rp8,84 triliun selama 2012, atau tumbuh 18% dibanding tahun 2011 sebesar Rp7,48 triliun. Sedangkan total aset dari bisnis asuransi jiwa dan umum di akhir 2012 mencapai lebih dari Rp20,94 triliun, meningkat 25% dibanding tahun lalu.

Direktur Utama Allianz Life Indonesia, Joachim Wessling, menuturkan perolehan premi gabungan tersebut dihasilkan dari kontribusi mayoritas bisnis asuransi jiwa, yaitu Allianz Life Indonesia, yang mencatatkan premi sebesar Rp8,3 triliun pada 2012, tumbuh sekitar 23% dari 2011 sebesar Rp6,8 triliun.

Allianz Life juga telah membayarkan klaim kepada nasabah sebesar Rp4,07 triliun atau meningkat 53% dibanding 2011 yang hanya sebesar Rp2,66 triliun. Kemudian dana kelolaan mencapai Rp19,06 triliun. “Kinerja keuangan Allianz yang baik ini didukung oleh kepercayaan yang tinggi dari nasabah. Merupakan tanggung jawab kami dalam memberikan kualitas pelayanan dan pengelolaan aset yang prima,” ungkap Wessling di Jakarta, Selasa (16/4).

Menurut dia, berdasarkan kinerja keuangan itu maka merupakan tanggung jawab Allianz Indonesia untuk memberikan kualitas pelayanan perlindungan asuransi dan pengelolaan aset yang prima kepada nasabah. Sementara itu untuk bisnis asuransi umum melalui Allianz Utama, total pendapatan premi yang diraih sebesar Rp524,05 miliar atau turun 25% dibandingkan dengan periode sama di 2011.

Direktur Allianz Indonesia, Daniel Neo, menambahkan pengaruh dari penegakan disiplin praktik penjamin emisi atau underwriting merupakan salah satu penyebab menurunnya premi perusahaan. “Strategi kami, untuk menegakkan disiplin underwriting dan penyeleksian risiko dan memperbesar fokus bisnis segmen ritel mulai memperlihatkan hasil,” papar dia.

Daniel juga menjelaskan, rasio gabungan Allianz Indonesia berhasil diturunkan dari 125,8% pada 2011 menjadi 118% di 2012. Lalu untuk rasio klaim, Allianz berhasil menurunkan dari 75% di 2011 menjadi 60% pada 2012. Lebih lanjut Daniel menjelaskan, dengan membaiknya kinerja keuangan, Allianz Indonesia melancarkan penetrasi ke segmen ritel dengan meluncurkan berbagai produk inovatif dan efektif untuk menjangkau berbagai kalangan.

Setelah sebelumnya meluncurkan produk asuransi berupa kartu perlindungan atas kecelakaan diri (Kartu ProteksiKu), kini hadir juga kartu dana santunan kesehatan dan rawat inap bersama Dana KesehatanKu.

Menurut Daniel Neo, dengan semakin membaiknya kinerja keuangan perusahaan, Allianz Utama terus gencar melakukan penetrasi ke segmen ritel dengan meluncurkan berbagai produk inovatif yang efektif menjangkau berbagai kalangan masyarakat.

Sementara itu, Allianz Life Indonesia akan melakukan penambahan dua bank untuk memperkuat akses bancassurance (produk bank asuransi). Penambahan dua bank ini diharapkan dapat memperkuat enam bank yang sebelumnya telah bergabung dengan Allianz Life.

Wakil Direktur Utama Allianz Life Indonesia, Handojo G Kusuma, menuturkan pihaknya akan memperkuat jalur distribusi melalui bancassurance. \"Sampai dengan posisi tahun lalu sekitar 60% dari bancassurance, 24% agen dan sisanya melalui corporate channel, diharapkan ada peningkatan dengan penguatan di segmen bancassurance dan agen,\" kata Handojo.

Allianz Life Indonesia sudah menjalin bancassurance dengan beberapa bank, seperti Bank Muamalat, Bank Ekonomi, Standard Chatered, HSBC, BPTN, dan Bank ANZ. Dengan adanya kerjasama ini diharapkan total 8 bank yang bergabung dengan Allianz Life Indonesia pada tahun ini. [sylke]

Related posts