Visi Media Akui Ada Rencana Penjualan Saham

NERACA

Jakarta – Desas desus PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) akan menjual sahamnya, akhirnya menemui titik terang. Pasalnya, Chief Counsel dan Corporate Secretary VIVA Neil R Tobing mengakui langsung jika pemegang saham tengah melakukan penjajakan pelepasan saham VIVA ke grup media lain.

Kata Neil R Tobing, perseroan pernah melakukan penjajakan dan sinergi dengan grup media lain, “Sepanjang pengetahuan perseroan, pemegang saham perseroan pernah melakukan panjajakan untuk kemungkinan kerjasama dan sinergi dengan grup media lain," katanya dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (19/2).

Kendatipun demikian, dirinya belum dapatkan informasi dari pemegang saham terkait peralihan saham tersebut, “Mengingat bahwa penjualan atas saham-saham perseroan merupakan hak dari pemegang saham yang bersangkutan, kami belum mendapat informasi sehubungan dengan rencana pemegang saham dari Grup Bakrie untuk menjual saham-saham perseroan yang dimilikinya kepada Grup MNC," jelasnya.

Sebelumnya, CT Corp perusahaan milik Chairul Tanjung berencana mengajukan penawaran senilai US$ 1,2 miliar untuk mengakuisisi mayoritas saham PT Visi Media Asia Tbk(VIVA).

Selain CT, Grup MNC dan Elang Mahkota Teknologi (EMTK) juga dikabarkan berminat mengakuisisi Visi Media Asia pemilik TV One, ANTV dan Vivanews. Bakrie kabarnya melego 51% sahamnya di Visi Media, merespon tersebut, MNC Group yang dimiliki Hary Tanoesoedibjo menjadi pihak yang paling serius untuk mendapatkan Visi Media. Rencananya, pembeli saham Visi Media akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan.

Disebutkan, Bakrie menjual sahamnya di Visi Media sekitar US$ 1,2 miliar hingga US$ 2 miliar, meski kapitalisasi pasarnya hanya US$ 845 juta dolar. Asal tahu saja, Visi Media mempunyai dua saluran televisi swasta, TVOne dan ANTV, dan sebuah media online, Vivanews.com.

Sementara Aburizal Bakrie pemilik Grup Bakrie membantah soal Viva Group akan dibeli oleh pengusaha Hary Tanoesoedibjo, setelah pembelian beberapa ruas jalan tol milik Grup Bakrie oleh Hary Tanoe lewat MNC, “Viva tidak akan dijual," tegasnya.

Menurutnya, isu-isu yang beredar di luar sana kalau Hary Tanoe akan membeli media besar kepunyaannya untuk biaya capres itu sama sekali tidak benar. Namun kini kabar tersebut kembali dibenarkan, lantaran Grup Bakrie tengah mengumpulkan dana untuk membeli kembali aset-asetnya dari Bumi Plc.

Langkah itu diambil Bakrie untuk mempertahankan permatanya usahanya, PT Bumi Resources, eksportir batu bara terbesar di Asia,”Ini adalah keputusan yang berat bagi Bakrie, tetapi mereka adalah pebisnis yang rasional dan ini adalah satu dari banyak cara untuk mengumpulkan uang," kata salah satu sumber yang mengaku terlibat langsung dalam rencana penjualan tersebut. (bani)

BERITA TERKAIT

Pelaku Usaha Industri Media Tak Perlu Gentar Bersaing di Era Digital - Ketua KPPU

Pelaku Usaha Industri Media Tak Perlu Gentar Bersaing di Era Digital Ketua KPPU NERACA Padang – Ketua Komisi Pengawas Persaingan…

Tidak Ada Alasan untuk Tidak Lapor SPT Tahunan

Oleh: Devitasari Ratna Septi Aningtyas, Staf Direktorat Jenderal Pajak *) Memasuki minggu ketiga bulan Februari Tahun 2018. Masyarakat Indonesia yang…

BEI Gagas Desa Nabung Saham di Lampung

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Lampung menggagas Desa Nabung Saham untuk mendorong agar masyarakat memiliki penghasilan tambahan.”Sudah ada satu…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Minat Asuransi Meningkat - Zurich Buka Agen di Yogyakarta dan Jateng

NERACA Yogyakarta -Perluas penetrasi pasar asuransi di dalam negeri, perusahaan asuransi jiwa terkemuka di Indonesia Zurich membuka kantor keagenan keduanya…

Nusantara Infrastructure Bagikan Dividen

NERACA Jakarta - Berkah mencatatkan kinerja keuangan yang positif, PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) berencana untuk memberikan deviden kepada para…

Metrodata Tuntaskan Merger Anak Usaha

PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) merampung merger dua entitas bisnis anak usahanya yakni PT Logicalis Metrodata Indonesia (LMI) dengan PT…