Kuasai Pasar, Telkom Ekspansi di 10 Negara - Targetkan Pendapatan Rp 80 Triliun

NERACA

Jakarta – Ekspansi bisnis PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) menggarap pasar telekomunikasi di Timor Leste, rupanya tidak hanya puas sampai disitu saja. Pasalnya, perusahaan telekomunikias plat merah ini masih memiliki ambisi besar untuk ekspansi ke 10 negara.

Direktur Enterprise and Wholesale Telkom, Muhammad Awaluddin mengatakan, ekspansi ke 10 negara adalah dalam rangka memenuhi target pendapatan tahun ini sebesar Rp 80 triliun, “Tahun 2013, perseroan menargetkan pendapatan Rp 80 triliun dan untuk itu, kita akan memperluas pasar ke luar negeri dan termasuk ekspansi ke 10 negara,”katanya di Jakarta, kemarin.

Dia menyebutkan, negara yang sudah jajaki dalam ekspansi bisnis perseroan diantaranya Timor Leste, Australia, Singapura dan Hongkong. Sementara yang baru akan ke Makau, Taiwan, Korea, Arab Saudi dan Myanmar yang saat ini tenga mengikuti tender seluler.

Saat ini, lanjut Awaluddin, pihaknya terus melakukan ekspansi untuk mendukung kinerja perusahaan. Sebelumnya, Manajemen Telkom menyampaikan bahwa Telkom masih on the right track untuk mengejar lisensi telekomunikasi di Myanmar demi melancarkan niatan ekspansi bisnis di kawasan regional Asia.

Pernyataan ini merupakan jawaban atas tak masuknya nama Telkom dalam tender telekomunikasi di Myanmar. Dilansir oleh sejumlah media asing bahwa operator yang masuk dalam perburuan dua lisensi seluler itu hanyalah Airtel (India), Singapore Telecommunications (SingTel/ Singapura), Singapore ST Telemedia (STT/ Singapura), Axiata (Malaysia), dan Telenor (Norwegia).

Menurut Operational Vice President Public Relation Telkom, Arif Prabowo, dokumen terkait dengan penawaran keikutsertaan Telkom pada tender yang akan diselenggarakan oleh pemerintah Myanmar, yakni Expression of Interest (EoI), telah dikirimkan dan diterima oleh pemerintah Myanmar melalui Telecommunication Operator Tender Evaluation and Selection Committee, pada tanggal 23 Januari 2013.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan pernah bilang, diringa mendukung ekspansi bisnis Telkom ke Timor Leste. Hal ini dikarenakan, Telkom berhasil memenangkan tender internasional yang cukup memakan waktu pada proyek telekomunikasi di Timor Leste, “Ekspansi ini merupakan salah satu langkah perusahaan dalam menggenjot penetrasi di luar negeri,”ungkapnya.

Bangun BTS di Timur Leste

Dahlan menjelaskan, nantinya Telkom akan membangun sistem telekomunikasi yang lengkap seperti menara telekomunikasi di Timur Leste. Hal ini dilakukan sebagai langkah awal perseroan menguasai pasar telekomunikasi di negara bekas pecahan Indonesia. Selama ini, pasar telekomunikasi di Timor Leste di kuasai oleh perusahaan asal Portugal, “Targetnya Telkom harus menguasai telekomunikasi di Timor Leste, dan izin itu diperoleh dari perjuangan yang berat, tender internasional,”tandasnya.

Dahlan meminta Telkom untuk segera membangun tower atau base transceiver station (BTS) sebanyak-banyaknya, sehingga hal tersebut mempermudah perusahaan pelat merah ini menguasai negeri Xanana Gusmao itu, “Saya inginkan Telkom all out di sana dan harus kuasai pasar telekomunikasi Timor Leste dalam kurun waktu tertentu, karena saya tidak ingin menargetkan untuk beberapa tahun. Ini butuh proses," jelasnya.

Sebelumnya PT Bank Mandiri Tbk lebih dulu melebarkan sayap bisnis di bidang perbankan. Nanti keuangan Telkom di Timor Leste, Mandiri yang akan menanganinya. Selain itu, Telkom juga menargetkan pendapatan dari sektor korporasi dan usaha kecil menengah (UKM) sebesar Rp9,25 triliun. Adapun perolehan tersebut naik sebesar lima persen dari target tahun lalu.

Tahun lalu, pendapatan dari sektor korporasi mencapai sebesar Rp 6,7 triliun. Dimana kontribusi pendapatan sebesar 67% dari pendapatan divisi dan sisanya 33% dari sektor UKM. Total pendapatan dari divisi korporasi dan UKM ini berkontribusi sebanyak 35 persen terhadap total pendapatan Telkom di luar anak usaha. (bani)

Related posts