free hit counter

BNI Life Targetkan Premi Rp1,5 Triliun di 2013

Ingin Jadi Asuransi Pilihan Masyarakat

Jumat, 08/02/2013

NERACA

Jakarta - PT BNI Life Insurance menargetkan memperoleh premi senilai Rp1,5 triliun dan laba bersih sebesar Rp72 miliar pada 2013. Direktur Utama BNI Life Insurance, A Junaedy Ganie, mengatakan bahwa tahun ini perseroan akan fokus pada optimalisasi sinergi bisnis bank asuransi atau bancassurance dengan induk usaha, PT Bank Negara Indonesia Tbk, serta revitalisasi unit agensi dalam meningkatkan pelayanan nasabah.

“Dalam upaya revitalisasi unit agensi, kami mengupayakan peningkatan produktivitas agen dan standardisasi khusus untuk kantor pemasaran sehingga peran BNI Life akan lebih maksimal dalam menghasilkan premi. Kami juga menargetkan mencetak minimal 50 orang MDRT (The Million Dollar Roundtable) melalui MDRT Monitoring Program,” terang Ganie di Jakarta, Kamis (7/2).

Dia juga mengakui bahwa telah terjadi penurunan di aturan permodalan minimum (risk based capital/RBC) perseroan, dari Desember 2011 sebesar 302% menjadi 171% di Desember 2012. Hal itu dikarenakan perubahan sistem, baik dari internal perusahaan maupun regulasi.

Dari internal perusahaan, Ganie bilang, pihaknya saat itu melakukan restrukturisasi aset dan organisasi seperti menghentikan pemasaran 20 produk perseroan. Salah satunya Optima Saving atau produk investasi berbasis premi tunggal. Alhasil, perolehan premi dari unit bancassurance melorot sampai 25%.

Ke-20 produk tersebut dinilai tidak memberikan keuntungan besar bagi perusahaan. Dan BNI Life lebih fokus menggarap pangsa pasar premi berkala atau unitlink. Ganie juga mengungkapkan, pihaknya secara ketat juga melakukan change management program, review produk, meningkatkan citra korporat, dan memperbaiki sistem teknologi informasi.

Lalu mendirikan BNI Life Insurance School untuk meningkatkan kemampuan jual agensi mereka. Sementara sisi regulasi, harus mengacu pada PSAK 62 yang menyebutkan syarat permodalan bagi setiap perusahaan asuransi minimal Rp70 miliar atau 120%.

“Bulan Desember 2011, kami dapat suntikan modal tambahan dari BNI sebesar Rp150 miliar. Bisa dibilang, kami ‘bersih-bersih’ tahun kemarin. Mengenai penurunan RBC, intinya kebijakan kami minimal RBC-nya 140% dari ketentuan yang berlaku,” jelas Ganie. Dengan demikian, lanjut dia, tahun lalu pihaknya telah melakukan building capacity dengan menyiapkan fondasi, baik dari infrastruktur dan maupun sumberdaya manusia (SDM).

Tahun ini, Ganie melanjutkan akan memperbaiki apa yang sudah ada dan meningkatkan aliansi. Pada 2014, BNI Life bisa menjadi lebih berharga dengan kategori pelayanan sangat memuaskan. “Jadi tahun 2015, kami menargetkan menjadi pilihan utama asuransi bagi masyarakat Indonesia," tegasnya.

Terkait kinerja tahun lalu, laba bersih sebelum diaudit (unaudited) BNI Life sebesar Rp60 miliar atau melonjak 1.200% dari periode yang sama tahun 2011 yang hanya Rp5 miliar. Sedangkan premi unaudited Rp1,245 triliun atau naik 16% dari Desember 2011 yang senilai Rp1,1 triliun.

Melonjaknya laba BNI Life secara signifikan didorong oleh perubahan portofolio produk yang dipasarkan di 2012 yang berdampak pada penurunan rasio beban asuransi terhadap total pendapatan dari 79,27% di 2011 menjadi 70,12%.

Pertumbuhan ini juga didukung oleh meningkatnya tingkat persistensi nasabah yang merupakan hasil dari peningkatan kualitas layanan. Lalu kenaikan pendapatan ujrah (pengelolaan syariah) sebesar 91,9% menjadi Rp24,86 miliar dan pendapatan investasi 27,7% menjadi Rp141,7 miliar. [ardi]