Pertamina Batalkan IPO Anak Usaha - Hasil Kajian Dinilai Merugikan

NERACA

Jakarta – Rencana PT Pertamina (Persero) menawarkan saham perdana atau initial public offering (IPO) anak usahanya di pasar modal akhirnya batal dilakukan. Pasalnya, banyak kelebihan dan keunggulan Pertamina yang bisa hilang jika anak usaha itu masuk lantai bursa.

Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mudakir mengatakan, pihaknya mengurungkan niat penawaran saham perdana beberapa anak usahanya, “Belum ada rencana IPO, karena keterkaitan anak-anak perusahaan Pertamina dengan induknya itu sangat besar. Hal ini menyangkut privilege-privilege sehingga tidak bisa sembarangan IPO," katanya di Jakarta, Kamis (7/3).

Ali tidak mau berkomentar banyak mengenai detail dari privilege alias keuntungan tersebut. Menurutnya hal terpenting yang dilakukan perseroannya adalah sinergi antara induk dengan anak perusahaan. "Kita kan sinergi dengan anak perusahaan Pertamina, seperti Pertamina EP, Pertamina Geothermal. Pokoknya banyak privilege lah," ujarnya.

Dia tidak menampik bahwa ada beberapa anak perusahaan yang dahulu sudah akan dijual sahamnya di bursa. Salah satunya adalah PT Pertagas dan PHE, “Yang sudah pernah dikaji itu Pertagas dan PHE. Setelah dikaji-kaji banyak hal yang justru kalau di-IPO-kan tidak baik. Kita kembali lagi, tujuan itu IPO itu apa sih?" jelasnya.

Sebelumnya, Deputi Menteri BUMN Bidang Strategis dan Manufaktur Dwijanti Tjahjahningsih pernah bilang, PT Pertamina Persero memiliki tiga anak perusahaan yang berpeluang melaksanakan IPO, “Ada tiga yang usaha Pertamina di unggulkan seperti PT Tuga Pratama, PT Pertamina Drilling Services Indonesia dan PT Pertamina Gas,"ujarnya.

Menurut dia, Pertamina tengah mengkaji kekuatan serta kelemahan tiga anak perusahaan tersebut. Dengan harapan, setelah dilakukannya IPO dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan serta pemegang saham.

Sementara Deputi Menteri BUMN Bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis Pandu Djayanto mengatakan, pihaknya tengah menunggu keputusan dari tiga BUMN, yakni PT Pertamina Persero, PT PLN Persero, dan PT Garuda Indonesia Tbk yang berencana melakukan IPO anak perusahaan.

Pandu menambahkan, PLN mengusung nama PT PLN Batam untuk IPO, serta Pertamina Drilling yang diajukan oleh Pertamina. Sedangkan untuk anak perusahaan Garuda adalah GMF “Garuda telah memanggil advisor untuk mengkaji anak perusahaan mana yang siap IPO," tegasnya.

Analis PT Trust Securities, Reza Priyambada pernah bilang, sulitnya terealisasi IPO BUMN karena terhambat masalah politis. Terlebih di tahun pemilu, di mana konsentrasi akan lebih cenderung mengarah pada perpolitikan. “Biasanya orang-orang DPR akan fokus ke 2014, sehingga ini bisa berpengaruh pada IPO BUMN,” jelasnya.

Related posts