Rendah, Minat Masyarakat Terhadap Asuransi

NERACA

Jakarta - Minat masyarakat terhadap lembaga keuangan nonbank atau asuransi masih rendah lantaran mereka belum mengenal produk-produk asuransi lebih jauh dalam upaya meningkatkan kehiduapan mereka di masa depan. Manager Corporate Communication PT Allianz Indonesia, Adrian DW, menuturkan keinginan masyarakat mengenal asuransi hanya empat persen, padahal potensi pasar industri asuransi sangat besar untuk dilacak lebih jauh.

“Karena potensinya masih besar, maka kami melakukan terobosan baru untuk menarik masyarakat kelas atas maupun bawah agar lebih mengenal mengenal asuransi. Asuransi baru dikenal di kalangan atas, itu pun baru sebagian kecil yang berada di kota-kota besar. Sedangkan di kelas bawah di daerah masih belum dikenal,” ujar Adrian di Jakarta, Selasa (26/3).

Menurut dia, lembaga keuangan nonbank tersebut akan mengenal asuransi dengan melakukan pendekatan kepada wartawan untuk menulis lebih jauh mengenai asuransi. Dengan penulisan, masyarakat akan lebih tahu fungsi dan kegunaan asuransi untuk hari tua. Oleh karena itu, Allianz Indonesia akan menggelar Allianz Journalist Competition 2013 yang terbuka bagi siapa saja untuk berpartisipasi dalam program Allianz Junior Football Camp di Munich, Jerman.

Para wartawan diminta untuk menggali lebih jauh mengenai sosok asuransi sehingga memicu masyarakat untuk mengenal lebih jauh. Dia mengatakan, melalui kegiatan ini diharapkan akan banyak fakta yang dapat diulas sehingga lebih banyak pihak yang memperoleh pengetahuan mengenai tantangan masyarakat dalam berasuransi di dalam negeri.

Periode kompetisi, menurut Chief of Sharia and Corporate Coomunication Allianz Indonesia, Kiswati Soeryoko, periode kompetisi akan berlangsung pada 26 Maret hingga 26 Juni 2013. Sebelumnya, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) mengaku jika penetrasi industri asuransi di Indonesia masih rendah ketimbang negara lain di Asia Tenggara seperti Malaysia atau Singapura.

\"Penetrasi asuransi terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia masih rendah yakni sekitar 1,2%. Jumlah itu masih kecil dibandingkan dengan negara tetangganya seperti Malaysia dan Singapura yang mencapai 4%-6%,\" kata Direktur Utama Prudential Indonesia, William Kuan, belum lama ini.

Rendahnya penetrasi itu justru menjadi peluang bagi industri asuransi untuk tumbuh dan mengembangkan usahanya di Indonesia. Hal itu dapat dilihat dari pertumbuhan PDB yang baik serta peningkatan jumlah kelas menengah ke atas sangat tinggi. Berdasarkan data diperkirakan pada 2015 akan terdapat sebanyak 140 juta orang yang masuk dalam kelompok kelas menengah atas di Indonesia. [ardi]

BERITA TERKAIT

Masyarakat Sambut Baik Penurunan Harga BBM Nonsubsidi

  Oleh: Fatimah Shadiqah, Mahasiswa Ekonomi Universitas Jayabaya Kabar gembira bagi masyarakat datang dari Pemerintah di awal tahun 2019 ini.…

Kecerobohan Aparat Merugikan Masyarakat

Sebuah truk membawa crane tersangkut rel di Jl. Perjuangan Raya, Bekasi, Kamis (10/1) sempat membuat perjalanan KA Luar Kota dan…

Denpasar Raih Penghargaan Tertinggi IKCI 2018 Kategori Kota Besar - Rai Mantra Tekankan Berbagai Inovasi Wajib Berikan Kemanfaatan Bagi Masyarakat

Denpasar Raih Penghargaan Tertinggi IKCI 2018 Kategori Kota Besar Rai Mantra Tekankan Berbagai Inovasi Wajib Berikan Kemanfaatan Bagi Masyarakat NERACA…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Bank BUMN Minta Pengaturan Bunga Deposito

      NERACA   Jakarta - Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) memandang saat ini industri perbankan masih memerlukan pengaturan…

Realisasi KUR 2018 Capai Rp120 Triliun

      NERACA   Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memastikan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepanjang 2018…

BNI Belum Putuskan Soal Kerjasama WeChat dan Alipay

    NERACA   Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (BNI) masih belum menentukan keberlanjutan kerja sama dengan dua perusahaan…