Bunga Imbal Hasil Jamsostek Lebih Tinggi dari Bank - Capai 10,9%

NERACA

Balikpapan - Bunga imbal hasil investasi PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) mencapai 10,9% hingga merupakan bunga imbal hasil tertinggi di dunia dibanding pemberian bunga tabungan dari semua perbankan.

Menurut Direktur Utama PT Jamsostek, Elvyn G Masasya, sampai Desember 2012, total aset Jamsostek sudah mencapai sekitar Rp 137 triliun. Sementara pada tahun 2012, keuntungan investasi Jamsostek mencapai Rp 13,2 triliun, dengan bunga imbal hasil 10,9%.

“Ini bunga imbal hasil yang tertinggi di dunia. Lebih tinggi dari tabungan di perbankan manapun,” jelas Elvyn dalam Costumer Gathering Transformasi Jamsostek Menjadi BPJS Ketenagakerjaan Berkelas Dunia di Balikpapan, Kalimantan Timur, pekan lalu.

Direktur Kepesertaan PT Jamsostek Junaedi menambahkan, bunga imbal hasil investasi Jamsostek terbesar di dunia karena tidak ada institusi yang memberikan bunga imbal hasil sampai dua digit. Menurut dia, bunga deposito perbankan rata-rata hanya sebesar 7%. Sedangkan, return JHT Jamsostek bisa mencapai 10%.

“Jamsostek mampu memberikan keuntungan yang tinggi kepada para peserta karena sudah berfungsi sebagai wali amanat,” terangnya. Artinya, imbuh Junaedi, Jamsostek berperan mengelola dana para peserta tanpa mengambil untung.

Badan Usaha Milik Negara itu hanya mendapatkan fee untuk pengelolaan. Kalau pun ada surplus, sambungnya, kelebihan dana itu akan dikembalikan kepada peserta berupa program-program seperti beasiswa.

Transformasi menjadi BPJS

Dalam kesempatan itu, Elvyn juga mengungkap, Jamsostek akan bertransformasi menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) bidang ketenagakerjaanpada Januari 2014 mendatang. Saat ini, Jamsostek sedang menata langkah menuju badan hukum publik.

Jamsostek sendiri menargetkan mampu meraih 110 juta kepesertaan tenaga kerja di seluruh Indonesia. “Saat ini di Indonesia ada 40 juta pekerja formal dan 70 juta pekerja informal,” ungkap Elvyn. Dia menjelaskan, Jamsostek bakal berupaya mendekatkan diri kepada para pekerja agar mampu meraih target tersebut.

Menurut dia, akan ada 497 outlet di Indonesia yang akan melayani seluruh kabupaten dan kota seluruh Indonesia. Tidak hanya itu, outlet-outlet tersebut akan bekerja pada prinsip 'les bureaucracy'. Sehingga, semua pekerja yang akan mendaftar dan peserta yang akan mencairkan klaim tidak akan berlama-lama antre.

"One day service, hari itu datang, hari itu cair,"ujarnya. Selain outlet, Jamsostek sudah mulai melakukan transformasi dengan basis teknologi. Pendaftaran berbasis teknologi pun sudah mulai dilakukan. Sehingga, pekerja bisa mendaftar secara elektronik.

Menurut Elvyn, ditunjuknya Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana sebagai Komisaris Utama PT Jamsostek memang dibutuhkan untuk mengawal transformasi Jamsostek menjadi BPJS. “Karena keahliannya di bidang hukum sedangkan kita harus menyiapkan Peraturan Presiden dan Peraturan Pemerintah,” tegas Elvyn.

Menurutnya, Denny akan membantu membahas persiapan draf beleid sebelum disahkan. Pasalnya, Jamsostek harus berdiskusi terlebih dahulu dengan pihak terkait seperti Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Otoritas Jasa Keuangan, dan Kementerian Hukum dan HAM. [kam]

Related posts