Penjualan Listrik Diproyeksikan Tumbuh 10% di 2013

Kamis, 07/02/2013

NERACA

Jakarta - PT PLN (Persero) memproyeksikan penjualan listrik tahun 2013 bisa tumbuh 10% dari 9% yang sebelumnya ditetapkan dalam APBN. Direktur Utama PLN Nur Pamudji mengatakan revisi diperlukan karena realisasi pertumbuhan listrik pada 2012 mencapai 10,17%.

Nur menjelaskan, kenaikan pertumbuhan listrik akan berdampak pada penambahan subsidi tahun 2013. "Perekonomian tahun ini diperkirakan tumbuh sama seperti 2012, sehingga kami usulkan listrik juga bisa tumbuh 10% dalam APBN Perubahan 2013," kata Nur saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Rabu.

Seperti diberitakan, penjualan listrik 2013 ditargetkan 184,3 tera watt hour (TWh) dengan asumsi pertumbuhan listrik sebesar 10%, maka revisi penjualan listrik 2013 akan menjadi 191 TWh. Dia juga mengatakan, realisasi penjualan listrik pada 2012 mencapai 173,8 tera watt hour (TWh). "Angka realisasi 2012 ini jauh lebih tinggi dibandingkan target sebesar 169,1 TWh," tandasnya.

Bila dibandingkan realisasi penjualan 2012 sebesar 173,8 TWh, maka proyeksi 184,3 TWh hanya tumbuh 6,21%. Selain itu, Nur juga menambahkan, dengan asumsi pertumbuhan sekitar sembilan persen, maka penjualan listrik 2014 akan mencapai 204 TWh, 2015 223 TWh, dan 2016 243 TWh.

Sepanjang 2012, PLN juga mencatat rekor penambahan pelanggan sejak berdirinya BUMN listrik itu yakni 3,9 juta. "Tahun 2011, jumlah pelanggan PLN bertambah 3,5 juta dan 2013 ditargetkan 3,2 juta," ungkapnya.

Adapun posisi bauran energi PLN, pada 2012, tercatat BBM 15%, gas 24%, batubara 50 persen, panas bumi 5%, dan air 6%. Pada 2011, bauran energi PLN, tercatat BBM 23 persen, gas 21 persen, batubara 44 persen, panas bumi 5 persen, dan air 7 persen. Sementara target bauran energi PLN pada 2013 adalah BBM 10 persen, gas 23 persen, batubara 57 persen, panas bumi 5 persen, dan air 5 persen.

Lebih lanjut, menurut Nur, pada 2014, porsi BBM direncanakan tinggal empat persen. "Tahun 2014, porsi BBM PLN sudah sehat dan sama dengan negara maju yang rata-rata lima persen," katanya.

Konsumsi BBM

Pada kesempatan yang sama, dia mengungkapkan, konsumsi bahan bakar minyak pada 2012 mencapai 8,2 juta kiloliter atau 12,3 persen di atas target sebesar 7,3 juta kiloliter. Menurut dia, kenaikan pemakaian BBM tersebut dikarenakan realisasi penjualan listrik melebihi proyeksi. "Sebelumnya, pertumbuhan penjualan ditargetkan 7 persen, namun realisasinya 10,17%," jelasnya.

Kendati demikian, angka pemakaian BBM 2012 itu lebih rendah dari realisasi 2011 yang mencapai 11,4 juta kiloliter. "Pemakaian BBM PLN tahun lalu turun 3,2 juta kiloliter dibandingkan 2011," urainya.

Lebih lanjut, menurut Nur, pemakaian BBM tersebut termasuk PT PLN Batam dan PT PLN Tarakan. Secara komposisi bauran energi, pada 2012, pemakaian BBM PLN mencapai 15 persen atau turun dibandingkan 2011 yang 23%. Sebagian besar pengurangan BBM dikompensasi pada peningkatan batubara dari 44 persen pada 2011 menjadi 50 persen di 2012.

Di pihak lain, menurut Kepala Divisi BBM dan Gas PLN, Suryadi Mardjoeki, pemakaian gas pada 2012 mencapai 365,9 triliun british thermal unit (TBTU). "Pemakaian gas 105,4% dari rencana 346,8 TBTU. Jika dibandingkan realisasi gas tahun 2011 yang mencapai 285,7 TBTU, maka penggunaan 2012 lebih rendah," katanya.