Adira Finance Mengaku Tak Berdampak Besar - Pembatasan BBM Subsidi

NERACA

Jakarta - PT Adira Dinamika Multi Finance (Adira Finance) berharap rencana pembatasan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi bagi kendaraan pribadi, tidak berdampak besar kepada target pembiayaan perseroan pada 2013. \"Mungkin ada pengaruhnya. Tapi kami berharap tidak terlalu besar,\" ungkap Direktur Utama Adira Finance, Willy Suwandi Dharma di Jakarta, Rabu (3/4).

Tahun lalu, lanjut dia, Adira Finance mencapai target pembiayaan sebesar Rp32,4 triliun. Sedangkan pada 2013, Adira mematok target pembiayaan sebesar Rp33 triliun. Target pembiayaan tersebut didorong oleh program “X-tra Bonus” yang memberikan kemudahan proses pembiayaan dan perlindungan nasabah melalui asuransi kecelakaan.

Dia mengatakan, pertumbuhan perekonomian masyarakat modern Indonesia ke arah yang positif turut berdampak terhadap meningkatnya daya beli masyarakat sehingga perseroan optimis mampu mencapai target pembiayaan Rp33 triliun tersebut.

\"Kondisi ini kami manfaatkan untuk kembali membuat gebrakan baru yang memberikan nilai lebih untuk pelanggan melalui program yang inovatif dan pertama di bidangnya bernama \"Adira X-tra Bonus\",\" ujar Willy. Untuk mewujudkan program tersebut, Adira Finance menggandeng PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) yang saat ini sedang menjalin kerja sama dengan AON, perusahaan broker asuransi kelas dunia.

Dia menambahkan dengan adanya “X-tra Bonus” tersebut pelanggan dan keluarga terlindung dari risiko tidak dapat membayar sisa angsuran kendarannya jika pelanggan mengalami kecelakaan yang berakibat meninggal dunia atau cacat tetap total.

Khusus pembatasan, Willy mengaku belum mengetahui model pembatasan konsumsi BBM Bersubsidi yang akan dilakukan pemerintah sehingga belum memiliki langkah strategis untuk mengantisipasi dampak dari kebijakan tersebut.

\"Kami juga belum tahu model pembatasannya seperti apa,\" jelasnya. Sementara itu, terkait kebijakan penerapan nomor polisi genap- ganjil untuk kendaraan pribadi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Willy juga mengatakan belum menyiapkan strategi khusus untuk mengatasi dampaknya.

Namun, Willy memperkirakan dampak dari kebijakan tersebut jika memang jadi diimplementasikan, tidak akan terlalu besar. \"Pasar Jakarta itu hanya 15% dari pasar nasional. Jadi menurut saya mungkin dampaknya tidak terlalu besar,\" kata Willy.

Dia juga mengatakan, Adira Finance justru lebih menyasar pelanggan-pelanggan yang di wilayahnya belum memiliki infrastruktur dan transportasi publik yang bagus serta membutuhkan kendaraan untuk mobilisasi. “Pelanggan kami mayoritas berada di pedesaan. Yang kecil-kecil dan memerlukan alat transportasi,\" tandasnya. [ardi]

Related posts