Permintaan Tinggi, Bisnis Industri Keramik Naik

NERACA

Jakarta – Sepanjang tahun ini, pasar industri keramik nasional diperkirakan akan tumbuh dari 370 juta meter persegi menjadi 410 juta meter persegi atau sekitar 15%-20%. Ekonomi Indonesia yang saat ini terus berkembang mendorong tingginya konsumsi domestik produk keramik

Menurut Ketua Asosiasi Industri Keramik Indonesia (Asaki) Elisa Sinaga, sejak tahun 2011, pertumbuhan permintaan domestik terhadap industri keramik lokal mengalami pertumbuhan sekitar 10%-15%. Konsumsi produk keramik di Indonesia juga meningkat, sekitar 8% sampai 10% peningkatan konsumsi per kapita per tahun dari 2011.

“Total penjualan untuk industri keramik di Indonesia mencapai Rp 5,5 triliun rupiah atau sekitar US$ 500 juta pada kuartal pertama 2012. Tahun ini diproyeksikan melonjak jadi Rp 7,7 triliun pada periode yang sama,” kata Elisa saat konferensi pers pameran Keramika 2013, di Jakarta, Rabu (3/4).

Dia menyebut, pada tahun 2012 total penjualan keramik mencapai Rp 24 triliun. Sementara tahun ini, diperkirakan bakal mencapai Rp 30 triliun.

Indonesia, imbuhnya, sudah menjadi salah satu produsen top dunia di bidang keramik, peringkat ke-6 di antara 30 negara produsen teratas pada tahun 2012 dan salah satu dari 10 negara teratas dalam hal konsumsi keramik sejak 2010. Total nilai impor dan ekspor pada tahun 2012 sebesar Rp20 triliun rupiah dan diperkirakan akan mencapai Rp 30 triliun rupiah pada tahun 2013.

Dia mengungkap, pasar keramik yang ada di Indonesia masih dikuasai pasaran lokal. Hal ini dilatarbelakangi krisis ekonomi yang pernah melanda beberapa tahun yang lalu.

\"Pernah terjadi krisis global pada 2009 sedangkan Indonesia tidak mengalami krisis. Inilah yang membuat prioritas lokal demand yang tumbuh daripada market ekspornya. Mereka akan berpikir kalau pasar lokal pertumbuhannya lebih maju,\" ungkapnya.

Elisa menuturkan, persentase dari produk keramik untuk ekspor hanya sebesar 10% dan sisanya merupakan pasar lokal. Produk industri keramik Indonesia saat ini sudah diekspor ke 50 negara baik negara besar hingga ASEAN. \"Pertumbuhan industri keramik Indonesia dapat meningkat ya karena pertumbuhan properti, ekonomi terus meningkat,\" ungkapnya.

Meski industri properti tumbuh pesat, lanjut Elisa, pasar produk keramik ke proyek properti hanya sekitar 20%. Sedangkan pasar produk keramik yang terbesar masih di ritel seperti renovasi rumah.

Gelar Pameran

Dalam kesempatan itu, Elisa memaparkan, Asaki akan menyelenggarkan pameran khusus keramik. KERAMIKA merupakan pameran khusus keramik di Asia Tenggara yang diselenggarakan oleh Asaki dan PT Reed Panorama Exhibitons (REP). Pameran ini akan berlangsung tanggal 18 sampai 21 April 2013 di Jakarta Convention Center.

Elisa menambahkan jika dalam pameran KERAMIKA nantinya akan menjadikan perkembangan dalam industri keramik lebih maju. \"Dalam pameran nanti sebagai tempat memperkenalkan produk dan industri keramik yang semakin canggih sehingga tidak langsung akan meningkatkan penjualan dalam industri keramik,\" ungkapnya.

Ajang KERAMIKA juga diharapkan untuk membuka peluang bagi industri lokal untuk membuka jaringan dan membangun kemitraan bisnis dengan mitra Regional dan International. Karena acara ini dapat menyatukan produsen utama, distributor, pengembang properti, arsitek, kontraktor, desainer, pembeli, dan konsumen.

Pameran Keramika 2013 merupakan pameran khusus keramik di Asia Tenggara yang diselenggarakan oleh Asaki dan PT Reed Panorama Exhibitons (REP). Pameran ini akan berlangsung 18-21 April 2013, di Jakarta Convention Center, Senayan.

\"Untuk tema tahun ini yaitu Creativity and Innovation for Better Living dengan kenaikan 47 persen ruang pamer dengan 7.000 meter persegi dengan menampilkan produk terbaru, tren desain global, dan inovasi teknologi dalam industri keramik,\" ungkapnya.

Hal senada disampaikan oleh, Head of Organising Committee Asaki Mulyadi Toha yang mengungkapkan jika target dari pameran kedua ini akan dapat mencapai hingga 25 ribu pengunjung dari 15 ribu pengunjung di tahun sebelumnya. \"Untuk pameran tahun ini ada 16 peserta negara asing yang ikut pameran, dari jumlah total 55 peserta,\" pungkasnya.

BERITA TERKAIT

Sektor Riil - Industri Keramik Minta Harga Jual Gas Sama Rata di Indonesia

NERACA Jakarta – Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) minta agar harga jual gas sebagai bahan bakar industri tersebut bisa…

Dampak Faktur Cuaca - SMCB Taksir Permintaan Semen Melambat

NERACA Jakarta — PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) memproyeksikan pertumbuhan penjualan semen pada semester I/2019 ini tumbuh lebih lambat…

Ekspor Rokok dan Cerutu Naik Hingga US$931,6 Juta

NERACA Jakarta – Industri Hasil Tembakau (IHT) merupakan salah satu sektor manufaktur yang mampu memberikan kontribusi besar terhadap penerimaan devisa,…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Disarankan Tambah Insentif untuk Dorong Ekspor Perhiasan

NERACA Jakarta – Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Szami Ilman menyatakan saat ini masih diperlukan beragam insentif…

CIPS: Perlu Waspadai Neraca Perdagangan Surplus

NERACA Jakarta – Neraca perdagangan mencatatkan surplus pada Februari yang lalu. Hasil ini tentu jauh berbeda dengan neraca perdagangan Januari…

Catatkan Surplus - Industri Furnitur dan Kerajinan Agresif Dobrak Pasar Ekspor

NERACA Jakarta – Industri furnitur dan kerajinan nasional mampu mendobrak pasar internasional melalui berbagai produk unggulannya yang dinilai memiliki kualitas…