KKP Targetkan Produksi 604 Ribu Ton Bandeng - Sepanjang 2013

NERACA

Tangerang - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan produksi ikan bandeng mencapai 604.000 ton. Hal itu seperti diungkapkan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto saat ditemui seusai panen ikan bandeng di desa Lontar, Kecamatan kemiri, Kabupaten Tangerang, Rabu (13/3).

\"Untuk tahun 2013, kami menargetkan produksi ikan bandeng nasional mampu menyentuh angka 604.000 ton. Hal itu juga didukung dengan program seperti revitalisasi tambak di beberapa daerah,\" kata Slamet.

Menurut dia, peningkatan produksi di 2013 cukup signifikan dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 522.000 ton. \"Pada 2012, kita menargetkan 503.000 ton, tetapi kenyataannya bisa memproduksi sebesar 522.000 ton. Maka dari itu, kita optimis dengan target 2013,\" sebutnya.

Ia menjelaskan bahwa saat ini Indonesia menempati peringkat ke 2 dalam hal penghasil ikan bandeng. Sedangkan peringkat pertama dihuni oleh Filipina. \"Walaupun Indonesia menempati peringkat ke 2 setelah Filipina, tetapi Filipina mendapatkan benih ikan bandeng dari Indonesia. Maka dari itu, kedepannya kita akan menggenjot produksi ikan bandeng,\" ucapnya.

Saat ini, konsumsi ikan Indonesia baru mencapai 33 kg perkapita. Akan tetapi, kata Slamet, hal ini sudah mengalami peningkatan. Lantaran ada program gerakan makan ikan (Gemarikan). \"Sebagian besar produk ikan bandeng dikonsumsi di dalam negeri sedangkan untuk ekspor jumlahnya tidak terlalu banyak. Biasanya diekspor ke Timur Tengah, Eropa dan Asean,\" lanjutnya.

Panen Bandeng

Di tempat yang sama, dihadiri oleh Bupati Tangerang, Sekretaris Daerah Provinsi Banten dan juga Dirjen Perikanan dan Budidaya melakukan panen ikan bandeng di lokasi tambak percontohan, demfarm (demontration farm). Slamet menuturkan bahwa tambak demfarm di Kabupaten Tangerang ini merupakan bagian dari 500 ha lokasi revitalisasi tambak bandeng tahun 2012, dimana program revitalisasi tambak bandeng meliputi 6 Kabupaten yaitu Serang, Tangerang, Karawang, Subang, Indramayu dan Cirebon. “Panen bandeng kali ini, tentunya merupakan bagian dari rangkaian kesuksesan para pembudidaya dan diharapkan akan diikuti oleh daerah lainnya” urai Slamet.

Luas lahan demfarm Bandengn di Kabupaten Tangerang adalah 100 Ha yaitu di Kecamatan Kronjo 50 Ha dan Kecamatan Kemiri 50 Ha. Panen Bandeng di Desa Lontar, Kecamatan Kemiri sudah dimulai pada tanggal 7 Maret 2013 melalui panen secara partial dengan hasil produksi sebanyak 9,6 ton di tambak seluas 6 ha.

Menurut Slamet, keberhasilan tambak percontohan budidaya Bandeng kali ini melengkapi keberhasilan Desa Lontar Kecamatan Kemiri sebelumnya yaitu panen udang di tambak percontohan Balai Besar Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara pada tanggal 15 Februari 2013 lalu. \"Ini cukup membanggakan, dalam periode kurang dari sebulan, Kabupaten Tangerang berhasil melakukan panen udang dan bandeng sebagai bagian dari program revitalisasi tambak KKP,\" ujar Slamet.

Pengembangan kawasan budidaya bandeng melalui demfarm budidaya bandeng diharapkan akan mampu meningkatkan capaian produksi bandeng secara nasional. Sebagai gambaran, target capaian produksi bandeng nasional pada Tahun 2012 sebesar 513.400 ton, dengan capaian pada tahun 2012 sebesar 522.100 ton atau sekitar 103,71 %. “Untuk tahun 2013 ditargetkan adanya peningkatan produksi bandeng nasional sebesar 604.000 ton,\" tuturnya.

Melalui peningkatan teknologi budidaya anjuran yang semula tradisional menjadi semi intensif, kata Slamet dengan disertai dukungan infrastruktur, dan input produksi berupa benih dan pakan secara nyata diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan mutu hasil produksi budidaya. Tentunya secara langsung akan meningkatkan pendapatan masyarakat pembudidaya.

Melalui kegiatan panen bersama bandeng ini, lanjut dia, maka secara langsung akan menunjukkan bahwa usaha budidaya bandeng dapat menjadi alternative usaha yang menjanjikan dan secara nyata mampu meningkatkan pendapatan dan penyerapan tenaga kerja yang signifikan. Disamping itu, keberhasilan tambak percontohan bandeng ini diharapkan akan kembali menumbuhkan minat dan respon masyarakat untuk kembali terjun berbudidaya bandeng serta akan menjadi embrio bagi pengembangan usaha budidaya bandeng khususnya di Pantura Banten dan umumnya di Pantura Jawa.

Untuk itu, Slamet berharap, aktivitas usaha budidaya ini tidak berhenti pada tataran pelaksanaan program saja, namun harus terus berkelanjutan. Disamping itu kelembagaan kelompok agar senantiasa diperkuat dan dijalankan dengan baik, karena merupakan faktor utama dalam membuka peluang dalam mendapatkan akses produksi, pasar dan permodalan.

Related posts