PLN Hentikan Pemadaman Bergilir - Dapat Tambahan Pasokan Listrik

NERACA

Jakarta - PT Perusahaan LIstrik Negara (Persero) telah memastikan bahwa pemadaman bergilir yang dilakukan untuk daerah Jakarta, Jawa Barat dan Banten akan dihentikan. Hal ini menyusul tambahan pasokan listrik sebesar 250 MW dari PLTU Labuan Banten yang dipercepat pekerjaan pemeliharaannya. \"\"Iya betul (tidak ada pemadaman bergilir lagi),\" tegas Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN Bambang Dwiyanto di Jakarta, Selasa (2/4).

Dengan demikian, lanjut Bambang, secara otomatis pemadaman listrik tidak akan terjadi lagi. Hal itu melihat besarnya partisipasi pelanggan industri, bisnis dan umum yang telah merelakan mengurangi pemakaian listriknya. Beban listrik di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten pada Senin kemarin turun dibandingkan rencana awal. \"Semula diprediksi beban di ketiga provinsi tersebut pada siang hari tadi sebesar 13.500 MW, tetapi realisasinya hanya sekitar 13.000 MW atau terdapat penurunan sekitar 500 MW yang menunjukkan peran serta aktif pelanggan dalam penghematan pemakaian listrik,\" tambahnya.

Semula PLN merencanakan melakukan pemadaman bergilir mulai 1 April-5 April 2013 terkait pekerjaan perbaikan menara SUTET di Sumedang yang telah dimulai sejak Kamis (28/3/2013). \"Namun, PLN berupaya keras dan maksimal agar pemadaman bergilir dapat diminimalisasi melalui optimalisasi pembangkit-pembangkit yang ada di wilayah barat Jawa dan meminta partisipasi pelanggan sehingga realisasi pemadaman bergilir hanya satu hari ini,\" ucap Bambang.

Adapun pekerjaan perbaikan menara SUTET di Sumedang hingga hari ini mencapai kemajuan yang menggembirakan dan ditargetkan pada tanggal 5 April 2013 akan selesai sesuai rencana awal. PLN juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya atas partisipasi pelanggan dan berharap selama pekerjaan perbaikan menara SUTET hingga 5 April tetap mengurangi pemakaian listriknya.

Pengusaha Merugi

Sebelumnya, Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat mengakui pemadaman listrik bergilir oleh PLN di Jakarta dan sekitarnya membuat kalangan pengusaha sektor industri merugi. \"Pasti (rugi). Jadi yang paling ideal tidak terjadi pemadaman,\" kata MS Hidayat. Kendati demikian, Hidayat mengatakan kalau pemadaman listrik itu satu-satunya cara bagi PLN untuk mengatasi keterbatasan energi maka tidak masalah asal diberitahukan sebelumnya. \"Pasti industri ada preparation (persiapan),\" kata Hidayat.

Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan bahwa pihak pengusaha merasa dengan pemadaman listrik bergilir bisa menimbulkan kerugian yang besar bagi mereka. \"Pemadaman listrik memang membawa ketidaknyamanan bagi konsumen, baik itu perorangan apalagi kalangan pebisnis. Hampir semua sektor usaha menderita kerugian akibat pemadaman listrik secara bergiliran,\" ungkapnya.

Ia menuturkan besaran tingkat kerugian masing-masing perusahaan berbeda-beda. Ia mencontohkan sektor UKM akan mengalami kerugian sangat besar karena suplai listrik 100% dari PLN seperti konveksi, warnet dan elektronik. Sedangkan industri besar dan jasa lainnya seperti hotel, apartemen, pusat perbelanjaan, gedung perkantoran juga mengalami kerugian berupa operasional genset akan tetapi usahanya bisa tetap operasional.

Selain itu ia menambahkan transaksi keuangan diperkirakan juga akan terganggu khususnya di kantor cabang atau anak cabang yang tidak memiliki genset dan hal ini akan merugikan nasabah. \"Kalau ditotal secara kolektif pasti jumlahnya puluhan miliar rupiah hanya angka pastinya sulit diprediksi karena hampir semua sektor usaha mengalami kerugian,\" jelasnya.

Ia pun mengkritisi pemadaman bergilir ini dengan kenaikan tarif listrik secara bertahap yang diberlakukan oleh PLN sebesar 15% di tahun 2013. Seharusnya managemen PLN harus semakin profesional dan pelayanan kepada pelanggan harus semakin ditingkatkan dengan meminimalisir kerugian yang dihadapi sektor usaha.

\"Jadwal perbaikan instalasi listrik ke depan agar dapat disesuaikan dengan hari hari libur sehingga tidak merugikan dan mengganggu operasional pelaku usaha. Termasuk hak dan kewajiban antara konsumen dan PLN harus seimbang karena selama ini konsumen/pelanggan jika telat bayar rekening langsung ancaman pemutusan hubungan listrik disisi lain PLN yang sesuka sukanya memadamkan liatrik tidak mendapat sanksi apa-apa ini karena PLN terlalu memonopoli usaha kelistrikan di Indonesia,\" tukasnya.

Related posts